Jumat, 28 Oktober 2011

Mempersembahkan Lima Persembahan Mulia Berupa Pangan, Sandang, Papan, dan Transportasi Lewat Sadhana Dhumapuja

(Ceramah Dharmaraja Buddha Lian Sheng Usai Upacara Homa Yamantakan di Rainbow Villa Tanggal 17 Februari 2008)


Sembah sujud pada Y.M. Liao Ming, Guru Sakya Zheng Kong, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye, sembah sujud pada adinata homa Yamantaka, sembah sujud pada Triratna mandala. Gurudhara, para acarya, para lama, dharmacarya, pandita dharmduta, pandita lokapalasraya, para umat se-Dharma, dan juga semua tamu kehormatan yang terhormat, salam sejahtera semuanya.

Di Vihara Ling Shen Ching Tze, di Rainbow Villa, upacara dan homa di kedua lokasi ini, Avalokitesvara Bodhisattva dan Yamantaka pun hadir di mandala pada saat upacara dimulai. Jadi, upacara ini sangat luar biasa. Hari ini masih banyak tamu kehormatan yang hadir kemarin, hari ini bahkan ada tamu kehormatan baru. Selamat datang semua tamu kehormatan.

Kemarin begitu pulang usai berceramah Dharma, mungkin terlalu gembira, orang tua tidak mudah tidur, saya terus bolak-balik dan berpikir, ada apa sebenarnya, mengapa saya tidak bisa tidur. Dipikir-pikir, ternyata Acarya Lian Bao duduk di bawah mengatakan satu kalimat pada saya, "Orang tua duduk di belakang." Begitu mendengar kata "orang tua" saya sedikit jengkel. (Mahaguru tertawa)

Tentu saja, Mahaguru terlahir dengan kedua kaki pendek, akibat kurang gizi, tubuh saya tetap pendek dan tidak bisa tinggi. Dalam hal ini, saya tidak bisa berkata apa-apa. Makanya, hari ini saya sengaja memakai sebuah topi yang agak tinggi, sehingga kalau keluar rumah saya merasa diriku terkesan tinggi. Saya mau mengatakan pada Acarya Lian Bao, jangan mengira anak Anda baru lahir, Anda lantas merasa muda, sebenarnya usia Anda juga tidak beda jauh dengan saya! Saya merasa akhir-akhir ini Acarya Lian Bao sangat senang, sangat gembira, sangat bahagia, sangat happy. Saya sedang berpikir memangnya baru punya anak lantas dikira "orang muda"? Dipikir-pikir sangat menjengkelkan, saya ingin sekali bertarung mati-matian dengan Anda. Namun, saya bolak-balik merenung seharian, begitu saya ingat bahwa di rumah masih ada Gurudhara, dipikir-pikir, sudahlah, biarkan ia menang sekali! Ini lelucon. Tapi saya mengimbau Acarya Lian Bao, jangan selalu tertawa dengan mulut miring, Anda gembira justru Anda sendiri saja yang gembira, Anda selalu tertawa pada kami, mempengaruhi suasana hati kami.

Bicara tentang gembira dan tersenyum, Chen Chuan-fang menceritakan sebuah cerita lucu. Ada tiga jenazah, sewaktu dikirim ke rumah duka, ekspresi ketiga jenazah ini tersenyum gembira. Petugas rumah duka keheranan, lantas menanyakan apa yang terjadi sebenarnya pada jenazah pertama, mengapa ia begitu gembira sewaktu meninggal dunia. Ternyata usianya telah lanjut, pergi ke Daratan Cina untuk berbisnis, lalu memperistri seorang gadis yang usianya sangat muda, pada malam pertama, karena terlalu gembira, ia pun meninggal dunia. Sehingga ia meninggal dunia dalam kondisi tertawa. Lalu, apa yang terjadi dengan jenazah kedua, mengapa saat ia meninggal dunia juga tertawa? Ternyata ia mendapatkan lotere utama, dirinya terasa melayang-layang, tidak tahu arah, berjalan ke tengah jalan raya pun masih gembira, akhirnya ditabrak mobil, saat kecelakaan pun masih gembira. Lantas, apa yang terjadi dengan yang ketiga? Ketiga, ia mati disambar petir. Ternyata, sewaktu ia sedang mendaki gunung, tiba-tiba petir menyambar, ia mengira orang lain memotret dirinya, jadi ia pun mati kegirangan. Ini adalah cerita lucu dari Chen Chuan-fang.

YAMANTAKA MEMPUNYAI 3 SIDDHI DAN 37 BODHIPAKSA

Hari ini kita mengadakan homa Yamantaka. Ia adalah sesosok Dharmapala yang sangat mulia, juga Muladharmapala dari Mahaguru. Vidyaraja ini mempunyai 9 kepala yang melambangkan 9 tingkatan dalam penekunan Tantra, wajah depan-Nya berwarna hitam, bertanduk dua seperti kepala sapi, satu tanduk melambangkan "Kye-rim" (tingkat permulaan), satu tanduk lagi melambangkan "Dzog-rim" (tingkat kesempurnaan). Ia memiliki 34 tangan yang membentuk mudra penaklukan, ditambah lagi perbuatan, ucapan, dan pikiran, sehingga menjadi 37, disebut "3 Siddhi dan 37 Bodhipaksa". Ia memiliki 16 kaki, melambangkan 16 sunyata. Yamantaka Vidyaraja adalah titisan dari Manjushri Bodhisattva, karena dulu sewaktu Yama Pemburu Nyawa di Tibet masuk ke tubuh seorang suci, membuat seluruh insan di bumi Tibet pun sulit lolos. Saat itu, Manjushri Bodhisattva dengan wujud Yama Pemburu Nyawa, turun dan menitis menjadi Yamantaka, yakni Penakluk Mara Yama, penakluk Raja Yama. Bila Anda menekuni Yamantaka, pahalanya sangat luar biasa, karena Raja Yama juga ditaklukannya, di bawah kendali Yamantaka, jadi Anda menekuni yidam yang satu ini, Anda memegang kendali atas hidup dan mati, bisa memperoleh umur panjang.

Sayang sekali ada beberapa acarya yang mendahului kita. Dulu, sewaktu saya pertama kali mengadakan upacara Kalachakra di Hong Kong, seorang acarya datang, saya melihat auranya tidak benar, karena cahaya di tubuhnya sangat sedikit. Saya pun bertanya padanya, "Tahukah Anda mantra Yamantaka?" Tak disangka ia tidak bisa menjawab, ia tidak pernah menerima abhiseka Yamantaka, juga tidak tahu Mantra Yamantaka. Jika ia dapat menjapa Mantra Yamantaka dengan sebaik-baiknya, hari ini Yama Pemburu Nyawa tidak mungkin mencabut nyawanya. Jadi, sayang sekali. Kadang-kadang Mahaguru beritahu Anda semua, walaupun Anda tidak menekuni sadhana ini, namun Anda juga harus menjapa mantra ini. Misalnya, Anda tidak menekuni Sadhana Yamantaka, namun Anda menjapa Mantra Yamantaka, pahala dan manfaatnya sangat besar. Seperti orang Tibet, mereka belum tentu menekuni Sadhana Tantra, namun mereka menjapa "OM MANI PADME HUM", menjapa mantra Avalokitesvara Berlengan Empat. Amitabha Buddha, Dirghayus Buddha, Manjushri Bodhisattva, Yamantaka, Avalokitesvara Bodhisattva, Mahastamamprapta Bodhisattva, semuanya sejenis, sekategori. Amitabha Buddha menitis menjadi Dirghayus Buddha, pendamping-Nya adalah Avalokitesvara Bodhisattva, Mahastamamprapta Bodhisattva; Avalokitesvara Bodhisattva menitis lagi menjadi Tara Putih, Tara Hijau, Mahastamamprapta menitis lagi menjadi Tara Merah; Amitabha Buddha dan Manjushri Bodhisattva pun saling berhubungan; Manjushri Bodhisattva menitis lagi menjadi Yamantaka. Jadi, bila Anda menekuni salah satu yidam di antaranya, Anda akan berhasil, sama-sama ke Sukhavatiloka Barat.

MAHAGURU MENDAPAT NILAI 100 DALAM UJIAN MENGEMUDI DI AMERIKA SERIKAT

Kemarin kita membahas tentang Sadhana Dhumapuja, kita bahas cepat sekali, sebentar saja saya sudah jelaskan semuanya, topik utamanya telah dijelaskan semua. Kita tidak tahu tamu kehormatan yang datang hari ini termasuk kubu biru atau kubu hijau, tapi ini hanya cerita lucu, juga diceritakan oleh Chen Chuan-fang, cerita lucu tentang politik. Presiden suatu negara ikut serta dalam Festival Permainan Anak-anak, kebetulan ada sebuah acara sembur-semburan, seperti Hari Raya Sembur di Thailand, bernyanyi sambil sembur-semburan, semua orang sangat gembira. Demi merakyat, sang presiden lantas terjun bermain sembur-semburan dengan anak-anak. Ia kena semburan, lantas protes mengapa kalian menyembur saya. Ajudan berkata Hari Raya Simbur memang harus sembur-semburan, bergembira bersama rakyat. Sang presiden berkata, "Mereka menyembur saya dengan air mendidih!" Ini cerita dari Chen Chuan-fang, saya tidak tahu presiden yang dimaksud itu pria atau wanita, saya juga tidak tahu presiden negara mana. Bukan urusan saya. Jika ada masalah, cari saja Chen Chuan-fang.

Ringkasan Sadhana Dhumapuja sangat bagus. Barusan saya mengatakan bahwa kali ini saya mengadakan konsultasi untuk Anda semua di Vihara Ling Shen Ching Tze seminggu sebelumnya, alhasil siswa yang datang banyak yang sakit berat. Saya ada perasaan, mengapa karma penyakit para insan begitu berat? Mengapa tidak dapat diatasi? Para insan bisa terkena karma penyakit karena pepatah mengatakan Anda menjadi apa yang Anda makan. "You are what you eat." Bahasa Inggris saya tidak begitu baku. Bicara tentang Bahasa Inggris, saya pun teringat ketika saya ikut ujian mengemudi saat belum lama datang Amerika Serikat, Anda tahu bagaimana saya mengikuti ujiannya? Saya tidak mengerti apa yang ia suruh. Lantas, saya pun cari akal, saya bilang "My name is Sheng-yen Lu, I'm just new coming." Saya pendatang baru. "I speak English just a little. Please, you say slow." Tolong bicara agak pelan. Ia mengerti kalimat ini.

Namun, ia menyuruh saya menyetir, saya masih tidak mengerti. Jadi, saya pun berkata padanya, "I write down the pictures." Lembar pertama adalah "10 Miles Stop", lembar kedua adalah "Change lane", lembar ketiga adalah "parkir di belakang mobil", lembar keempat adalah "memundurkan mobil masuk garasi", lembar kelima adalah "parkir di tanjakan", saya gambar sebuah mobil yang agak miring, parking di tanjakan, semuanya digambar. "I write down the picture, you see? What kind you like? You tell me." Petugas penguji itu senang sekali, "OK!" Akhirnya hari ini saya bertemu seorang yang ujian mengemudi dengan gambar. Kemudian, saya mulai menyetir, ia pun menunjuk yang pertama, "10 Miles stop", saya pun tahu saya harus rem sewaktu menyetir 10 mil. Kemudian, ia pun membalik halaman kedua, "Change lane", saya pun tahu menyalakan lampu indikator, kemudian lihat, lalu putar arah, ia bilang bagus sekali. Sekarang parkir di belakang mobil. Saya belajar parkir di belakang mobil cukup lama, mobil saya disetir sampai sana, berhenti berdampingan, saya mundur dulu separuh, kemudian mulai berputar sampai mentok, mobil pun berputar ke dalam, parkir di belakang mobil, "Good". Kemudian memundurkan mobil masuk garasi, cukup dengan berputar 90 derajat. Parkir di tanjakan, saya parkir seperti ini, kemudian roda diputar menahan Sidewalk, ia baru tidak akan licin, saya masih harus menarik rem tangan. Saya mendapatkan nilai 100 dalam ujian mengemudi. Dibantu oleh Buddha dan Bodhisattva, Mereka memberikan saya ide ini. Anda lihat saya juga lulus ujian mengemudi, green card juga lulus, kewarganegaraan juga lulus, demikianlah, sangat Easy.

MENEKUNI SADHANA DHUMAPUJA MEMBUAT ANDA SUKSES DALAM SEGALA HAL DAN SEHAT SELALU

Kita bicara tentang Sadhana Dhumapuja. Apa baiknya Sadhana Dhumapuja ini? Saya menemukan bahwa rintangan dalam hidup ini tidak hanya yang berwujud saja, juga ada yang tidak berwujud. Yang berwujud semua palsu, ini yang dikatakan oleh Sakyamuni Buddha, "semua yang berwujud adalah ilusi". Yang benar-benar merintangi Anda adalah musuh dan penagih utang yang pernah Anda sakiti dalam banyak kehidupan lampau; jika sekarang ia menjadi makhluk halus, ia akan mencari Anda. Walaupun supaya sehat kita harus memperhatikan pola makan dan olahraga, ini adalah pengetahuan dasar. Namun, ketika banyak penyakit makhluk halus menghampiri Anda, Anda lihat saja ada yang terkena kanker, bukan berarti orang yang memperhatikan pola makan dan kesehatan tidak akan terkena kanker. Anda depresi juga bisa terkena kanker; Anda selalu cemberut, risau sepanjang hari, hati tersimpul, sel akan mati, gabungan dari sel-sel mati akan berubah menjadi kanker. Jadi, jiwa tetap berpengaruh pada fisik, yang tidak berwujud tetap berpengaruh pada berwujud, jadi Dhumapuja sangat penting.

Tubuh Anda bisa sakit, sewaktu sakit, Anda harus melakukan Dhumapuja, sewaktu tidak sakit juga harus melakukan Dhumapuja. Yang dapat melakukan homa melakukan homa, yang dapat melakukan Trimulapuja melakukan Trimulapuja, yang dapat melakukan Argampuja melakukan Argampuja, semuanya adalah persembahan. Namun, Dhumapuja khusus mempersembahkan kepada musuh dan penagih utang, mempersembahkan kepada makhluk halus. Bahan persembahannya hanya berupa sedikit dupa, sedikit tepung 5 jenis padi-padian, kain lima warna, gula putih dan gula merah, ditambah sedikit susu, setelah dikeringkan, lalu dinyalakan. Mengapa dengan demikian makhluk halus akan senang? Ini ada sebabnya. Karena Anda japa "OM AH HUM", Anda japa "RANG YANG KANG", "OM AH HUM" ini melambangkan: pertama, mengubahnya menjadi banyak, "OM", berubah menjadi banyak, bahan-bahan Dhumapuja Anda yang kecil berubah menjadi banyak, memenuhi alam semesta, "OM" adalah alam semesta, "AH" adalah bersih, bahan-bahan yang Anda buat ini berubah menjadi sangat bersih, sangat baik, murni; "HUM" mengubah Dharmarasanya, kain berubah menjadi pakaian yang sangat indah, tepung 5 jenis padi-padian menjadi makanan yang sangat lezat, bubuk cendana ini berubah menjadi wewangian yang sangat semerbak, gula mengubah duka menjadi suka, yang pahit menjadi manis. Kita orang Taiwan mengatakan, memberi Anda makan yang manis-manis, besok melahirkan anak, ini kata-kata yang menyenangkan orang lain, supaya Anda puas. Supaya yang tidak baik berubah menjadi baik. Susu justru berguna menolak semua bencana, susu berwarna putih, bersifat bersih, menolak seluruh bencana.

Anda japa "OM AH HUM", "RANG YANG KANG", walaupun Dhumapuja sangat kecil, justru berubah menjadi persembahan besar. Asalkan Anda melakukan seperti itu, semua penyakit, karma buruk, makhluk halus, makhluk halus yang menganggu Anda, mereka semua menerima persembahan Anda, dengan kata lain, kita tidak dapat menolak permintaan orang lain jika kita makan dan mengambil barang orang lain, itulah maksudnya. Bukan menyuap, kita dengan tulus melakukan persembahan, tujuan yang terpenting dalam melakukan Sadhana Dhumapuja adalah agar seluruh musuh dan penagih utang, semua makhluk halus, tadinya mau mencelakai Anda, Ia pun mundur. Jadi, Anda akan sukses dalam karir, restoran Anda akan ramai, atasan Anda akan menaikkan gaji Anda, tubuh Anda juga akan sehat, suasana hati juga sangat gembira; tadinya membenci Anda pun bisa mencintai Anda, semua memperoleh kesempurnaan dalam hal cinta kasih; tadinya sakit-sakitan, penyakitnya perlahan-lahan membaik, tadinya Anda tidak sakit, Anda pun menjadi semakin sehat. Inilah manfaat Dhumapuja.

Dhumapuja juga ada yang mempersembahkan pada Buddha, yakni pukul 5 hingga 9 pagi. Mempersembahkan pada makhluk halus itu pukul 5 sore hingga 9 malam. Tungku Dhumapuja juga pernah saya jelaskan, hiolo tidur Anda buat yang panjang, lalu bersadhana di depan tungku hiolo tidur; bila Anda buat yang bserangga, Anda pun bersadhana dengan tungku yang kemarin saya perlihatkan pada Anda; bila Anda membuat yang agak besar, Anda boleh membakarnya seperti ini, setelah dibakar Anda semua bersama-sama mengadakan kebaktian Dhumapuja juga boleh. Menggunakan patra, patra yang dipegang bhiksu-bhiksu, juga boleh, makanya tadi saya katakan, bahan yang harus Anda persiapkan adalah bubuk cendana, tepung 5 jenis padi-padian, kain 5 warna, gula putih dan merah, sedikit susu, dicampur lalu dikeringkan, agar dapat menyala, bakar dengan sedikit dupa, selanjutnya bersadhana.

MUDRA GARUDA MELAMBANGKAN ASAP SEDANG TERBANG

Yang saya katakan kemarin, dalam melakukan Dhumapuja, ingat harus taruh di tempat yang sirkulasi udaranya lancar. Siswa Singapura mengatakan bahwa rumah tempat tinggal mereka tidak ada balkon, kalau begitu Anda buka jendela, Anda bersadhana menghadap ke luar jendela. Yang saya jelaskan kemarin, yaitu kita menekuni Sadhana Avalokitesvara Berlengan Empat, adinata yang terutama adalah Avalokitesvara Berlengan Empat, "OM MANI PADME HUM XIE." "XIE" ini dalam Bahasa Inggris memang agak kasar! Seperti sedang memarahi orang, Shit on you, kurang bagus. Sebenarnya di dalam Tantra, justru adalah mantra. Mengapa "XIE" ini baik? Ia adalah mantra! Bijaksara Amitabha Buddha, Avalokitesvara Bodhisattva. Anda harus tahu sebuah cakra candra, sebuah aksara "XIE", berubah menjadi Avalokitevara Berlengan Empat, mengerti memasuki diriku dan diriku memasuki; sebelumnya melakukan Mahanamaskara, Mahapuja, Catursarana, Simabandhana, Mantra Sataksara, Anda juga memanjatkan Sutra Raja Agung Avalokitesvara; setelah Anda menyelesaikan taracara ini, Anda pun mulai melakukan Sadhana Avalokitesvara Berlengan Empat, berlatih hingga Avalokitesvara Bodhisattva memasuki diriku dan diriku memasuki. Mudra Avalokitesvara Bodhisattva bermacam-macam, ada mudra yang satu ibu jari masuk ke dalam, satu ibu di luar, dikepalkan ke dalam, ini adalah mudra Avalokitesvara Bodhisattva. Ada lagi mudra Sahasrabhujanetra Avalokitesvara Bodhisattva, yakni tangan-Nya yang banyak dibentuk seperti ini, bersilangan, atau terbuka, artinya banyak tangan, ini adalah mudra Sahasrabhujanetra Avalokitesvara Bodhisattva. Avalokitesvara Bodhisattva memiliki banyak mudra, Anda gunakan mudra apapun boleh, ketika Anda sendiri berubah menjadi Avalokitesvara Bodhisattva, Anda pun mulai menekuni Sadhana Dhumapuja, ini adalah tahap awal, tahap inti.

Selanjutnya Anda menekuni Dhumapuja, ketika asap sedang menyala, Anda harus bervisualisasi wadah Anda, japalah Mantra Visualisasi Sunya "OM. SIBAWA. SUDA. SARWA. DARMA. SIBAWA. SUDUO. HANG.", ini adalah Mantra Visualisasi Sunya. Mantra Visualisasi Sunya melambangkan seluruh alam semesta, Anda bervisualisasi Dhumapuja Anda menjadi besar hingga sebesar angkasa, kemudian ketika bervisualisasi asap menyala, asap pun berubah menjadi lima persembahan mulia. Seluruh makhluk halus suka barang-barang berharga, Anda harus memvisualisasikannya. Visualisasi rumah yang paling disukai makhluk halus, sebesar apapun Anda boleh bervisualisasi untuk mereka. Visualisasi mobil, visualisasi mobil sport Ferrari memenuhi seluruh angkasa. Anda visualisasi makanan. Anda visualisasi sayur-mayur, ini lebih murah. Anda visualisasi abalone, hisit! Pokoknya visualisasi benda-benda yang paling mahal. Sarang burung, lobster, kita makan yang bermutu. Saya bahkan mendengar bahwa ada acarya yang wajahnya tertulis abalone, hisit, sepertinya ke mana pun saya pergi harus makan abalone, hisit, setiap umat se-Dharma selalu mempersembahkan abalone, hisit, setiap kali makan harus abalone, hisit, semua orang pun menjulukinya acarya abalone, hisit.

Pokoknya lima persembahan mulia, Anda persembahkan semua yang terbaik. Lain kali kalian berikan persembahan seperti ini saja pada acarya! Melalui Dhumapuja berubah menjadi lima persembahan mulia, "pangan, sandang, papan, transportasi, dan hiburan" semuanya tercakup, hiburan juga dipersembahkan padanya. Mudra yang Anda bentuk waktu itu adalah Mudra Garuda, Garuda melambangkan asap, karena ia bisa terbang, mudra ini gampang diingat, ini sedang terbang! Asap terbang seperti ini bagaikan garuda, terbang ke setiap pelosok alam semesta, seluruh makhluk halus pun menerima persembahan Anda. Saat Anda menyelesaikan tahap menerima persembahan, Anda harus japa satu mantra, yakni Mantra Paripurna mempersembahkan pada mereka "OM. ABULADI. PUBAYA. SUOHA." Sewaktu menjapa satu mantra harus memetik jari satu kali, total 7 kali, harus japa 7 kali artinya sempurna. Mengapa harus memetik jari? Karena jika saat Anda melakukan persembahan, makhluk halus masih tidur, Anda memetik jari, ia pun bangun. Lagipula satu petikan jari artinya Anda harus mempersembahkan pada mereka, Anda harus bersiap-siap memberikan mereka persembahan, japa Mantra Paripurna 7 kali, petik jari 7 kali, artinya persembahan selesai dan sempurna.

PELIMPAHAN JASA SADHANA DHUMAPUJA BOLEH MENGGUNAKAN BAHASA UMUM YANG SEDERHANA

Mengenai pelimpahan jasa, kemarin banyak orang mengatakan bahwa pelimpahan jasa Mahaguru tidak bisa diingat! Lantas, saya pun baca agak pelan, dengarkan sebentar, "Seluruh Dhumapuja dari pancaguna, Dewaraja Aharagandha Madhuka, Raja Kinnara dan kerabatnya. Raja Aharagandha Pancajati dan rakyatnya. Raja Naga, Putri Naga, dan para kerabatnya. Dewa Gunung, Dewa Air, Dewa Sungai dan Laut. Terutama segenap insan yang telah meninggal dunia namun belum bereinkarnasi dan berada di tengah bardo, segenap insan yang risau, semoga memperoleh persembahan guna sempurna. Bardo selayaknya memahami agar bebas dari ketakutan dan penderitaan, Sambhogakaya Buddha yang sempurna, semoga lekas mencapai Samyaksambodhi, tetap menjalankan walau tanpa kekuatan demikian, juga berkorban tanpa kekurangan sehingga muncullah sugata, bersedia menjalankan Anuttara Saddharma. Semoga lewat kekuatan pahala ini, saya tersingkir dari segala rintangan, keempat penderitaan bagaikan ombak lautan, semoga semua insan dunia saha diselamatkan." Menghafal gatha ini sungguh merisaukan, kita menggunakan bahasa umum yang sederhana, saya lebih mengerti bahasa umum. Dengan kata lain "Dhumapuja saya ini dipersembahkan pada semua makhluk halus, dipersembahkan pada semua musuh dan penagih utang saya, dipersembahkan pada semua yang berwujud dan tidak berwujud, agar mereka memperoleh kepuasan dan kebahagiaan, semoga musuh dan penagih utang saya dapat meninggalkan saya, menjauhi saya, semoga musuh dan penagih utang saya melatih diri kelak mencapai keberhasilan, semoga semua musuh dan penagih utang saya mengubah duka menjadi suka, saya pun dapat selamat dan sejahtera, sehat selalu, dapat tekun melatih diri, OM MANI PADME HUM." Begitulah. Ini lebih sederhana. Anda mengerti memberikan persembahan kepada musuh dan penagih utang, mempersembahkan kepada semua makhluk halus.

TEMPAT IBADAH MILIK LANGIT DAN BUMI

Kemarin saat saya berceramah, saya sempat menyinggung tentang Song Xian-zheng, ia sekarang juga seorang yang melatih diri dengan tekun, "Sanlun Leizang Si" yang akan dibangunnya di Dallas tanpa menggalang dana, lahannya milik sendiri, ia menggunakan kekuatan sendiri untuk membangun Leizang Si sendiri. Saya memberinya nama "Sanlun Leizang Si". Anda semua jangan mengira "sanlun" berarti tiga roda dari kenderaan beroda tiga (becak), ini mengandung arti tiga kali memutar Dharmacakra dalam Buddhadharma, jadi baru disebut "sanlun" (tricakra). Kelak ia juga seorang donatur utama. Dulu ia di Seattle, begitu ia meninggalkan Seattle, Anda lihat, tingkat keberhasilannya lumayan. Jadi, saya berharap kita seluruh siswa Zhenfo, jangan sepenuhnya tekun di tempat ibadah, tempat ibadah tentu harus kita jalankan, sebab kita bisa berkumpul mengadakan kebaktian bersama, ada pahalanya, namun, tempat ibadah adalah milik langit dan bumi, bukan milik perorangan.

Mahaguru pernah mengatakan bahwa saya menjadi kepala Vihara Lei Tsang Taiwan hanya nama saja, sekarang Acarya Lian Zhe adalah penjabat kepala vihara, namun kenyataannya semua personalia, administrasi, keuangan semuanya dilakukan olehnya, saya pribadi tidak campur tangan. Aset Vihara Lei Tsang Taiwan sekarang, termasuk aset bangunan dan lahan boleh dibilang seratus juta. Jika saya seorang yang sangat serakah, seratus juta loh! Semua orang tahu, Chen Chuan-fang bilang, "Kekayaan tidak dibawa datang, juga tidak dibawa pergi, tapi setiap orang suka kekayaan." Jika Mahaguru suka kekayaan, saya kembali ke Vihara Lei Tsang Taiwan, saya adalah kepala vihara! Anda penjabat kepala vihara, wakil kepala vihara semuanya ke pinggir dan istirahat. Lalu, ini milik saya! Setiap hari saya menatap tiang besar berlapis emas, yang penting senang. Peluk sebentar dengan gembira, satu orang tidak cukup memeluk tiang besar, setinggi tujuh tingkat loh! Bodhisattva juga setinggi 7 tingkat, senang melihatnya. Sekali saya melihat Amitabha, makin lama makin agung, sungguh ingin bawa pulang, tapi tidak bisa. Tak bisa dibawa pergi, dari luar dikatakan milik Anda, sebenarnya milik bumi. Usia Anda bisa lebih panjang daripada Vihara Lei Tsang? Jika usia Anda lebih panjang daripada Vihara Lei Tsang, makan saja seperti makan kue bolu. Usia Anda juga tidak lebih panjang dari Vihara Lei Tsang! Itu memang milik bumi, maka kita harus berpikiran terbuka!

Chen Chuan-fang mengatakan bahwa dirinya sudah berpikiran terbuka, sekarang saya tidak mau apa-apa lagi, Mahaguru, menurut Anda bagaimana tingkat spiritual saya akhir-akhir ini? Begitu saya lihat, wah! Akhir-akhir ini cerita lucu Anda makin bagus dari hari ke hari. Saya menemukan bahwa keempat mama besar memang melatih diri, bahkan mengalami kemajuan. Salah satunya, ada satu mama besar, ia sudah menyatu dengan Avalokitesvara Bodhisattva. Salah satu mama besar, bisa pergi ke alam suci. Salah satu mama besar lagi, bisa pergi ke alam surga. Salah satu mama besar lagi, kelak akan menjadi presiden. Keempat sadhaka mengalami kemajuan, keberhasilan mereka cukup tinggi.

DENGAN MEMAHAMI MAKNA UTAMA SADHANA TANTRA
MENEKUNI AJARAN TANTRA AKAN MENCAPAI KEBERHASILAN

Anda menekuni Dhumapuja, dalam usaha duniawi, Anda bisa berhasil, usaha non duniawi juga akan berhasil. Asal tahu saja, ini adalah bekal dasar, Dhumapuja adalah sadhana bekal, sadhana bekal yang terbaik, baik sekali untuk sadhana pribadi. Saya beritahu makna utama sadhana Tantra pada Anda semua. Makna utama Tantra, orang yang mengerti akan mengerti, orang yang tidak mengerti tidak akan mengerti. Sadhana Tantra, di cakra kening ada sebuah aksara "HAN", bagian empat jari di cakra pusar ada setengah aksara "AH", lewat menghirup prana, akan muncul "api tummo"; di dalam hati Anda ada sebuah aksara "HUM" biru, aksara "HUM" berubah menjadi yidam, lewat saling mengisi antara api tummo dan bindu, akan berubah menjadi "tubuh ilusi" Anda. Jika di dalam mimpi Anda juga dapat bersadhana, Anda pun akan memperoleh "visualisasi mimpi"; di dalam mimpi Anda juga dapat bersadhana, bergabung dengan terang, Anda pun memperoleh "terang". Kelak Anda memblokir kedelapan lubang, hanya tinggal satu lubang, Anda dorong dengan sekuat tenaga kesadaran dan prana Anda lewat prana, inilah "memindahkan kesadaran". Setelah Anda keluar, Anda melihat yidam Anda, Anda melebur dengan yidam inilah "grong'jug". Saya telah katakan, sebuah "api tummo", sebuah "tubuh ilusi", sebuah "visualisasi mimpi", sebuah "terang", sebuah "memindahkan kesadaran", sebuah "bardo".

Jika Anda mengerti, jika Anda telah memiliki tubuh ilusi, Anda pun bisa menggunakan kekuatan Anda mengendalikan tubuh ilusi Anda untuk langsung terlahir di Buddhaloka, langsung menggunakan tubuh ilusi Anda mencapai kebuddhaan disebut "mencapai kebuddhaan dalam tubuh sekarang". Jika Anda tidak bisa, Anda visualisasi yidam Anda di atas kepala Anda, nadi tengah yidam dan nadi tengah Anda terhubung, gerakkan prana yang telah Anda pelajari ke atas, dorong kesadaran Anda ke kesadaran yidam, dorong ke nadi tengah yidam, menyatu dengan yidam, Ia terbang ke alam suci, Anda pun ke alam suci. Jika masih tidak bisa, Anda tidak dapat mencapai keberhasilan tubuh ilusi Anda, hanya bardo Anda yang muncul, lantas Anda harus segera belajar "Metode Memindahkan Kesadaran". Anda harus mengerti menjapa mantra, mengerti visualisasi, yidam Anda muncul, Anda melebur ke dalam yidam Anda, Anda pun memindahkan kesadaran. Jika Anda ingin menjadi presiden, kelak Anda ingin menjadi presiden yang terkenal di dunia, Anda mesti belajar visualisasi, Anda harus visualisasi ibu yang melahirkan presiden, Anda harus mencarinya; kemudian bardo atau arwah Anda memasuki rahimnya, ini disebut "grong'jug"; Anda masuk ke rumah ini, lalu dilahirkan oleh ibu presiden, kelak Anda pun menjadi putra langit yang sudah ditakdirkan. Di dalam Tantra, ini disebut "Sadhana Grong'jug".

Kekuatan bardo orang biasa tidak cukup, sebab orang biasa tidak dapat mengendalikan diri, ia hanya dapat menempel di kupu-kupu. Kupu-kupu beterbangan, bardo Anda lewat, Anda menempel di atasnya, beterbangan, terbang ke pundak orang dekat. Anda jangan tepuk, karena ia maybe your grandfather or grandmother, menempel di sayap. Kadang-kadang, ia akan menempel di serangga, sewaktu Anda sedang melakukan penyeberangan, tiba-tiba, serangga yang belum pernah lihat sebelumnya, merayap ke atas meja Anda.

Suatu kali, saya membantu menyeberangkan seorang kerabat, seekor serangga merayap, mereka melihatnya ingin memukulnya dengan tangan, saya bilang, "Tunggu. It's your brother!" Ia adalah kakak Anda yang menempel di serangga pulang mencari Anda, ini juga salah satu dari Sadhana Grong'jug, tapi Sadhana Grong'jug demikian adalah Sadhana Grong'jug berkekuatan rendah, ia hanya dapat menempel di serangga dan kupu-kupu, tidak dapat menempel di seekor burung, kemudian terbang pulang mengunjungi orang dekatnya, lalu pergi setelah itu. Jangan menyakitinya.

Kita sebagai Tantrika mengerti Sadhana Grong'jug, seperti ada yang mengatakan ia ingin terlahir di dalam keluarga Bill Gates. Kalau begitu, sewaktu Anda meninggalkan dunia, Anda segera mencari istrinya, masuk ke dalam rahimnya, masuk ke dalam janinnya, begitu lahir Anda pun menjadi putra Bill Gates, Anda terlahir menjadi orang kaya. Untuk itu, tingkat spiritual Anda harus memadai, Anda dapat mengendalikan diri, Anda dapat pergi ke alam suci atau mencapai kebuddhaan atau bereinkarnasi menjadi presiden atau bereinkarnasi menjadi orang kaya atau bereinkarnasi ke mana pun sesuai kehendak Anda. Ini adalah keberhasilan kita dalam menekuni Tantra.

Sebentar lagi saya akan memberikan abhiseka Yamantaka untuk Anda semua. Sadhana Dhumapuja ini, saya minta acarya di Miyuan menuliskan urutan sadhana. Setelah selesai ditulis, perlihatkan pada saya, saya lihat bagus sekali, kemudian Anda semua bersadhana berdasarkan urutan ini. Saya pikir Anda semua kurang lebih sudah mengerti, kita menekuni begitu banyak yidam! Hanya ditambah persembahan Dhumapuja saja. Menurut saya, kita japa 7 kali mantra, 7 kali mantra adalah japa "OM. ABULADI. PUBAYA. SUOHA." Japa mantra ini saja, jangan japa mantra "OM. ABULADI. BULAYA. SUOHA." Japalah "OM. ABULADI. PUBAYA. SUOHA." Urutan sadhana Dhumapuja ini boleh dilakukan oleh semua orang, Anda semua juga boleh memanjatkan Sutra Raja Agung.

Sebentar lagi saya memberikan abhiseka Yamantaka pada Anda semua, walaupun Anda tidak menekuni Sadhana Yamantaka, namun Anda boleh menjapa Mantra Yamantaka, bisa membuat anda panjang umur. Beruntunglah kalian yang datang ke sini! Asalkan Anda menguasai mantra vajra dari Yamantaka, Anda sering japa, ratusan racun tidak mempan, Anda pun panjang umur dan bebas leluasa.

Om Mani Padme Hum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar