Jumat, 06 Januari 2012

Seorang Pendeta Mao-shan 茅山道士

Seorang Pendeta Mao-shan
茅山道士

☆Homage To Dharmaraja Liansheng☆
☆Homage To Sarasvati Bhagavati☆
Source : Grand Master Lu's Book 225

Translated by Lianhua Ĵυή Shi An

Saya ingat , suatu saat saya menerima undangan untuk memimpin Upacara Dharma di Vancouver Canada, lokasinya di Ruang Auditorium University of British Columbia, Upacara saat itu sangat lain, maksud saya adalah sangat istimewa.  
Karena, ada seorang Pendeta Maoshan, yang dikarenakan iri pada ketenaran saya, sehingga ia membidikkan tiga anak panah kepada Mahaguru Lu.
  
Saat Upacara dimulai, terlebih dahulu ada banyak hawa abu-abu yang tertahan di luar arena oleh Vajra-prakara (Tembok Vajra) yang saya dirikan.
  
Saya telah mengetahuinya, namun tak terlalu memperdulikannya.
  
Menyusul sekelebat suara "Syuuu" ,sebatang anak panah berwarna hitam melesat menuju ke hadapan saya, saya membentuk Mudra Kavacha dari Vajra Kalacakra (Perisai Kalacakra) , saya melafal : "Om. Ha. Ga Ma La. Wa La Ya. Suoha.", "KRAK", anak panah tersebut patah.   
  
"Syuu", kembali menyusul anak panah hitam yang kedua, melesat ke arah jantung saya, saya masih menggunakan Vajra Kavacha untuk mematahkan panahnya.
  
"Syuu", lagi-lagi anak panah hitam, kali ini yang ketiga melesat ke bagian bawah tubuh saya, saya tetap menggunakan Vajra Kavacha untuk mematahkannya.
  
Kali ini, jika saya tidak menguasai Metode Vajra-kavacha dari Kalacakra, dikhawatirkan saya akan terjatuh dari atas singasana Dharma, mungkin juga kehilangan nyawa.
  
Kali ini saya juga tidak perlu segan lagi, saya melafal :
"Tian-yuan Di-fang, Lv-ling Jiu-zhang, Wu jin chi-zhou, she-zhu dui-fang. Shen-bing Shen-jiang Huo-su Ji Ji Ru Lv-ling."

Saya membentuk Mudra Menyerap Roh.
  
Roh Pendeta Maoshan itu melayang-layang datang pada saya, saya mengurungnya dengan cangkir teh, dengan ditambahkan Mudra Segel.
  
Saat itu juga saya mengumumkan :
"Pendeta ini mempunyai sebuah Dao-guan di sebelah Tenggara.   
Saya menuturkan raut wajah sang pendeta.   
Beserta usia sang pendeta.   

Saat itu, ada seorang saudara Sedharma yang memotret cangkir teh tersebut, ternyata nampak di atas penutup cangkir ada sebuah hawa abu-abu.  

Semua umat terkejut.

●

Usai kejadian tersebut, Acarya Shaodong pergi memeriksa hal ini, ternyata sungguh ada sebuah Dao-guan di lokasi tersebut.

Usia dan raut wajah pendetanya juga sama.   
Pendeta ini telah sakit beberapa hari.
  
Asal mula peristiwa ini adalah, ada beberapa Saudara Sedharma yang ditarik oleh pendeta ini dengan menggunakan ilmunya, sehingga mereka menjadi bingung. Saat saya membabarkan Dharma di Vancouver, Saudara Sedharma tersebut juga hadir, ini menyebabkan Pendeta Maoshan tersebut merasa tidak terima, sehingga ia mendirikan altar dan membidikkan anak panah kepada saya. Akhirnya tiga panah telah dibidikkan namun gagal, ini menyebabkan ia jatuh sakit, sampai akhirnya saya melepaskan dia, namun ia telah kehilangan banyak hawa murni !

●

Acarya Shaodong mengatakan :
"Sungguh jitu !"
  
Ia memohon saya untuk mengajarinya Metode Pematah Panah. Sesungguhnya ini bukan Metode Pematah Panah, melainkan Metode Vajra-kavacha dari Kalacakra.

●

Saya mengatakan :
Di dunia ini, ada Tao putih, maka juga ada Tao hitam, gambar Taiji di Tao, separuh putih dan separuh hitam, masing-masing mengandung bagiannya, besarnya sama.
  
Dalam Buddhisme dibahas mengenai : "Karma Putih" dan "Karma Hitam"
Dalam Tao disebut "Satu Yang" dan "Satu Yin"
  
Putih mewakili Yang, hitam mewakili Yin. Kekuatan Yang dan kekuatan Yin adalah sama besarnya.
  
Ini seperti halnya matahari, ia memiliki api yang bersifat "Puncak Yang", yang melesat keluar , menyinari bumi.
  
Namun juga ada lubang hitam yang bersifat "Puncak Yin", yang menghisap ke arah dalam memasuki intisari "Puncak Yin", dengan demikian barulah matahari bisa berada.
  
Dewa Brahma Sang Pencipta dalam Hinduisme adalah mewakili "Puncak Yang".  
Dewa Siwa Sang Pelebur dalam Hinduisme, adalah mewakili "Puncak Yin".
  
Sedangkan penekunan Tao adalah :
"Mengetahui Putih Menyimpan Hitam."

◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦☆☆☆◦⌣
◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦

茅山道士

記得有一回,我受邀去加拿大「溫哥華」做法會,地點是在「卑詩大學」的大禮堂,那一次的法會很別開生面,我的意思是說很「特別」。
  
因為,有一位「茅山道士」因嫉妒我的盛名,向盧師尊射了三支箭。
  
法會進行中,先是一股灰色的氣,瀰漫在會場,被我的「金剛牆」擋在門外。
  
我注意到了,但,不理會。
  
接著:「咻」的一聲,一支黑箭,對著我的門面射至,我將自己的手,化為「時輪金剛」的盾,我口誦時輪金剛咒:「嗡。哈。卡媽拉。瓦拉亞。梭哈。」
  
箭一碰盾,「卡察」斷了。
  
「咻」的一聲,又來第二支黑箭,對著我的心臟射至,我仍然用「盾」折了他的箭。
  
「咻」的一聲,又來第三支黑箭,對著我的下部射至,我仍然用「盾」折了他的箭。
  
這一次,我若不會「時輪金剛」的「盾」法,我恐怕會從法座上跌下來,一命嗚呼也說不定。
  
這時,我也不用客氣了,我唸:「天圓地方,律令九章,吾今持咒,攝住對方。神兵神將火速{口急}{口急}如律令。」  
我手結「攝魂印」。
  
那魂魄飄飄蕩蕩,一位茅山道士,被我攝來,我用一茶杯把他蓋住,加上封印。
  
我當場宣佈這件事:此道士有一道觀,在東南方位。  
道士相貌。  
道士年齡。  
此時,有一同門,用相機,照茶杯,果然看見杯蓋上方有一股灰氣。  
眾同門大駭。
●
事後,趙少東上師去察這件事,果然有一道觀在那個方位上。  
有道士年齡相貌彷彿。  
這位道士病了多天。
  
事情的原委是,有幾位同門,被道士用法攝住,供其役用,弄得迷迷糊糊的。我至溫哥華弘法,同門也來參加,茅山道士不服氣,便設壇用箭射我。結果三支箭沒了,病了許多天,直到我把他放回,但,已大喪元氣矣!
●
趙少東上師說:「有夠準!」  
趙上師追著我,要我傳他「折箭法」。其實不是「折箭法」而是時輪金剛「盾牌法」。
●
我說:這世界上,有白道,就有黑道,道家的太極圖,一半是白,一半是黑,各佔一半,是相等的大。
  
佛教講「白業」「黑業」。  
道家稱「一陽」「一陰」。
  
白是代表著陽,黑是代表著陰,陽的力量及陰的力量是一樣大的。
  
這如同太陽一樣,它有至陽之火,向外放射,普照天下。
  
但,也有至陰的黑洞,向內吸入至陰之精,如此,太陽才能永恆的存在。
  
印度教的創造神大梵天,代表至陽。  
印度教的破壞神濕婆神,代表至陰。
  
而修道是:「知白守黑」。

Rabu, 21 Desember 2011

"勿忘誓約" - 莲生活佛/真佛报-真佛论剑专栏 ¤ Janganlah lupakan Ikrar ¤

 
"勿忘誓約" - 莲生活佛/真佛报-真佛论剑专栏
¤ Janganlah lupakan Ikrar ¤
oleh : Maha Guru Lian Sheng Huo Fo
Koran Zhenfo Bao - Rubrik 'Pedang Komentar Satya Buddha'

Dalam penjelajahan 「langkah dewa」----------

Kujumpai sesosok Dakini , sambil membawa bunga-bungaan segar , menjemputKu di tengah angkasa , Ku perhatikan benar-benar ternyata sosok Dakini ini ialah siswiKu. Ia karena semasa di duniawi , membantuKu menolong insan , maka dengan kemudahan terealisasikan sebagai manusia langit.

Aku sangat terperanjat : 「anda telah wafat!」
Dakini terisak tangis hingga matanya memerah : 「Benar. 」
「Kapankah kejadiannya?」 Aku terharu.
「Sehari sebelumnya masih baik-baik , malamnya ketika check up ulang , langsung “pergi”! 」
Air mataKu bersimbah keluar tak tertahan. Ia sesungguhnya merupakan siswiKu yang baik!

Aku menanyakan :
「Kini kemanakah anda menuju?」
Dakini menjawab :
「Pekerjaan usaha di dunia Saha , pada dasarnya langsung dijalankan oleh saya sendiri. Setelah saya pergi , mereka tak mampu menanganinya , hari ini menemui Maha Guru , adalah karena saya berniat kembali ke dunia Saha untuk membantu usaha saya sekali lagi, agar saya terlahirkan kembali ke dalam keluarga besar untuk membantu usaha tersebut. 」
「Aku beranggapan hal seperti ini sangat menggelikan , segala sesuatu dari dunia Saha adalah urusan duniawi , setelah kematian segalanya usai , anda jika bertumimbal lahir kembali ke dunia , akan ditertawakan dari berbagai penjuru. 」
「Tetapi , saya sangat menseriusi usaha ini!」

Aku menegurnya :
「Anda pulang sajalah ke Maha Padminiloka! Karna sekali hadir kembali ke alam manusia , kuatirnya sukar pulang kembali ke Sukhavati-loka.」
「Saya tidak mau pulang. 」 ujar Dakini dengan mantapnya , ia berniat kembali ke alam manusia.
「Anda telah lupa dengan ikrar semula!」
「Saya dan Maha Guru ada ikrar apa gerangan? 」 Dakini telah lupa.

Aku mewujudkan sebuah 「gambaran penglihatan 」 untuk dilihatnya :
Dahulu kala , pada awal mulanya ia adalah penghuni Tanah Suci Maha Padminiloka , jika ditilik dari ikrar sebelumnya adalah begini : Saya (Lian Seng Huo Fo) turun ke dunia Saha , turut mengajaknya agar memberikan dukungan , pada awalnya ia tidak berkenan karena「5 rintangan kekotoran batin 」dunia Saha sarat penderitaan , oleh sebab itu ia tidak berkenan hadir menjadi insan awam , karena :

Bagaikan batu koral bergantungan di tubuh badak yang rapuh ;
Gemurah ombak lautan derita tiada bertepi.

Aku berkata :
Dan kini Sukhavati tlah terjejaki untuk ditinggali
Perbedaan Arya ataupun insan awam hanyalah setipis benang.

Setelah Aku menasihati berulang-ulang barulah ia turun ke dunia Saha. Ia terlahirkan lebih dahulu , kemudian barulah Ku-lahir , dari segi usia ia lebih tua daripadaKu beberapa tahun.

Aku menyanggupi dia :
Karna adanya Amitabha di hati.
Muncullah seberkas niat melintasi ribuan gunung;
Di antaranya niscaya ada pancaran sinar kembali
Janganlah ikrar dilupai ‘tuk mencari lagi di luar

Aku menyanggupi dia :
Kali ini berpulang kembali ke Sukhavati-loka
Kembali ke kolam teratai tiada ubahnya serupa Avalokitesvara

Inilah ikrar antara Saya (Lian Sheng Huo Fo Lu Sheng-Yen) dan sosok Dakini ini, dan kini , ia telah melupakan segala-galanya , hanya berniat kembali ke dunia manusia mengurusi usahanya.

Ketika Saya menyepi di 「Danau Daun 」, tersadarkan bahwa alam duniawi sukar dijalani , begitu banyaknya jebakan , begitu banyaknya jeratan ikatan , begitu banyaknya derita di alam duniawi , sukar menemukan Buddha Dharma , walaupun telah ditemui Buddha Dharma ini , pun tidak menjamin akan yakin dan dipahami , apalagi untuk dijalani dan dibuktikan.

Oh Dakini ! Anda ingin turun ke duniawi untuk kembali mengurusi usaha , mengapakah tidak menyadari 「Dukkha 」, 「Sunya 」, 「Anitya 」, mampukah anda tidak diputar-balikkan oleh ragam kondisi? Tidak terpengaruh oleh rupa kondisi? Tidak dikacau-balaukan oleh ragam fenomena?

Oh Dakini! Anda pada kehidupan kali ini ber-Sarana kepada-Ku , Aku mengenalimu , anda mengatakan : ini dikarenakan Anda menginginkan saya turun mendukung Satya Buddha (Zhen Fo) , dan kini Aku yang telah bersemayam di 「Danau Daun 」, anda berkeinginan kembali ke duniawi untuk apakah gerangan?

Oh Dakini!
Mampukah anda berbahagia dalam kemurnian?
Mampukah anda mengingati jalan penekunan?
Mampukah anda meninggalkan derita perolehi sukha?
Mampukah anda menyucikan hati?
Mampukah anda pulang kembali ke Maha Padminiloka?

Keberhasilan sepanjang hidup manusia sesungguhnya berada pada kemurnian hati diri sendiri , pandangan hambar akan nama besar dan keuntungan , dan keberhasilan yang terutama adalah menyelamatkan insan keluar dari lingkaran penderitaan , kesucian tanpa ternoda seperti ini barulah tiada akan bertumimbal lahir di 「6 alam kehidupan 」,
Oh Dakini! Anda kembali lagi ke alam manusia , adakah rasa percaya diri, punyakah kepastian?

Usai tuturanKu ini.

Kedua mata Dakini berlinang air mata , sekujur badan gemetaran , Aku tahu , ia sama sekali tidak memiliki rasa kepastian mampu kembali ke atas langit. Inilah apa yang Ku-kuatirkan.

Dakini berkata :
「Maha Guru , sekarang saya harus bagaimana? 」
Dalam hati Dakini bergelut penuh pertentangan.

Aku menguraikan sekali lagi untuk Dakini :
Segenap insan awam karena kemelekatan diri sendiri , terbenamkan dalam lautan penderitaan , bagaikan berada dalam rumah yang dilalap api , di dunia ini manusia bergelut dalam panas dan dingin , setiap orang berkata derita lebih banyak dibandingkan kebahagiaan. Manusia sekarang walaupun berada dalam lautan derita , namun ada berapakah yang sadar dan turut serta ikhlas melepaskan , bagaikan berada di dalam mimpi , tak bisa keluar daripadanya.

Aku menguraikan lagi :
「Kini Buddha-loka Sukhavati alam Barat , segenap suara yang dikeluarkan , tak pelak mengumandangkan Dharma istimewa , air Ratna mengalir di antara teratai , wujud rupa Tathagata dan para Arya tiada bandingan , Cinta-mani Ratna memancarkan cahaya keemasan , beraneka istana ratna mutu manikam , pasir emas melapisi tanah. Buddha-loka sedemikian ini tidak anda datangi , sudah tahu urusan duniawi bagaikan mimpi , tetapi malah mengejar mimpi , sudah tahu ada kemungkinan jatuh ke 3 alam penderitaan , dan apalagi arah pulang kembali pun hanya samar-samar diketahui , belum sadarkah dari mimpi besarmu?」

Dakini berkata :
「Bagaimana dengan anak cucu? 」
Aku tergelak tawa :
「Anak cucu punya peruntungan nasib masing-masing , tiada perlu bersusah payah bagaikan kuda dan kerbau bagi mereka 」
Dakini bertanya :
「Bagaimana menapaki jalan ke Tanah Barat? 」

Aku berkata :
Takkan berat lagi jika asal beban dilepaskan
Teratai seketika bermekaran di bawah kaki;
Jika engkau sepenuh hati menjapa nama Buddha
Dudukan teratai tak perlu dipesan

Dakini menjapakan : 「Namo Sanshiliuwanyi-Yiyishiwan-Jiuqianwubai-Tongmingtonghao-Amituofo. 」

Seketika juga Aku ‘Maha Guru Lian Sheng Huo Fo Lu Sheng-Yen’ menjelma menjadi sosok Dharmakaya dengan 32 tanda agung Sang usia tak terbatas Amitabha Buddha , segenap awan mega di badan memancarkan sinar terang , di dalam tangan memegang sebuah dudukan teratai , segalanya tak berkekurangan. Aku melepaskan dudukan teratai dan dalam seketika Dakini menyertai duduk di atasnya.

Dakini bertanya : 「Bagaimanakah menamai japa Buddha saya ini? 」

「Japa nama Buddha terdapat 10 macam , antara lain japa dalam keheningan, japa suci murni , japa tak ternoda , japa terang , japa tinggalkan keduniawian , japa tinggalkan aneka rupa, japa tinggalkan kekotoran batin, japa pancaran cahaya , japa suka cita , japa tiada rintangan. Satu penjapaan anda tadi , telah melengkapi ke-10 bentuk penjapaan ini. 」

「Bagaimanakah tiba di Seberang? 」 tanya Dakini.

「Dalam satu niat pikiran kan tiba . Dalam seketika juga terlahirkan di Buddha-loka. 」
Pada saat itu pun , Dakini telah tiba di Maha Padminiloka , sekuntum teratai tlah lahir menjelma!

==================================

terjemahan oleh : Lianhua Feng-Li. — with Sandy Dharma Wangsa.

Senin, 19 Desember 2011

♡ Agama Buddha Yang Sejati ♡ 正信的佛教


♡ Agama Buddha Yang Sejati
♡ 正信的佛教

Source : True Buddha News 878

中天電視,由張佳琪小姐擔任主持
Taiwan CTi TV , Host : Ms Zhang Jiaqi

Translated by Lianhua Jun Shi An

主持人提問:「一般人對真佛宗,往往因不了解而有誤解。
在書中有一篇『正信佛教』,非常精采,師尊的觀點充滿智慧,可否請師尊談談?

蓮生活佛說:「現在我在講《六祖壇經》,六祖說修出世間法就是正,有出離心,要離開人間。人間是凡塵,太迷於世俗就是邪,離開世俗就是正。 並不是說我們這個教是佛教,就是正信佛教,你是依附佛教,所以你還是在佛教的外面,這種解釋是錯誤的,真正的正信佛教是依佛的教導修出世間法,到了清淨的 佛國,修成菩薩修成佛。你太迷於世俗,一天到晚爭名、賺錢、攻擊、忌妒、吃醋、好勝、驕傲,這個就是邪的,我們分別正邪就是這麼簡單。出世間就是正,太世俗就是邪。那些不好的心理,瞋恨、慾望太重、名位太重、太貪財,這就是邪的。

林立仁師兄回應:「這個社會誤解是難免的。白人不懂黑人,黑人不懂黃人的價值觀,北部人講南部人較低俗,誤解也是很自然的事。未皈依前參加兩次顯教的佛七及佛學夏令營,其實每個宗教都是希望別人來肯定它。我們只要把本分做好,別人要誤解沒有辦法。」

蓮生活佛:「他講的非常有道理,每個人都認為自己正別人邪,自己的宗教都是最正的,事實上見仁見智。在我的眼光看起來,只要做得正,就是正人,人也立了,神格也立了,你也學了佛,都是好。做一個正正當當的人,很有正義的人,很有仁心的人,非常好,這也是一個階級。

我認為不該互相箝制、互相否定、互相攻擊、互相毀謗,這是不好的。在佛教講起來,佛本身是無諍的,沒有什麼爭執。」

Presenter : “Orang-orang masih ada yang tidak memiliki pengertian benar dan salah paham terhadap Zhen Fozong , di dalam buku ada sebuah judul Agama Buddha Yang Sejati, sangat menarik dan mudah dipahami, cara pandang Mahaguru penuh dengan Prajna, mohon Mahaguru berkenan membahasnya.”

Buddha Hidup Liansheng :

“Saat ini saya sedang melakukan pembabaran mengenai Sutra Altar Patriak ke 6, Patriak ke 6 mengatakan bahwa merealisasikan lokuttara Dharma (Dharma pembebasan) adalah Dharma yang sejati, yaitu mempunyai tekad untuk bebas dari kemelekatan dunia, terbebas dari dunia. Karena dunia ini adalah samsara, terlalu melekat pada keduniawian adalah sesat, terlepas dari kemelekatan duniawi adalah sejati. Jadi bukannya asal kita memeluk agama Buddha maka disebut agama Buddha sejati, penjelasan macam ini adalah keliru, karena Anda hanya mengenakan agama Buddha, jadi masih termasuk di luar ajaran Buddha. Ajaran Buddha yang sejati adalah dengan berlandaskan ajaran Buddha merealisasikan Dharma lokuttara, merealisasikan Negeri Buddha, merealisasikan Kebodhisattva-an dan Kebuddhaan.

Jika Anda terlampau melekat pada keduniawian, dari siang sampai malam sibuk bertikai demi nama, uang, kekuasaan, iri dengki, cemburu, ingin menang sendiri, pongah, ini semua adalah sesat. Demikian sederhana kita membedakan antara sesat dan yang sejati. Lokuttara adalah sejati, terlampau melekat pada keduniawian adalah sesat. Seperti sifat-sifat yang tidak baik, benci, nafsu yang terlampau besar, hasrat pada nama terlampau berat, terlampau rakus harta, ini adalah sesat.”

Saudara Li Li-ren menambahkan :
“Kehidupan masyarakat memang sukar untuk lepas dari kesalah pahaman, seperti orang kulit putih tidak memahami orang kulit hitam, seperti halnya permasalahan orang kulit hitam tidak memahami orang kulit kuning, orang Utara mengatai budaya orang Selatan lebih rendah, demikianlah kesalah pahaman juga merupakan hal yang kerap terjadi. Sebelum saya bersarana, pernah mengikuti dua kali acara Tujuh Hari Pendalaman Buddhisme dan Retreat musim panas yang diselenggarakan oleh aliran eksoterik, sebenarnya semua agama mengharap supaya yang lain bisa memahaminya. Asalkan kita melakukan tugas kita sendiri kita dengan baik, maka orang lain tidak akan bisa lagi salah paham .”

Buddha Hidup Liansheng :
“Apa yang dikatakan nya sangat beralasan, tiap orang sedang menganggap dirinya sendiri yang benar sedangkan yang lain sesat, agama sendiri adalah yang paling benar, sesungguhnya semua tergantung masing-masing individu. Menurut pandangan saya, asalkan yang dilakukan adalah baik dan bermanfaat, maka dia adalah manusia sejati, hubungan antar manusia telah dibina dengan baik, demikian juga hubungan Ketuhanan pribadinya, telah mempraktekkan Buddha Dharma, semuanya baik. Menjadi seorang yang benar, orang yang berkebajikan, berkeprimanusiaan, sangat baik, ini juga merupakan sebuah tahapan.

Menurut saya, tidak boleh saling menekan, saling menghakimi , saling menyerang dan saling menjelek-jelekkan,

ini semua tidak baik. Dalam Buddhisme sendiri, Buddha sendiri adalah tiada pertikaian, tidak ada kemelekatan pertikaian.”

OM AMOGHA PUJA MANI PADMA VAJRE TATHAGATA VILOKITE SAMANTA PRASARA HUM

Menyelamatkan Jiwa Seorang Manusia dengan Kekuatan Mantra ¤ 以 「咒力」 救人一命 - 文/蓮生活佛


¤ Menyelamatkan Jiwa Seorang Manusia dengan Kekuatan Mantra ¤
以 「咒力」 救人一命 - 文/蓮生活佛
Oleh: Buddha Hidup Liansheng Sheng-yen Lu

Wang Qizhong adalah seorang yogi yang melatih diri. Bolak balik India, Nepal, dan Tibet.

Ia diyakini oleh seorang Rinpoche Nyingmapa sebagai titisan Milarepa, dari awal sudah diakui sebagai seorang acarya.

Wang Qizhong sudah lama bersarana pada saya, kemudian, keliling dunia, berceramah Dharma dan menyeberangkan insan ke mana-mana.

Ia berambut panjang.

Sekujur tubuh berpakaian putih.

Ia mempersembahkan seluruh perbuatan, ucapan, dan pikiran kepada Buddha Hidup Lian Sheng, Sheng-yen Lu, saya menganugrahinya sebuah "rompi naga" yang pernah saya pakai.

Pada tanggal 24 Agustus 2011. Di Ling Shen Ching Tze Temple, Seattle, Washington. Wang Qizhong bertemu muka dengan saya.

Ia bercerita: ia memiliki seorang pacar berkebangsaan Perancis, bule, orang tua sang pacar berwisata ke daratan China.

Terjadi sebuah kecelakaan besar.

Ibunda sang pacar cedera parah, dibawa ke rumah sakit, indeks koma sangat rendah.

Rumah sakit vonis tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi.

Dokter vonis meninggal dunia.

Keluarga sang pacar menangis terisak-isak.

Wang Qizhong menjapa mantra hati Mahaguru tanpa tidur maupun istirahat, "Om. Guru. Liansheng. Siddhi. Hum."

Tiga hari tiga malam.

Wang Qizhong melihat Mahaguru Lu datang, tersenyum padanya, kemudian, memancarkan cahaya memberkati ibunda sang pacar, kedua tangan memancarkan cahaya yang sangat terang, kekuatan pemberkatan yang sangat luar biasa.

Wang Qizhong berkata pada pacarnya, "Sudah tertolong! Mahaguru sudah datang!"

Sang pacar berkata, "Mustahil, semua dokter rumah sakit sudah menyerah."

Wang Qizhong yakin sekali.

Ia benar-benar melihat Mahaguru Lu tersenyum padanya, bahkan kedua tangan memancarkan cahaya yang terang-benderang menerangi.

Ia yakin pasti tertolong!

Alhasil: keajaiban terjadi, ibunda sang pacar tak disangka buka mata, hidup kembali, semua dokter rumah sakit tidak berani percaya.

Perancis mengutus pesawat khusus, mengantarkan ibunda sang pacar kembali ke Perancis untuk melanjutkan pengobatan, seluruh keluarga sang pacar pun bersarana pada Zhenfo Zong.

*

Saya jujur memberitahu Anda semua, saya adalah seorang yang berinteraksi dengan "langit dan bumi", "yin dan yang".

Saya adalah orang yang memiliki daya gaib.

Mantra hati saya "Om. Guru. Liansheng. Siddhi. Hum." Tepatnya adalah panggilan "mantra nama".

Dapat memanggil saya dengan "memusatkan kesadaran masuk ke kening", saya pasti "menerima signal", inilah kunci rahasia.

Wang Qizhong 3 hari 3 malam tanpa tidur maupun istirahat memanggil saya, berarti "di luar memadamkan semua sebab dan kondisi", "lubuk hati tidak mengenal lelah", "hati bagaikan tembok", "maka bisa memasuki kebenaran". "Memusatkan perhatian" ini sangat hebat, ia telah menyentuh hati Mahaguru Lu, Mahaguru Lu memberkati dengan "titisan luar tubuh"!

Oleh karena itu: ibunda sang pacar, enam garis Trigrams, garis Trigrams pertama mulai bergerak, "sebuah yang mulai bergerak, segala hal ikhwal terlahirkan", ini adalah langkah pertama ketrampilan dari "mati" berubah menjadi "hidup".

Artikel singkat ini, semua orang mengira tidak ada hubungan dengan "ramalan jitu", sebenarnya ini adalah sebuah tanda-tanda "daya gaib".

Wang Qizhong mengapa yakin ibunda sang pacar bisa hidup?

Karena ia melihat "titisan luar tubuh" dari Mahaguru Lu telah datang memberkati, karena melihat, ia pasti hidup.

Saya mampu melihat semua "keanehan".

Sehingga ramalan saya bisa sangat tepat!

Buku ke-225 : 'Shen Shuan You Gou Zhun' (Betapa Tepatnya Ramalan Jitu)
Sumber : http://indonesia.tbsn.org/modules/news2/article.php?storyid=674

Sabtu, 17 Desember 2011

♡ Adharmik dan Dharma Sejati ♡「正法」和「邪法」


♡ Adharmik dan Dharma Sejati
♡「正法」和「邪法」

Source : Dharma-raja Liansheng Dharmatalk 12 / 11 / 2011
Translated by Lianhua Ĵυή Shi An

☆ 六祖的 《法寶壇經》,「你們所有的弟子,守護這個經典,傳授這
個經典度眾生」,只要依這個法來講,就叫作「正法」。若不依這個法來講,就是「邪法」。甚麼是「正 法」,甚麼是「邪法」?在人間,才有「正法」和「邪法」,若開悟了,連「正法」和「邪法」都沒有。在這裡,六祖講「凡是出世的法,稱為『正法』;所謂入世的法,稱為『方便法』」,其實,「方便法」,又叫作「邪法」。坦白跟大家講,人間的知識,都屬於「邪法」,唯有出世的法,是屬於「正法」。六祖為什麼跟大家講祂不需要將祖衣再傳了呢?因為所有的弟子統統都明白了「正 法」

Sutra Altar Dharma-ratna dari Patriak Ke Enam (Hui-neng), “Anda sekalian, para siswa, lindungilah (ajaran) sutra ini , sebar luaskan sutra ini untuk menyelamatkan para insan.”

Asalkan berlandaskan pada Dharma ini, maka disebut Satya Dharma (Dharma sejati), , namun jika tidak berlandaskan pada Dharma ini , maka disebut Adharma. Apa itu Satya Dharma dan apa itu Adharma ?

Sesungguhnya hanya di dunia fana ini barulah ada yang namanya Satya Dharma dan Adharma, jika telah tercerahkan , maka bahkan Satya Dharma dan Adharma tidak akan ada lagi.

Di sini, Patriak ke 6 mengatakan, “Dharma lokuttara (non duniawi) disebut Satya Dharma ; Sedangkan dharma lokiya (duniawi) disebut upaya kausalya (sebuah metode yang digunakan sesuai dengan akar pembawaan calon penerima ajaran, supaya dia mampu memahami makna ajaran yang hendak disampaikan.) .”Sesungguhnya, upaya kausalya disebut juga sebagai Adharma (bukan Dharma sejati).

Terus terang , semua pengetahuan dunia fana adalah tergolong adharmik, hanya Dharma lokuttara yang termasuk sebagai Satya Dharma. Kenapa Patriak ke 6 mengatakan bahwa Beliau tidak perlu mewariskan kembali jubah silsilah ? Karena semua siswa telah memahami Satya Dharma.
◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦ 

☆「信根淳熟」──非常有正信的,你們本身統統都是有正念正信的,都有「正法」,「絕對是沒有疑惑的,你們統統都可以傳法」;「堪任大事」──弘法就 是一個偉大的事業,「你們都可以堪任大事」。所以「先祖達摩大師付授偈意,衣不合傳」──六祖說這祖衣不要再傳了。為什麼?傳了就有爭執,五祖時,就因為 傳祖衣,產生了爭執,所以祖衣不應該再傳,傳了反而誤了大事。「你們所有弟子,都可以傳法」。達摩祖師講了一個偈:「吾本來茲土」──我來到中土;「傳法 救迷情」──傳法就是要救大家的,就是要救一些眾生的迷惑;「一華開五葉」── 一朵花開出五片的葉子;「結果自然成」──到了六祖的時候就成了。六祖以後,也一樣,一花開五葉,所謂「法眼宗」、「雲門宗」、「臨濟宗」、「曹洞宗」、 「溈仰宗」,剛好分出「法眼」、「雲門」、「曹洞」、「臨濟」、「溈仰」,剛好是五個宗派,「一華開五葉」就好像預言到了六祖的時候,自然會「一華開五 葉」。

“Keyakinan yang murni dan matang.” Memiliki keyakinan yang sangat lurus, jika Anda memiliki pikiran dan keyakinan yang benar, maka semua mengetahui Satya Dharma, (dengan demikian) tidak diragukan lagi bahwa kalian semua boleh mewariskan Dharma.

“Mengemban tanggung jawab agung.” Membabarkan Dharma adalah sebuah aktivitas yang sangat agung, “Anda sekalian mampu mengemban tanggung jawab agung.” . Oleh karena itu, “Bodhidharma Sang Guru Leluhur menyampaikan makna gatha, jubah tak diwariskan.” , Patriak ke 6 mengatakan jubah silsilah ini tidak lagi diwariskan. Kenapa ? karena jika diwariskan akan ada pertikaian, di masa Patriak ke 5, karena pewarisan jubah silsilah, sehingga timbul pertikaian, maka jubah silsilah tidak lagi diwariskan, jika diwariskan malahan akan mengacaukan aktivitas agung (Pembabaran Dharma Sejati). “Anda sekalian para siswa, semuanya mampu mewariskan Dharma.”

Bodhidharma Sang Guru Leluhur mengucapkan sebuah gatha : “Aku datang di tanah ini.” Saya datang di Tiongkok, “Membabarkan Dharma untuk menolong para insan yang kehilangan arah.” , tujuan pewarisan Dharma adalah untuk menyelamatkan semua, yaitu untuk menyelamatkan para insan dari kegelapan batin.

“Satu bunga mekar berkelopak lima.” Sekuntum bunga berkelopak lima, “Menghasilkan buah dengan alamiah.” Sampai pada Patriak ke 6 dengan alamiah membuahkan hasil. Setelah Patriak ke 6, juga sama, satu bunga mekar lima kelopak, yaitu : Sekte Fa-yen (Hozen ), Sekte Yun-men (Ummon ), Sekte Lin-ji (Rinzai), Sekte

Cao-dong (Soto), Sekte Gui-yang (Ikyo), tepat lima sekte, “Satu bunga berkelopak lima” , seakan saat sampai pada Patriak ke 6 menjadi “Satu bunga mekar berkelopak lima.”

 OM AMOGHA PUJA MANI PADMA VAJRE TATHAGATA VILOKITE SAMANTA PRASARA HUM

Jumat, 16 Desember 2011

怪夢 [Mimpi Aneh] By: Sheng Yen Lu







一名男士,神色憔悴,求我指點,他是「孟祥于」先生。

孟先生說:「數年來,我每晚入睡,全部怪夢連連,從未有一日停止過,因此,整得我醒來,全身疲憊,精神非常萎靡,有睡等於沒睡,愈睡精神愈差,我實在受不了了,都快精神崩潰了,求求盧師尊,務必救我一命,拜託!拜託!」

我問:「你做什麼夢?」

孟先生答:「與人打架,被打死;與蛇纏鬥,被蛇咬死;在戰場上,被箭射死;被熊追,跌落懸崖而死;與鬼打鬥,被鬼捏死;走投無路,自縊而死。……」

我說:「我幫你做替身法。」

我用一紙人,書上姓名八字,呵氣三口,要「孟祥于」於「除日」午後,面向北方(北斗七星)處,以紙金燒化,便可除去怪夢。

我說:「作法一完,怪夢立止。」我又說:「從今而後,夜晚睡眠一覺到天亮,沒有怪夢了,如果有夢,也是好夢。」

他大喜。

隔了不久,孟祥于回來找我,說:「盧師尊,你真是神人也,實在有夠準,竟然怪夢全沒了,果然一覺到天亮,這是怎麼一回事?」

我說:「你這是沖犯『死神』。」

每一個人沖犯煞氣,是很難解釋得清清楚楚,總之沖犯就是沖犯。

沖犯不一定是外來的。

而是由自己的一念而起,所謂「一念動」,吉凶才外起。跟著人身之內「金木水火土」,也就是「心、肝、脾、肺、腎」全部起變化,這種變化,錯綜複雜,也影響到人的腦波。

腦波一搗亂,就怪夢連連無休無止了,所謂「念一動」氣就動,氣動腦波動,沖犯也就是自己念頭引起的。

我們修行人修的是:「一念不起」。

「天心寂寂」。

這是非常困難的一件事。

所以一般人全在「有為法」之中,而修行人要修「無為法」。

「無為法」是:「念起而不為所動」,「一心不亂」,不跟著「心念」而轉,也就是「知止而後有定,定而後能靜,靜而後能安。」

不能「一心不亂」,就亂糟糟了!

我告訴孟祥于先生:你連連怪夢,是氣脈全亂了,等於腦波全亂了,是死煞。

剪紙人、寫八字、代表了你的精氣神。

北斗七星處是主死的。

(把死煞送到死方)

南斗六星是主生的。

死煞一死。

孟祥于的腦波才能恢復正常。除日午後,正是除去死煞也。

我實實在在的告訴大家,我們打坐,修的這個禪定,不是要看境界出現,因為境界出現,如果隨之而動,動就迷惑了。

很容易「走火入魔」的。

Seorang pria, tampak kuyu, memohon petunjuk saya, ia adalah Bapak Xiang-yu Meng.

Bapak Meng berkata, "Beberapa tahun terakhir, setiap malam saya terus-menerus bermimpi aneh, tidak pernah berhenti sehari pun, sehingga, membuat saya terbangun, sekujur badan saya lelah, tidak bersemangat, tidur namun seperti tidak tidur, semakin tidur, semangat semakin menurun, saya sungguh tidak tahan lagi, saya hampir ambruk, mohon Mahaguru Lu, Anda harus tolong nyawa saya, tolong! Tolong!"

Saya bertanya, "Anda mimpi apa?"

Bapak Meng menjawab, "Berkelahi dengan orang lain, mati dipukul; bertarung dengan ular, mati digigit; di medan perang, mati dipanah; dikejar beruang, jatuh ke jurang dan mati; bertarung dengan hantu, mati dijerat hantu; bertemu jalan buntu, mati gantung diri. .... "

Saya berkata, "Saya bantu Anda menjalankan sadhana tubuh pengganti."

Saya menggunakan selembar orang-orangan kertas, di atasnya ditulis nama dan 8 data kelahiran, mengembuskan napas 3 kali, saya minta Xiang-yu Meng membakarnya bersama kertas sembahyang pada Hari Basmi (Chu-ri) di atas jam 1 siang, menghadap utara (7 bintang utara), mimpi buruk pun akan sirna.

Saya berkata, "Sehabis melakukan ritual, mimpi buruk langsung berhenti." Saya melanjutkan, "Mulai malam ini, Anda akan tidur nyenyak sampai langit terang, tidak ada mimpi aneh lagi, kalau bermimpi pun pasti mimpi indah."

Ia gembira sekali.

Tak lama kemudian, Xiang-yu Meng kembali mencari saya, berkata, "Mahaguru Lu, Anda benar-benar orang sakti, tepat sekali, tak disangka mimpi aneh pun hilang semua, ternyata, begitu tidur sampai pagi, mengapa bisa demikian?"

Saya berkata, "Anda kerasukan Dewa Kematian."

Seorang yang kerasukan hawa negatif, sulit sekali dijelaskan, pokoknya kerasukan ya kerasukan.

Kerasukan belum tentu berasal dari luar.

Melainkan timbul dari satu pikiran kita, yang namanya "satu pikiran bergerak", mujur-malang baru timbul dari luar. Mengikuti elemen "logam, kayu, air, api, tanah" dalam tubuh manusia, dengan kata lain, "jantung, hati, limpa, paru-paru, ginjal" semuanya berubah, perubahan demikian, rumit sekali, juga mempengaruhi gelombang otak manusia.

Begitu gelombang otak bermasalah, maka terus-menerus mengalami mimpi buruk tanpa henti, yang namanya "satu pikiran bergerak", prana pun bergerak, prana bergerak, gelombang otak pun bergerak, kerasukan juga disebabkan oleh pikiran sendiri.

Yang kita sadhaka tekuni adalah: "tidak timbul satu pikiran pun".

"Kening hening".

Ini sangat sulit.

Oleh karena itu, kebanyakan manusia berada di dalam "Dharma berkondisi", sedangkan sadhaka harus melatih "Dharma tak berkondisi".

"Dharma tak berkondisi" adalah: "Pikiran timbul namun tidak goyah", "satu hati tidak galau", tidak terbawa oleh "pikiran", dengan kata lain, "Stabil setelah mengerti untuk menghentikan, setelah stabil baru bisa tenang, setelah tenang baru bisa tenteram."

Jika kita tidak mampu "satu hati tidak galau", maka kacau balau!

Saya beritahu Bapak Xiang-yu Meng: Anda terus-menerus bermimpi aneh, karena prana dan nadi kacau-balau, gelombang otak pun demikian, kacau-balau, itulah hawa kematian.

Menggunting orang-orangan kertas, menulis 8 data kelahiran, melambangkan energi vital, prana, dan kesadaran Anda.

Posisi tujuh bintang utara adalah penguasa kematian.

(Mengantarkan hawa kematian ke posisi kematian)

Enam bintang selatan adalah penguasa kehidupan.

Sekali hawa kematian binasa.

Gelombang otak Xiang-yu Meng baru dapat kembali normal. Hari Basmi (Chu-ri) di atas jam 1 siang, justru untuk membasmi hawa kematian.

Saya sejujurnya memberitahu Anda semua, kita bermeditasi, melatih samadhi, bukan untuk melihat manifestasi alam, karena jika bergerak mengikuti manifestasi alam, maka kita akan bingung.

Kita pun mudah sekali "kerasukan mara".


buku ke : 225{Betapa Tepatnya Ramalan Jitu}
書: {225_神算有夠準}

"中陰身宜處之地" - 莲生活佛/真佛报-真佛论剑专栏 ¤ Tempat bernaung terbaik untuk tubuh bardo ¤


"中陰身宜處之地" - 莲生活佛/真佛报-真佛论剑专栏
¤ Tempat bernaung terbaik untuk tubuh bardo ¤
oleh : Maha Guru Lian Sheng Huo Fo
Koran Zhenfo Bao - Rubrik 'Pedang Komentar Satya Buddha'

Saya melihat dengan 「divya-caksu (mata dewa)」, kebanyakan tubuh bardo (makhluk halus) dikarenakan hembusan 「angin karma」, lebih banyak yang mengembara tak mempunyai tempat tinggal tetap. Seperti helai bulu yang diterbangkan angin , atau seperti kuda liar yang berlari gila-gilaan , ibarat anak kecil yang kehilangan ibundanya lantas bernaung kesana kemari.

Ada tubuh bardo yang dikarenakan hati tidak bertuan , ibaratnya seperti pengembara, pergi berkelana kesana kemari , kondisi demikian menerbitkan iba!

Tubuh bardo berkomat-kamit sendiri :
「Apa yang sedang terjadi ini?」
「Saya sebenarnya ada dimana?」
「Mengapa berubah menjadi begini?」
「Tak ada pagi , tak ada malam , sepanjang hari langit sedemikian suram kelabu , ini sebenarnya tempat apa?!」
Ketika tubuh bardo melihat 「jasad」 diri sendiri terbaring di rumah sakit , baru tersentak : 「saya ini telah mati!」
Tubuh bardo menangis tersedu-sedu, gundah gulana,merana , menderita.

Yang dicari pertama-tama oleh si mati :
Rumah pribadi yang ditinggali.
Kerabat saudara pribadi.
Tempat kerja pribadi semasa hidup di dunia.
Benda perabotan kegemaran diri pribadi.
Akan tetapi , si mati ini akan menyadari , semua orang tidak bisa melihat dirinya , tidak bisa mendengarnya. Rumah tinggal, tempat kerja , benda perabotan kegemaran kesemuanya bukan miliknya lagi, si mati menjadi tiada tempat untuk menaungi badan.

Namun, si mati juga merasakan , tubuh bardo memiliki sejenis daya kekuatan.
Unsur kasar yang tidak serupa dengan tubuh daging semula , mampu pergi sesuai niat tanpa aral , malahan mampu 「melangkah dewa」. Menembus bebatuan, tanah, rumah dan bahkan gunung sungai , tanpa hambatan, selain ke 「tempat suci」, bisa sesuka hati bergerak tanpa rintangan.
Sekali dipikirkan langsung tiba.
Sekali berniat langsung datang.
Bisa melihat 「tubuh bardo lain」.
「Makhluk sejenis」 bisa ditampaki.
Saya sering menuturkan : 「Tiap benda berbaur dengan sejenisnya」.

Jika tubuh Bardo mempunyai divya-caksu yang suci , juga bisa melihat dewa loka, melihat dewata langit. Namun tubuh bardo yang kondisi spiritnya tercerai-berai lebih banyak , mereka hanya bisa berkumpul di dunia Saha , ataupun tempat yang lebih buruk.

Asalkan satu hati menekuni bhavana , satu hati menjapa nama Buddha dan japa mantra , Yidam Buddha Bodhisattva memancarkan cahaya menjemput , maka selekasnya akan tiba di Buddha Loka.

Ataupun , anda boleh pergi ke pagoda Buddha , seharusnya mengetahui dimana ada Pagoda disitu ada Buddha , Pagoda adalah suatu bentuk bangunan tinggi lancip , tentu saja ada berbagai macam Pagoda, ada pagoda 6 tingkat , pagoda 7 tingkat, pagoda 10 tingkat , ada lagi pagoda sarira , dan pagoda non-sarira, setelah Buddha parinirvana pada periode ke-4 dalam 500 ratus tahun , adalah masa dimulainya pendirian vihara dan pembuatan pagoda. Pada pagoda sarira ataupun pagoda non sarira , pasti ada dewa pelindung dari para Arya , dewa pelindung melihat tubuh bardo dari sadhaka Zhenfo Zong , bisa menjemput anda terseberangkan ke Buddha loka yang suci.

Saya berpendapat begini , anda semua beranggapan 「sadhana bersama di Vihara」 itu tidak penting , menganggap 「sadhana bersama di Cetya」 itu tidak penting, 「tempat perkumpulan kebhaktian」 tidak penting , ketika tiba di masa berwujud tubuh bardo , anda baru akan mengetahui. Sepanjang ritus sadhana bersama (thung xiu) , terdapat didalamnya kekuatan hati dan pikiran yang manunggal secara bersama-sama , daya kekuatan hati dan pikiran semacam ini adalah kekuatan penarik yang sangat bagus , satu sadhana yang sempurna adalah penekunan bersandarkan tata cara Dharma Tantra , tiada kemelekatan terhadap segala sesuatu , sebagaimana japa nama Buddha, japa 108 kali mantra , japa ‘sanshiliuwanyi-yishiyiwan
-jiuqianwubai tong ming tong hao Amitofo’(36 trilyun 119 ribu 500 nama Buddha Amitabha), menjapa satu nama Buddha , serupa dengan menjapa segenap Buddha, menekuni satu sadhana serupa menekuni pintu Dharma tak terhingga.
Terlahirkan di Buddha loka Sukhavati , serupa terlahirkan di berbagai Ksetra (tanah suci) para Buddha.

Tubuh bardo bersandarkan daya kekuatan sadhana bersama , daya kekuatan penekunan sadhana saudara-saudari seDharma , dalam seketika ditarik masuk ke dalam Buddha loka ksetra , untuk itu sadhana bersama di Vihara, Cetya, di tempat perkumpulan kebhaktian sangatlah penting.

Saya sering mengatakan :

「Sadhana Catur Prayoga」 sangat penting untuk semua murid , ini adalah Maha Dharma.
「Sadhana Catur Prayoga」 adalah menekuni hati Vajra yang solid, yang merupakan hati agung Bodhisattva , hati agung Bodhisattva itu kokoh dan tak akan rusak , bagaikan Vajra. (tidak takut dihujat)
「Sadhana Catur Prayoga」 hendaknya menekuni sadhana Vajracitta Bodhisattva , pada 52 tingkatan Mahayana , tingkatan ke-51 adalah Bodhisattva , bergelar 「Pencerahan Setara/’Deng Jue’」. Bodhisattva pada tingkatan ini hampir serupa dengan Buddha , untuk itu digelari 「Pencerahan Setara」.
Jika kembali pada bhumi ke-sepuluh (Dharmamega-bhumi) , juga boleh dinamai sebagai Buddha.
Vajradhara, Vajracitta, Vajrasattva, merupakan pangeran Dharma Panca Buddha , merupakan saka guru dalam menyebar luaskan Dharma Tantrayana , adalah Sang Penguasa mazhab.
Sadhana bersama yang hanya menekuni 「Catur Prayoga」 saja , sudah tidak enteng!
Vajracitta Bodhisattva sekali menjemput.
Tubuh bardo seketika tiba di Buddha-ksetra , seketika terbebaskan.
Sadhana bersama itu penting , sangat teramat penting.

terjemahan oleh : Lianhua Feng-Li.