Senin, 31 Oktober 2011

~ Kunci Yidam Bhaisajyaguru ~ Sinar Vaidurya nan Suci

From Grand Master Book 75

Menurut saya, bila seseorang ingin tubuhnya tanpa sakit penyakit, maka parana dan nadinya harus tembus, dengan kata lain prana dan nadi sekujur tubuh dapat bersilkulasi dengan tepat dan lancar, tiada halangan, bahkan sampai seluruh tubuh transparan, bagaikan vaidurya, untuk mencapai ini harus menggunakan api dalam membakar semua kilesha, mencapai Vaidurya nan suci.

Sadhaka yang melakukan bhavana sampai demikia adalah sangat istimewa dan agung. Tubuhnya memancarkan sinar terang.

Sedangkan Bhaisajyaguruvaiduryaprabha Tathagata, atau disebut juga Buddha Maharaja Penyembuh,Beliau mendirikan sebuah Tanah Suci di sebelah Timur Gunung Sumeru, dinamakan Tanah Buddha Vaiduryaprabha, disebut juga Dunia Lazuardi nan suci di sebelah Timur, dunia tersebut sangat istimewa dan agug.

Harus tahu bahwa diantara 12 ikrar Bhaisajyaguru , yang pertama adalah berikrar membuat tubuh diri sendiri dan orang lain supaya bercahaya."

Dari ikrar agung yang pertama ini, sadhaka harus menekuni dahulu "Tubuh penuh dengan cahaya lazuardi yang suci.". Kemudian menekuni "Cahaya Lazuardi" seluruh umat manusia di dunia.

Menekuni Sadhana Yidam Bhaisajyaguru Tathagata, menurut saya ikrar yang pertama adalah kunci utamanya, tujuan dari Buddha ini adalah mengobati berbagai penyakit, terlebih dahulu bersadhana tekun sampai diri sendiri tiada sakit penyakit, barulah menolong orang lain sembuh dari penyakit.

Pengiring Bhaisajyaguru Buddha adalah Suryaprabha Bodhisattva dan Candraprabha Bodhisattva. Sedangkan Bodhisattva pengiring lainnya adalah Avalokitesvara Bodhisattva, Mahastamaprapta Bodhisattva, Manjusri Bodhisattva, Ratnacandana Kusuma Bodhisattva, Aksayamati Bodhisattva, Bhaisajyaraja, Bhaisajyasamudgata, Maitreya dan lain sebagainya.


Kunci dari yidam ini adalah :
Cakra hati sadhaka memancarkan cahaya vaidurya nan suci.
Cakra hati Bhaisajyaguru Buddha memancarkan cahaya vaidurya nan suci.
Kedua cahaya saling berpadu, sadhaka dan Bhaisajyaguru Buddha tiada beda, menyatu dengan Sang Yidam.

  Kemudian sadhaka menyinari dengan sinar vaidurya kepada para insan yang menderita dan sakit , supaya mereka memperoleh keleluasaan tubuh dan pikiran.
Cahaya vaidurya suci dari tubuh sadhaka harus diperoleh dari pelatihan api dalam.

Menurut Buddha Hidup Liansheng, bila ingin memberikan manfaat bagi para insan, menolong para insan, bisa menekuni Sadhana Pancamandala Saptabuddha Bhaisajyaguru.

Sapta Buddha adalah :

善稱名吉祥王如來
Shanchengming jixiangwang rulai


寶月智嚴音自在王如來
Baoyue zhiyanyin zizaiwang rulai


金色寶光妙行成就如來
Jinse baoguang miaoxing chengjiu rulai


無憂最勝吉祥如來
Wuyou zuisheng jixiang rulai


法海雷音如來
Fahai leiyin rulai


法海慧遊戲神通如來
Fahaihui youxi shentong rulai


藥師琉璃光如來
Yaoshiliuliguang rulai


sedangkan Pancamandala adalah :


中央大聖不動明王
zhongyang dasheng budong mingwang

Acalanatha Vidyaraja di tengah


南方軍荼利夜叉明王
nanfang juntuli yecha mingwang

Kundaliyaksa Vidyaraja di Selatan


北方是金剛夜叉明王
beifang jingang yecha mingwang

Vajrayaksa Vidyaraja di Utara


東方是降三世明王
dongfang jiangshanshi mingwang

Trailokya Vidyaraja di Timur


西方是大威德明王
xifang daweide mingwang

Yamantaka Vidyaraja di sebelah Barat


Selain itu ada sadhana 12 Devapati Bhaisajyaguru, merupakan tantra berdasarkan 12 cabang sodiak.

Sebenarnya homa juga dapat ditekuni, digunakan sebagai pendukung , pelatihan api dalam adalah penekunan sampai sekujur tubuh bagaikan vaidurya, sedangkan sadhana api luar adalah homa, homa adalah mewakili diri sendiri dan orang lain membakar karma buruk dan kilesha.

Bila kilesha dan karma buruk disingkirkan maka tidak akan ada penyakit.

Kunci utama yang sesungguhnya dari Yidam Bhaisajyaguru Buddha adalah :
api dalam
api luar
cahaya vaidurya nan suci

penekun sadhana ini harus terlebih dahulu memahami ajaran Sakyamuni Buddha mengenai ladang pahala yang pertama adalah merawat orang sakit.


Buddha pernah mengatakan, sejak saat ini sampai kelak, harus merawat orang sakit, bila ingin meberi persembahan pada Ku, terlebih dahulu berilah dana pada orang sakit.

Dalam Brahmajala Sutra dikatakan :
Bila siswa Buddha bertemu dengan orang sakit, harus memberi persembahan bagaikan pada Sang Buddha sendiri, diantara delapan ladang berkah, memberi perhatian pada orang sakit adalah yang pertama. Bila ayah bunda, guru maupun sangha serta siswa ada yang sakit, cacat dan berbagai derita, harus diobati dan dirawat.


Dalam Dharmaguptavinaya, ada lima prinsip utama :

1. Mengetahui makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh si sakit, berdana makanan yang boleh dimakan si sakit.

2. Tidak jijik terhadap kotoran, air seni maupun muntahan orang sakit.

3. Berwelas asih tanpa pamrih akan sandang pangan.

4. Mampu memberikan pengobatan sampai penderita sembuh , sampai akhir hayat tak berubah.

5. Membabarkan Dharma pada penderita supaya memperoleh suka cita.


Di dalam lima poin tersebut, poin ke lima sangat penting, harus mengetahui bahwa derita penyakit adalah akibat karma buruk masa lampau, maka barulah ada akibat yang demikian, oleh karena itu hendaklah bertobat. Harus menuntun si sakit untuk bersarana pada Triratna, merenungkan Buddha, Dharma dan Sangha, supaya dia bisa memahami hukum karma.

Saya pernah menggunakan api homa Bhaisajyaguru sadhana dan sadhana sinar, atau cahaya suci vaidurya menyinari benang merah atau hijau, untuk mengobati penyakit, orang sakit yang tersembuhkan sudah tak terhitung banyaknya, Sadhana ini sungguh luar biasa, Dharmabalanya tak terhingga, merupakan sadhana Yidam yang Anuttara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar