Jumat, 16 Desember 2011

Jodoh Karma Yang Bersifat Negatif (Ceramah Dharma Lian Shen Rinpoche pada 4 Desember 1990)

 
Jodoh Karma Yang Bersifat Negatif
(Ceramah Dharma Lian Shen Rinpoche pada 4 Desember 1990)

Apakah anda tahu nama nama Mara yang ada di alam nafsu (Kamadhatu) maupun alam Rupadhatu?

Kebanyakan Budhis mengutuk mereka, mendiskriminasi mereka, dan tidak mau bersangkut paut dengan mereka. Satu satu nya orang yang mau berhubungan baik dengan Mara adalah Nichiren Daishonin yang memberi hormat kepada semua Mara di berbagai surga. Nichiren Shoshu, aliran yang didirikan oleh Nichiren Daishonin, masih hidup dengan subur di dunia ini, dan saya tidak mau berkomentar tentang pencapaian mereka. Tapi, menurut pendapat saya, diantara para sadhaka Jepang sejak masa lalu sampai sekarang, Nichiren Daishonin sungguh seorang yang telah cerah. Saya menganggap beliau sebagai orang yang telah mencapai keberhasilan karena beliau tahu memberi hormat kepada para Mara. Ini terbukti dari fakta bahwa para Mara dipuja/dialtarkan dalam Gonhonshon dan Mandala dari aliran Nichiren.

Sakyamuni Budha suatu kali berkata, "Adalah baik bila anda dikelilingi oleh Mara, bagaikan awan awan merah yang memanggul bulan". Dengan kata lain, kita perlu daun daun hijau untuk menjadi kontras dengan bunga merah. Tanpa daun daun hijau, bunga merah itu tidak dapat menunjukkan kecantikannya. Dengan alasan yang sama, seorang Budha harus ditemani oleh Mara. Ini disebut "Jodoh Karma Yang Bersifat Negatif". Bagaimana kita membuktikan bahwa rumput itu kuat? Tanpa angin kencang, daya tahan nya tidak dapat diuji. Jadi para sadhaka janganlah mengabaikan Mara. Sadhaka harus menghormati dan memberi hormat kepada Mara. Bila Mara berada di sekitar kita, anda mempunyai kesempatan yang baik untuk mencapai kebudhaan. Bila mereka tidak mengganggu anda, tingkat pencapaian anda pasti masih rendah seperti seorang anak kecil di TK.

Sesungguhnya, bila Mara meludah kepada anda, anda akan tenggelam. Bila mereka kencing diatas anda, anda akan mati. Itu sebabnya Sakyamuni Budha menyebut ini sebagai "karma jodoh yang bersifat negatif". Jadi, adalah salah bagi sadhaka untuk membenci mereka, mendiskriminasi mereka, dan menjaga jarak dengan mereka. Bulan baru dapat menunjukkan kecantikan nya bila dikelilingi oleh awan awan di sekelilingnya untuk memberikan kontras. Nichiren Daishonin adalah orang besar di dunia ini karena ia adalah orang yang tahu menghormati Mara.

Kita harus menghargai "jodoh karma yang bersifat negatif" ini. Bukan hanya Budha membicarakannya, bahkan Alkitab Kristen pun menyebutkannya. Ada sebuah kitab di Alkitab Kristen (Catatan: Kitab Ayub di Perjanjian Lama) menceritakan: Suatu hari, setan pergi menemui Allah dan berkata, "Allah, Kau adalah maha besar, tapi semua pengikut Mu pasti gagal dalam menghadapi ujian dari saya." Allah menjawab, "Baiklah kalau demikian. Saya akan memilih seseorang untuk kau uji." Pilihan Allah jatuh pada orang yang bernama Ayub. Allah berkata, "Saya mau kau menguji iman nya kepada Saya." Setan benar benar menguji Ayub secara berat.

Sewaktu Ayub berdoa untuk panen yang baik, bencana kelaparan yang datang. Namun, iman nya tidak berkurang. Ia berkata bahwa ini bukan salah Allah karena ia tidak cukup berbakti. Karena itu, ia malah menjadi lebih berbakti lagi. Lalu ada banjir yang berkepanjangan sehingga ia tidak dapat panen sepanjang tahun, tapi lagi lagi ia menyalakan diri sendiri saja. Akhirnya, putra nya meninggal karena sakit. Menurut perkiraan si Setan, Ayub pasti kehilangan iman nya pada Allah setelah putra nya meninggal. Tapi sungguh mengejutkan si setan bahwa Ayub tidak kehilangan iman nya. Ia masih tetap berdoa dan beriman teguh. Akhirnya setan harus mengaku kalah. Karena kematian putra Ayub merupakan tindakan paling kejam dalam hidup dimana kebanyakan orang akan kehilangan iman. Menurut Alkitab Kristen, sewaktu setan (iblis) menggunakan "jodoh yang bersifat negatif" terhadap Ayub, ini justru mempercepat keberhasilan rohani Ayub. Bahkan Ayub naik ke surga dan berjumpa dengan putra nya. Di mata Allah, kehidupan dan kematian bukanlah hal penting. Itu hanya berlaku pada manusia. Allah mempunyai hidup yang kekal.

Mara sesungguhnya adalah tubuh jelmaan dari Bodhisattva tingkat tinggi. Tugas mereka adalah mempunyai "ikatan jodoh karma yang bersifat negatif" dengan para sadhaka. Jadi, bila anda mendapatkan ujian tersebut, anda seharusnya bersyukur dan bergembira. Dalam Tantrayana, ada puji pujian untuk Mara. Anda tahu bahwa bentuk bulan itu bulat karena sempurna. Bila anda hanya berurusan dengan Budha dan tidak dengan Mara, pencapaian anda hanya setengah sempurna, tidak akan pernah bulat karena Mara merupakan setengah dari bulatan itu.

Bila anda berkata, "Saya hanya mau menghormati Budha dan tidak mau menghormati Mara", maka pencapaian anda maksimal adalah setengah lingkaran. Untuk menjadi sempurna, kita harus dapat lulus ujian dari Mara.

Kita tidak boleh membenci atau merasa terganggu oleh ikatan jodoh yang bersifat negatif. Kita harus dapat mengatasinya dan bergembira. Saya tidak tahu bagaimana orang akan menanggapi komentar saya ini, tapi ini adalah yang dilakukan oleh seorang yang benar benar telah mencapai pencerahan.

Om Mani Padme Hum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar