Intisari Ceramah Dharmaraja Lian Sheng pada tanggal 11 September 2011 di Rainbow Temple
Hari
ini menerangkan DIKTAT HEVAJRA Bab X "Sadhana Prayoga" -- Sadhana
Guruyoga. Tantra sangat menghargai Sadhana Guruyoga, di Taiwan ada 2
buku, SADHANA GuruYOGA dari Wen Shaba menyebutkan, di dalam semua
sadhana, Sadhana Guruyoga adalah yang terpenting. Di dalam Tantra, tanpa
Guru, semua Buddha, Dharma, Sangha pun tidak ada, semua altar mandala,
semua makhluk suci pun tidak ada; Guru adalah Mahakalyanamitra.
Bimbingan
Guru dalam Buddhadharma seharusnya sangat dalam, Dharmanya sangat
dalam dan luas, asalkan insan berlindung pada Guru, baru dapat mencapai
yang namanya prayoga, yang namanya bekal, yang namanya dharsana-marga
(jalan menyaksikan Buddhata), yang namanya final dalam melatih diri.
Guru juga dapat membedakan bakar semua murid, karena ia telah mengerti,
telah tahu, telah menyaksikan Buddhata, jadi, ia baru cukup kompeten
disebut sebagai Guru.
Di dalam Tantra sangat menghargai
Guru, ini sudah diketahui umum, semua orang tahu, namkun, selalu
diabaikan, kita menekuni satu kali Sadhana Guruyoga, kita visualisasi
Guru duduk di atas hati kita, di atas ada Amitabha, bahkan kepala
menjunjung yidam. Kita menekuni satu kali Sadhana Guruyoga, sama dengan
menekuni Sadhana Padmakumara, Sadhana Amitabha, sepenuhnya sama. Dalam
bersadhana, kita mengamati hati kita ada Padmakumara, di atas kepala
ada Amitabha, bahkan Guru dan Yidam kita tidak ada bedanya, menyatu.
Jadi, kita telah kontak yoga dengan Guru, Yidam pasti akan kontak yoga.
Hari
ini kita berceramah tentang Hevajra, Ia mengatakan, Sadhana Guruyoga
bahkan lebih agung dari Hevajra. Kalau begitu, siapa yang didahulukan?
Tentu saja Guru yang didahulukan daripada Hevajra. Jadi, Marpa lebih
dulu namaskara pada altar mandala, yaitu Altar Mandala Guhyasamaja.
Marpa melihat Naropa, saat menerima abhiseka, ia melihat altar mandala
Guhyasamaja, ia lebih dulu namaskara pada altar mandala Guhyasamaja.
Saat itu, Naropa berkata pada Marpa, "Anda namaskara seperti ini,
gradasinya sudah terbalik, maka akan ada bencana, seharusnya lebih dulu
namaskara pada Guru, kemudian namaskara pada altar mandala, karena
altar mandala ini adalah penjelmaan dari hati Naropa." Saat sedang
abhiseka, Naropa di dalam hati menjelmakan altar mandala Guhyasamaja.
Jadi, Guru didahulukan, Guhyasamaja berada di dalam hati Guru. Oleh
karena itu, hari ini kita melatih diri, harus lebih dulu visualisasi
Guru, kemudian baru visualisasi altar mandala Hevajra yang dijelmakan
di dalam hati Guru. Oleh karena itu, lebih dulu bernamaskara pada Guru,
kemudian bernamaskara pada Hevajra. Jadi, di dalam Tantra dikatakan,
Sadhana Guruyoga bahkan lebih agung daripada Hevajra. Naropa memberikan
abhiseka Hevajra kepada Marpa, di tengah angkasa menjelma altar
mandala Guhyasamaja dan Hevajra, Marpa lebih dulu namaskara pada altar
mandala Guhyasamaja, terbalik. Jadi, Naropa menyimpan kembali altar
mandala Hevajra ke dalam hatinya, ternyata Guru Akar adalah akar dari
segala Dharma Tantra. Dengan demikian, kalian sudah mengerti apa itu
Sadhana Guruyoga, juga tahu pentingnya Sadhana Guruyoga.
Sadhana
Guruyoga jika tidak mencapai kontak yoga, ia bisa meninggalkan Guru
Akar. Mengapa bisa meninggalkan Guru Akar? Gampang sekali, hati Anda
dan MahaGuru tidak kontak yoga, dulu Anda mengatakan saya menghormati
Guru, menghargai Dharma, dan tekun bersadhana, semuanya bohong. Kalau
begitu, apakah Anda masih sadhaka Tantra? Sama sekali bukan. Singkat
kata, Guru melambangkan segalanya, jika tanpa pemberkatan Guru, semua
sadhana yang Anda tekuni tidak dapat berhasil; semua sadhana harus
diabhiseka oleh Guru, tanpa Guru tidak akan berhasil. Ada sebagian
acarya malah berkata seperti ini "Anda mau ikut Guru Akar atau ikut
saya?" Singkat kata, karena acarya diabhiseka oleh Guru Akar, Anda ikut
dia, ia meninggalkan Guru Akar, benang antara Anda dan Guru akar akan
putus. MahaGuru memiliki banyak Guru, namun, saya tidak pernah
meninggalkan mereka, ini barulah menghormati Guru! Guru memarahi kita,
memukul kita karena di dalam hatinya ada kita. MahaGuru pernah dimarahi
dan dipukuli oleh setiap Guru saya, namkun, MahaGuru juga tidak pernah
meninggalkan Guru saya sendiri, mereka berkata "Anda jangan kembali
lagi", mereka mau menyingkirkan saya, saya tetap datang, ini barulah
disebut menghormati Guru! Anda menghormati Guru baru dapat menghargai
Dharma, Anda sama sekali tidak menghormati Guru ini, lantas, apakah
Dharma masih ada artinya bagi Anda? Sedikit manfaat pun tidak ada lagi.
Anda meremehkan Guru ini, masih bisakah menghargai abhisekanya? Masih
bisakah bernamaskara padanya? Masih bisakah menghormati Guru ini dengan
perbuatan, ucapan, dan pikiran? Masih bisakah menekuni sadhananya?
Jika Anda menggerutu terhadap Guru Anda, mana ada lagi kasih sayang
antara Guru dan murid? Anda tidak akan mencapai keberhasilan dalam
melatih diri, juga tidak perlu abhiseka lagi. Jadi, Sadhana Guruyoga
sangat penting! Hati Anda dan Guru Anda harus selaras sepenuhnya.
Sekarang
kita semua ingin belajar Mahasadhana, semua ingin belajar Sadhana
Anasrava, Sadhana Bindu, Sadhana Api Kundalini, semua ingin membuka nadi
tengah, membuka 5 cakra, mau memahami hati dan menyaksikan Buddhata,
mengira Sadhana Guruyoga tidak penting, tidak perlu ditekuni, langsung
menekuni Sadhana Yidam saja. Sebenarnya, yang paling penting adalah
Sadhana Guruyoga. Tanpa pemberkatan Guru, sadhana apapun tidak akan
berhasil! Jadi, orang biasa hanya tahu teori saja.
Apa itu kontak yoga? Kontak yoga adalah "satu". Apa itu "satu"? Laozi dari China menjelaskan dengan sangat baik:
Jika langit memperoleh "satu", maka "cerah".
Jila bumi memperoleh "satu", maka "tenang".
Jika dewa memperoleh "satu", maka "manjur".
Jika padi-padian memperoleh "satu", maka "makmur".
Jika bangsawan memperoleh "satu", maka "dunia damai".
Apa itu "satu"? "Sehati"! Kontak yoga adalah "sehati". Anda dan MahaGuru tidak ada perbedaan, disebut "satu".
Taoisme
itu sendiri mengatakan "menjaga satu". Taoisme sering bicara tentang
"menjaga satu." Tubuh kita harus menjadi "satu", mata, telinga, hidung,
lidah, tubuh, pikiran, semua menjadi "satu". Dalam tubuh manusia ada 9
lubang, kesembilan lubang semua ditutup, kita mengendalikan hati di
satu tempat, tidak ada masalah yang tidak teratasi! Ini disabdakan oleh
Buddha Sakyamuni. Jika Anda dapat konsentrasi pikiran di satu tempat,
masalah apapun akan terselesaikan.
"Satu" adalah kesucian
perbuatan, ucapan, dan pikiran, kita menekuni Sadhana Guruyoga justru
menyucikan perbuatan, ucapan, dan pikiran. Saat ini, Guru, Yidam,
Dahrmapala Anda pun akan muncul, berarti Andalah Guru, Yidam, dan
Dharmapala. Ia pun ikut "satu", Andalah Guru, Yidam, dan Dharmapala.
Melatih diri justru harus melatih ini, Anda harus "menjaga satu", Anda
tentu harus tarik masuk semua "Dharma", semua dibangun di atas "satu".
Selalu satu. Satu Dharma tembus, berlaksa Dharma pun tembus. Inilah satu
sarana. "Satu" boleh melahirkan segalanya, Taoisme mengatakan "satu"
melahirkan "dua", "dua" melahirkan "tiga", "tiga" melahirkan
"segalanya". Taoisme bicara tentang 2 sayap Yin dan Yang. Manusia,
langit, bumi, yin, dan yang. Jika Yin, Yang kembali ke titik pusat,
itulah "satu". Melatih diri justru harus menghasilkan "satu", ini baru
dapat menghasilkan segalanya. Melatih diri di dalam Tantra, jika tanpa
pemberkatan dan bimbingan Guru, mustahil berhasil. Jadi, jangan
meremehkan Sadhana kecil, kita tentu harus mengenal dengan jelas bahwa
Sadhana Guruyoga adalah Mahasadhana.
Manusia ada
keserakahan, kemarahan, kebodohan, justru Guru lah yang mengajari kita
mengobatinya dengan Sila, Samadhi, dan Prajna. Anda sakit apa, ia pun
memberikan kita obat apa. Dokter adalah Mahakalyanamitra, tahu
memberikan obat apa untuk Anda. Guru ibarat dokter, raja pengobatan
agung, Guru tahu bakat kita, tahu bagaimana kita harus melatih diri,
Guru akan membimbing kita. Anda tidak kontak yoga dengan Guru, mudah
sekali meninggalkan Guru Akar. Karena Anda sama sekali tidak menghargai
Guru! Anda gampang sekali menyimpang. Jadi, apa itu "No.1"? Ingat,
Sadhana Guruyoga adalah nomor satu. Guru akan memberikan abhiseka
berdasarkan bakat setiap orang. Sadhana Guruyoga adalah suatu yoga yang
paling mendasar, Anda telah yoga, baru bisa ada "satu" untuk
melahirkan berlaksa Dharma, fondasi dari segala Dharma berasal dari
Guru, ia akan mengajari kita. Jika kita telah kontak yoga dalam Sadhana
Guruyoga, kita baru dapat kontak yoga dengan berlaksa Dharma. Anda
mengundang yidam manapun, Ia akan datang, karena ini saling berantai.
Antara Buddha dan Bodhisattva saling mengenal, semua ada relasi, Anda
telah kontak yoga dengan satu Yidam, maka boleh meminta-Nya mengundang
Yidam lain. Vajra Dharmapala juga sama, setelah kontak yoga satu Vajra,
Vidyaraja, maka kontak yoga dengan semua Dharmapala. Oleh karena itu,
"satu" adalah banyak, jika Anda telah kontak yoga dalam Sadhana
Guruyoga, Anda pun bisa kontak yoga dengan banyak sadhana.
Hari
ini, Mahaguru berhasil mengecap rasa Dharma. Anda mengerti tingkatan
yoga, telah tahu bermacam-macam rasa Dharma, itulah Mahakalyanamitra.
Selebihnya berasal dari kontak yoga dalam Sadhana Guruyoga.
Buddhadharma sepenuhnya memperkaya diri saya sendiri, saya benar-benar
seorang Vajracarya yang dapat memahami hati dan menyaksikan Buddhata,
ia mengerti bagaimana mengajari murid, bagaimana menundukkan, bagaimana
memberikan obat, bagaimana membimbing murid. Anda ikut siapa, Anda pun
mengecap rasa Dharma apa! Jika bukan Mahakalyanamitra, ia juga akan
memberikan Anda obat, namun, entah apa rasa Dharmanya. Jika Anda telah
kontak yoga dengan Guru, semua rasa Dharma amrta yang terbaik di tengah
angkasa pun bisa dikecap, kerisauan Anda pun hilang, Anda menyatu
dengan semua fenomena angkasa dan alam semesta, Anda pun bahagia dan
bebas leluasa.
Mahaguru sejak mencapai pencerahan,
melihat sangat jelas; setelah mencapai pencerahan, tidak ada masalah
yang penting, segala masalah di kolong langit ini tidak ada yang
penting, ke mana pun saya pergi selalu tenang, kerisauan pun hilang,
setiap hari sangat bahagia, segala sesuatu memang demikian halnya.
Orang
yang meninggalkan aliran, berarti tidak kontak yoga dengan guru; orang
yang mencapai pencerahan dan memahami hati, tidak mungkin menipu, naik
pitam, bertengkar, iri, dan lain sebagainya. Gejolak emotion, manusia
memang demikian. Terhadap masalah apapun, hanya tertawa saja, tidak
akan ada gejolak emosi. Jadi, di dalam Tantra, Guru dan murid harus
saling mengamati, Guru harus mengamati murid apakah si murid itu alat
Dharma atau bukan, murid juga harus mengamati Guru, setelah saling
memahami seutuhnya barulah bersarana.
Jumat, 04 November 2011
Rabu, 02 November 2011
21 manifestasi Tara
Praviratara duduk di tengah angkasa, di atas teratai emas. Bertubuh merah memancarkan cahaya menyilaukan, berwajah satu dan bertangan delapan. Ke empat tangan kirinya masing – masing memegang gantha ditangan paling atas, yang kedua memegang busur panah, yang ketiga memegang sanka dan yang keempat memegang tali penjerat. Sedang kempat tangan kanan nya masing –masing memegang vajra, anak panah, dharmachakra, dan pedang kebijaksanaan.
Beliau sangat cepat dalam menaggapi keluh kesah makhluk samsara, “Saya akan dengan cepat menolong mereka dari samsara, jangan menangis lagi.” Beliau tanpa sisa membalikan bala tentara Mara, kedua mata nya menembus seluruh Triloka.
Chandrakanthitara berwajah tiga, sebagai manifestasi trikaya Buddha (Dharmakaya, Sambhogakaya dan Nirmanakaya), bertangan 12, sebagai manifestasi dari 12 mata rantai sebab akibat (Paticca Samupada). Wajah yang di tengah berwarna putih, yang di kanan berwajah biru dan yang di kiri berwajah emas. Keenam tangan kanannya masing –masing yang paling atas memegang untaian bunga, di bawahnya memegang vajra, kemudian ratna cintamani, dhramachakra, katvangga dan terakhir bersikap dhyanamudra. Sedangkan keenam tangan kirinya yang paling atas memegang pustaka suci, bejana harta, gatha, bunga utpala dan terakhir dhyanamudra.
Kanakavarnatara atau juga disebut tara paramitha, duduk dalam sikap vajrapariyanka, diatas bungan teratai beraneka warna, matahari dan bulan. Sangat cantik serta bersinar. Berwajah satu dan bertangan sepuluh, sebagai manivestasi dari kesepuluh paramitha. Kelima tangan kanan nya masing – masing memegang trisul, vajra, anak panah, kadga atau pedang kebijaksanaan dan akshamala di dadanya. Sedang tangan kiri nya dari atas masing – masing memegang busur panah, genth, bungan utpala, tali penjerat dan selendang sutra.
Usnishavijayatara duduk dalam sikap sattvapariyanka diatas bungan teratai kuning dan bulan purnama, tubuh nya berwarna keemasan bersinar laksana gunung emas, cantik, penuh kebajikan dan berhakikatkan metta karuna terhadap semua makhluk, berwajah satu dan bertangan empat, tangan kanan nya masing – masing memegang akshamala dan sikap varadamudra. Tangan kiri nya masing – masing memegang gadha dan kalasha amrihta.
Humsvaranadinitara atau tara yang menaklukkan ketiga dunia, duduk dalam ardhaparyanka diatas bunga teratai dan bulan. Bertubuh keemasan. Berwajah satu dan bertangan dua. Tangan kanan nya dalam mudra perlindungan, sedang tangan kiri nya memegang setangkai bunga teratai emas.
Trailokyavijayatara, duduk dalam sikap sattvaparyanka diatas bunga teratai dan bulan, bertubuh merah ruby, berwajah satu dan bertangan empat. Dua tangan kanan nya memegang vajra dan kadga ( Pedang ), sedang tangan kiri nya memegang tali penjerat dan sikap mudra tarjana.
Vadipramardakatara, dalam sikap pratyalidha atau berdiri, kaki kanan ditekuk dan kaki kanan tegak. Diatas bungan teratai kuning dan matahari. Bertubuh Hitam menakutkan, dengan wajah kemurkaan, denganm mengenakan busana berwarna kuning. Berwajah satu dan bertangan empat, rambut nya berdiri tegak, berhiaskan ular dan tiara surgawi. Tangan serta kaki nya mengenakan gelang. Kedua tangan kanan nya masing – masing memegang kadga dan DharmaChakra. Tangan kiri nya memegang tali dan sikap mudra Tarjana.
Marasudana – vasitottama – datara, duduk dalam sikap ardhaprayanka diatas bunga padma, surya dan chandra serta makara. Bertubuh keemasan berwajah satu dan bertangan empat. Tangan kanan nya masing – masing memegang tangkai bunga asoka dan ratna. Tangan kiri nya memegang bunga padma dan bejana harta.
Varadhatara, duduk diatas bunga padma dan bulan, bertubuh merah ruby, berwajah satu dan bertangan empat. Kedua tangan kanan nya satu dalam mudra mahasukkha dan satu lagi memegang vajra. Tangan kiri nya memegang gantha dan tangkai ranting pohon naga.
Sokavinodanatara ( Arya tara penghalau segala penderitaan ), duduk damai diatas bunga padma dan bulan, cantik, bertubuh merah Coral, berwajah satu dan bertangan empat. Tangan kanan nya masing – masing dalam sikap anjali mudra bersama tangan kiri atas nya diatas mahkota nya dan memegang pedang pemutus penderitaan. Satu tangan kiri nya memegang bunga utpala.
Jagadvasivipannirbarhanatara ( Arya Tara penghalau segala kemalangan ), berdiri dalam sikap lalidhasana diatas bunga teratai dan bulan. Bertubuh nila dengan rambut kemerahan berdiri tegak, berwajah satu dan bertangan dua. Tangan kanan nya memegang gadhakapala dan tangan kiri nya memegang vajra ankusha.
Manggalalokatara ( Arya Tara cahaya keberuntungan ), duduk dalam vajraparyanka, diatas bunga teratai beraneka warna serta bulan. Bertubuh emas, berwajah satu, dan bertangan delapan, dengan bersandar pada bulan purnama. Tangan kanan nya memegang trisula, ankushi, kadga, dan vajra. Tangan kiri nya memegang ratna, ankushi, gadha, dan bejana harta.
Paripacakatara ( Arya Tara sang pemulih ), berdiri diatas bunga teratai dan matahari, ditengah kobaran api, dari tubuh nya yang mengerikan berwarna merah ruby memancar cahaya kesegala penjuru membakar apapun. Berwajah satu dan bertangan empat, mulut nya menyeringai dengan alis mata yang naik turun, sangat menakutkan. Tangan kanan nya memegang pedang dan anak panah, tangan kiri nya memegang dharmachakra dan busur panah.
Bhrkutitara (Arya Tara penakluk yang murka), berdiri diatas bunga padma dan matahari, menari diatas bangkai manusia. Bertubuh hitam menakutkan, dengan tiga wajah kemurkaan, yang masing – masing bermata tiga, merah, menyala murka, dengan mulut menyeringai lidah terjulur. Wajah nya yang tengah berwarna hitam, yang kanan putih, dan yang kiri merah. Mengenakan untaian kepala dan kulit harimau dihiasi delapan ekor ular. Bertangan enam, ketiga tangan kanan nya masing – masing memegang kadga, pecut dan gadha. Tangan kiri nya memegang dharmachakra, kepala penuh darah dan tali penjerat.
Mahashantitara (Arya Tara kedamaian agung), duduk dalam vajrapariyanka, diatas bunga teratai putih dan bulan. Bertubuh putih bagaikan bulan, berwajah satu dan bertangan enam. Tiga tangan kanan nya memegang aksamala, gadha, dan varadha mudra. Sedang tangan kiri nya memegang setangkai bunga utpala, kalasa amritha, dan patra penuh makanan.
Raganisudhanatara (Arya Tara penghancur segala keterikatan), duduk dalam sattvapariyanka diats bunga padma dan matahari. Bertubuh merah Coral, cantik dan bersinar, berwajah satu dengan tiga mata dan bertangan dua. Tangan kanan nya memegang trisula, tangan kiri nya memegang bunga utpala. Beliau adalah sumber segala realisasi. Bathin nya merupakan sari dari kesepuluh suku kata mantra, memberikan segala siddhi, mengembangkan kecerdasan dan memberi segala pengetahuan.
Sukhasadhanatara (Arya Tara yang memiliki segala kebahagiaan), duduk dalam sikap satvapariyanka diats teratai putih yang bersinar, bulan dan matahari. Bertubuh orange, berwajah satu dan bertangan dua. Sangat cantik, mengenakan perhiasan berbagai permata. Kedua tangannya memegang bulan purnama di depan dadanya.
Sitavijayatara (Arya Tara sang pemenang), duduk dalam sikap sattvapariyanka, diatas angsa, bunga padma, matahari dan bulan. Bertubuh putih, berwajah satu dan bertangan empat. Kedua tangan kiri dan kanan atas, memegang ankushi. Tangan kanan yang lain dalam varadhamudra, sedang tangan kiri yang lain memegang setangkai bunga utpala dengan pustaka suci diatas nya.
Dukkhadahanatara (Arya Tara yang membakar segala penderitaan), duduk dalam sikap sattvapariyanka, dengan kaki kanan ditegakkan, diatas kumuda dan candra. Tubuh nya agung, berwajah satu dan bertangan dua. Bertubuh putih laksana kulit kerang, mengenakan berbagai perhiasan, yang bersinar putih dan merah, menghalau noda semua makhluk. Kedua tangan nya memegang cermin yang menghanguskan segala penderitaan semua makhluk.
Siddhisambhavatara (Arya Tara sumber siddhi), duduk dalam sikap sattvapariyanka diats bunga padma dan bulan. Bertubuh orange yang menunjukkan bahwa beliau berasal dari sari karmakula, berwajah satu dan bertangan dua. Kedua tangan nya memegang bejana emas di depan dada, mengalahkan segala jenis penyakit dan memberi segala siddhi.
Paripurnatara (Arya Tara sempurna), duduk dalam sikap ardhapariyanka diatas sapi kamadenu, yang lahir spontan, bunga padma dan bulan. Bertubuh putih, cantik dan bersinar, berwajah satu dengan tiga mata dan bertangan dua. Tangan kanan nya dalam abhaya mudra dan tangan kiri nya memegang trisula. Beliau menjadi jalan untuk dapat pergi kealam akanistha dalam hidup saat ini juga.
Asal Mula Pintu Dharma Simha Mukha Dakini
Pintu Dharma Simhamuka Dakini adalah salah satu dari sedikit Pintu
Dharma silsilah dari India, Pintu Dharma ini diperoleh dari India tengah
yang dekat dengan lokasi pencapaian Kebuddhaan dari Siddharta Gautama,
berbagai sekte tantra sangat menghormati Simhamuka Dakini.
Pada saat Luozhawa Sang Guru Penterjemah hendak memohon Dharma, Beliau sempat menetap di Nepal, beliau sempat berdebat dengan seorang guru trithika (penganut ajaran diluar Buddha Dharma) Gadengjiebu, Luozhawa memperoleh kemenangan karena Beliau banyak mengetahui keunggulan Buddha Dharma.
Gadengjiebu tidak bisa menerima kekalahan ini, dalam hati timbul kebencian, mengancam supaya Sang Penterjemah meninggalkan Triratna dan berlindung di bawah agamanya, bila tidak dalam tujuh hari dia akan menggunakan kekuatan doa bahasa gaib untuk mencabut nyawanya, Luozhawa Sang Penterjemah tidak takut mati. Namun Gadengjiebu sang pendeta memiliki daya kuasa yang besar, tulah kutukannya sangat manjur.
Karena tidak sanggup menghadapinya, Luozhawa sang penerjemah pergi menghadap Arya Pangtingba, beliau menjelaskan duduk persoalannya dan memohon sadhana yang mampu melindungi dirinya.
Pangtingba sang Arya memberikan petunjuk supaya sang penterjemah pergi menuju ke Vajrasana di India, kelak disana dia akan menemukan cara mematahkan tulah pendeta itu, Sang Arya mengadhistana Luozhawa dengan kekuatan kaki sakti supaya bisa cepat mencapai tempat tujuan, dalam waktu sehari langsung mencapai Vajrasana di India.
Di Vajrasana dia bertemu dengan Mahasiddha Duojiedanba, setelah menjelaskan kisahnya, dia memohon bantuan Yang Arya.
Arya Dujiedanba mengatakan :
“Hari ini adalah tanggal 9, siapkanlah persembahan besar untuk kita melakukan mahapuja besok, maka Dakini Bunda Semesta akan membantumu.”
Maka sang penterjemah juga menyiapkan persembahan untuk Acarya Duojiedanba, pada tanggal 10 melakukan mahapuja.
Pada saat mahapuja dilaksanakan, Simhamuka Dakini muncul dengan tubuh sejati Nya, memberi nasehat pada Luozhawa sang penerjemah :
“Tidak perlu takut dengan tulah doa doa penganut ajaran tirthika, di sebelah Utara Vajrasana ada sebuah Gunung yang berbentuk seperti sapi, di bagian jantung Gunung ini ada sebuah gua yang terbentuk secara alami, masuklah dan menggalilah, dalam kedalaman tiga bahu empat jari kau akan menemukan sebuah kitab yang dilapisi oleh nyala api, hancurkan api itu dan di dalamnya akan tampak kotak emas, di dalam kotak emas ada kotak kayu pohon Boddhi yang dihiasi oleh berbagai mustika, bukalah dan dilamanya da sebuah kain biru kehitaman, di atasnya ada sebuah mantra yang dituliskan dari lubuk hati dan darah Ku serta para Dakini, mantra itu dibagian depannya tiada kata OM dan dibelakangnya tiada kata SOHA, tiada penggalan di tengahnya, bila kau bisa menjapakan dengan tulus setiap hari 21x saja maka akan memperoleh perlindungan, jangan menjapakannya lebih banyak dari itu, ingatlah !”
Di hari kedua, sang penerjemah menuruti petunjuk Simhamuka Dakini, mencari gua tersebut dan setelah memberikan persembahan pada Dakini Merah, ternyata di dalam tanah tergali kotak berbagai mestika yang berisi kitab, setelah melihat dia membawanya dengan hormat diikatkan di atas leher, dia menjalankan penjapaan dengan tulus tanpa henti, bahkan melebihi jumlah yang ditetapkan oleh Bunda Dakini.
Pada malam hari ketiga, bala tentara makhluk kasat mata dari ajaran sesat yang muncul dari kekuatan doa sang pendeta tirthika datang menyerang, ada yang berbentuk seperti perempuan , mara dan lain sebagainya datang berbondong bondong untuk mencelakai, namun mereka semua tidak sanggup !
Di pagi harinya, Simhamuka Dakini memberitahukan pada sang penerjemah bahwa pendeta Gadengjiebu telah mati muntah darah.
Sebenarnya pendeta sesat itu tidak akan mati jika sang penerjemah tidak menjapa mantranya terlampau banyak, kekuatan mantra yang terlampau besar membuat pendeta sesat itu menelan kembali kutukan keji yang dilontarkannya.
Mendnegar kabar ini, Luozhawa sang penerjemah girang bukan main, namun Arya Dujiedanba justru tidak senang, dia menuding sang penerjemah tidak punya belas kasihan dan berkata :
“Di jaman akhir Dharma, akan ada Guru seperti saya, dan muridnya pasti sepertimu !”
beliau merampas kitab di leher sang penerjemah dan mengusirnya sambil mengatakan bahwa beliau tidak ingin bertemu lagi dengan sang penerjemah .
Namun keyakinan Luozhawa sang penerjemah tetap kuat, dia meninggalkan Vajrasana tempat Sang Guru, sehingga bertahun tahun hidup bergantung dari sedikit makanan yang disembunyikan di pinggang pendamping Guru yang bernama Mahahasama.
12 tahun kemudian Yang Arya mewariskan semua abhiseka Simhamuka Dakini beserta ajaran dan karman kepada sang penerjemah.
Sekembalinya di Tibet , sang penerjemah mewariskan sadhana Simhamuka Dakini kepada pimpinan Lima Tetua Sakya, yaitu Gongganingbu, sehingga sadhana ini menjadi salah satu dari 13 ajaran emas yang tidak pernah keluar dari tembok vihara.
Kemudian para Guru mewariskannya dari generasi ke generasi tanpa terputus sampai sekarang.
Pahala
menurut apa yang tercatat dalam sutra, ada 25 macam manfaat :
1.Mantra ini dapat mengembalikan semua tulah kutukan dan mantra lainnya yang berusaha melukai sadhaka, semua hal yang berupa rintangan dan tidak baik akan dilontarkan kembali pada asalnya.
2.Mampu menaklukkan musuh
3.Bila berada di istana Vajra dan menekuni perlindungan cakra maka akan mampu melindungi diri sendiri dari bahaya alam dan gangguan manusia, makhluk bukan manusia , para setan dan dewa serta lain sebagainya yang berusaha membuat rintangan.
4.Dapat memperoleh panjang usia.
5.Bagaikan mensthanakan Dewa Rejeki, kekayaannya akan terus bertambah.
6.Vasikarananya mampu membuat atasan menyukai.
7.Vasikarananya mampu membuat kerabat dan rekan menyukai.
8.Memperoleh anak cucu.
9.Menurunkan hujan dikala terjadi kekeringan.
10.Menghentikan huja dikala terjadi bencana air.
11.Menghentikan petaka yang berhubungan dengan kekurangan pangan (dijaman dahulu digunakan untuk menghentikan hama).
12.Menyingkirkan bencana musim dingin.
13.Menyingkirkan bencana hujan es.
14.Menghentikan bencana petir.
15.Menyembuhkan penyakit.
16.Menghentikan wabah.
17.Menyingkirkan sakit tenggorokan.
18.Menyembuhkan flu dan sakit panas.
19.Menyembuhkan penyakit cacar.
20.Menyembuhkan penyakit kejiwaan seperti halusinasi dan lain sebagainya.
21.Menyingkirkan penyakit daerah kepala, seperti pusing2 dsb.
22.Menyingkirkan penyakit mudah lupa.
23.Menyingkirkan bencana senjata.
24.Terhindar dari stroke dan lain sebangsanya.
25.Terhindar dari bencana perampokan.
Om Mani Padme Hum
Pada saat Luozhawa Sang Guru Penterjemah hendak memohon Dharma, Beliau sempat menetap di Nepal, beliau sempat berdebat dengan seorang guru trithika (penganut ajaran diluar Buddha Dharma) Gadengjiebu, Luozhawa memperoleh kemenangan karena Beliau banyak mengetahui keunggulan Buddha Dharma.
Gadengjiebu tidak bisa menerima kekalahan ini, dalam hati timbul kebencian, mengancam supaya Sang Penterjemah meninggalkan Triratna dan berlindung di bawah agamanya, bila tidak dalam tujuh hari dia akan menggunakan kekuatan doa bahasa gaib untuk mencabut nyawanya, Luozhawa Sang Penterjemah tidak takut mati. Namun Gadengjiebu sang pendeta memiliki daya kuasa yang besar, tulah kutukannya sangat manjur.
Karena tidak sanggup menghadapinya, Luozhawa sang penerjemah pergi menghadap Arya Pangtingba, beliau menjelaskan duduk persoalannya dan memohon sadhana yang mampu melindungi dirinya.
Pangtingba sang Arya memberikan petunjuk supaya sang penterjemah pergi menuju ke Vajrasana di India, kelak disana dia akan menemukan cara mematahkan tulah pendeta itu, Sang Arya mengadhistana Luozhawa dengan kekuatan kaki sakti supaya bisa cepat mencapai tempat tujuan, dalam waktu sehari langsung mencapai Vajrasana di India.
Di Vajrasana dia bertemu dengan Mahasiddha Duojiedanba, setelah menjelaskan kisahnya, dia memohon bantuan Yang Arya.
Arya Dujiedanba mengatakan :
“Hari ini adalah tanggal 9, siapkanlah persembahan besar untuk kita melakukan mahapuja besok, maka Dakini Bunda Semesta akan membantumu.”
Maka sang penterjemah juga menyiapkan persembahan untuk Acarya Duojiedanba, pada tanggal 10 melakukan mahapuja.
Pada saat mahapuja dilaksanakan, Simhamuka Dakini muncul dengan tubuh sejati Nya, memberi nasehat pada Luozhawa sang penerjemah :
“Tidak perlu takut dengan tulah doa doa penganut ajaran tirthika, di sebelah Utara Vajrasana ada sebuah Gunung yang berbentuk seperti sapi, di bagian jantung Gunung ini ada sebuah gua yang terbentuk secara alami, masuklah dan menggalilah, dalam kedalaman tiga bahu empat jari kau akan menemukan sebuah kitab yang dilapisi oleh nyala api, hancurkan api itu dan di dalamnya akan tampak kotak emas, di dalam kotak emas ada kotak kayu pohon Boddhi yang dihiasi oleh berbagai mustika, bukalah dan dilamanya da sebuah kain biru kehitaman, di atasnya ada sebuah mantra yang dituliskan dari lubuk hati dan darah Ku serta para Dakini, mantra itu dibagian depannya tiada kata OM dan dibelakangnya tiada kata SOHA, tiada penggalan di tengahnya, bila kau bisa menjapakan dengan tulus setiap hari 21x saja maka akan memperoleh perlindungan, jangan menjapakannya lebih banyak dari itu, ingatlah !”
Di hari kedua, sang penerjemah menuruti petunjuk Simhamuka Dakini, mencari gua tersebut dan setelah memberikan persembahan pada Dakini Merah, ternyata di dalam tanah tergali kotak berbagai mestika yang berisi kitab, setelah melihat dia membawanya dengan hormat diikatkan di atas leher, dia menjalankan penjapaan dengan tulus tanpa henti, bahkan melebihi jumlah yang ditetapkan oleh Bunda Dakini.
Pada malam hari ketiga, bala tentara makhluk kasat mata dari ajaran sesat yang muncul dari kekuatan doa sang pendeta tirthika datang menyerang, ada yang berbentuk seperti perempuan , mara dan lain sebagainya datang berbondong bondong untuk mencelakai, namun mereka semua tidak sanggup !
Di pagi harinya, Simhamuka Dakini memberitahukan pada sang penerjemah bahwa pendeta Gadengjiebu telah mati muntah darah.
Sebenarnya pendeta sesat itu tidak akan mati jika sang penerjemah tidak menjapa mantranya terlampau banyak, kekuatan mantra yang terlampau besar membuat pendeta sesat itu menelan kembali kutukan keji yang dilontarkannya.
Mendnegar kabar ini, Luozhawa sang penerjemah girang bukan main, namun Arya Dujiedanba justru tidak senang, dia menuding sang penerjemah tidak punya belas kasihan dan berkata :
“Di jaman akhir Dharma, akan ada Guru seperti saya, dan muridnya pasti sepertimu !”
beliau merampas kitab di leher sang penerjemah dan mengusirnya sambil mengatakan bahwa beliau tidak ingin bertemu lagi dengan sang penerjemah .
Namun keyakinan Luozhawa sang penerjemah tetap kuat, dia meninggalkan Vajrasana tempat Sang Guru, sehingga bertahun tahun hidup bergantung dari sedikit makanan yang disembunyikan di pinggang pendamping Guru yang bernama Mahahasama.
12 tahun kemudian Yang Arya mewariskan semua abhiseka Simhamuka Dakini beserta ajaran dan karman kepada sang penerjemah.
Sekembalinya di Tibet , sang penerjemah mewariskan sadhana Simhamuka Dakini kepada pimpinan Lima Tetua Sakya, yaitu Gongganingbu, sehingga sadhana ini menjadi salah satu dari 13 ajaran emas yang tidak pernah keluar dari tembok vihara.
Kemudian para Guru mewariskannya dari generasi ke generasi tanpa terputus sampai sekarang.
Pahala
menurut apa yang tercatat dalam sutra, ada 25 macam manfaat :
1.Mantra ini dapat mengembalikan semua tulah kutukan dan mantra lainnya yang berusaha melukai sadhaka, semua hal yang berupa rintangan dan tidak baik akan dilontarkan kembali pada asalnya.
2.Mampu menaklukkan musuh
3.Bila berada di istana Vajra dan menekuni perlindungan cakra maka akan mampu melindungi diri sendiri dari bahaya alam dan gangguan manusia, makhluk bukan manusia , para setan dan dewa serta lain sebagainya yang berusaha membuat rintangan.
4.Dapat memperoleh panjang usia.
5.Bagaikan mensthanakan Dewa Rejeki, kekayaannya akan terus bertambah.
6.Vasikarananya mampu membuat atasan menyukai.
7.Vasikarananya mampu membuat kerabat dan rekan menyukai.
8.Memperoleh anak cucu.
9.Menurunkan hujan dikala terjadi kekeringan.
10.Menghentikan huja dikala terjadi bencana air.
11.Menghentikan petaka yang berhubungan dengan kekurangan pangan (dijaman dahulu digunakan untuk menghentikan hama).
12.Menyingkirkan bencana musim dingin.
13.Menyingkirkan bencana hujan es.
14.Menghentikan bencana petir.
15.Menyembuhkan penyakit.
16.Menghentikan wabah.
17.Menyingkirkan sakit tenggorokan.
18.Menyembuhkan flu dan sakit panas.
19.Menyembuhkan penyakit cacar.
20.Menyembuhkan penyakit kejiwaan seperti halusinasi dan lain sebagainya.
21.Menyingkirkan penyakit daerah kepala, seperti pusing2 dsb.
22.Menyingkirkan penyakit mudah lupa.
23.Menyingkirkan bencana senjata.
24.Terhindar dari stroke dan lain sebangsanya.
25.Terhindar dari bencana perampokan.
Om Mani Padme Hum
Simhamukha Dakini adalah Dharmapala no. 1
為什麼『獅面空行母』是 第一護法呢?
烏金第二佛就是蓮華生大士,蓮師的『獅面空行母』曾經是蓮華生大士的上師,而且是蓮華生大士的 本尊,又是蓮 華生大士 的護法。
Kenapa Simhamuka Dakini merupakan Dharmapala Nomor 1 ?
Sebab, Buddha yang kedua (setelah Sakyamuni Buddha) adalah Padmasambhava ; Simhamuka Dakini pernah menjadi Acarya bagi Padmasambhava ; Juga merupakan Yidam dari Padmasambhava ; Dan juga merupakan Dharmapala dari Padmasambhava.
曾經『獅面空行母』把最猛烈的降伏法,交給蓮華生大士,這就是祂本身的上師的傳法,祂 傳授蓮華生大士最猛烈的降伏咒語。
Simhamuka Dakini pernah mewariskan Sadhana Abhicaruka yang paling dahsyat kepada Padmasambhava, ini juga berarti pewarisan dari Acarya, Beliau mewariskan mantra yang paling kuat berwibawa kepada Padmasambhava.
為 什麼又是本尊呢?我們曉得變化,蓮華生大士本身真正的本尊是西方極樂世界阿彌陀佛,他們同一 個種子字;都是『咄利』。由阿彌陀佛變化成為蓮華生大士,『獅面空行母』又是由蓮師本身來變化 出來的,所以 可以講又是本尊,蓮華生大士是『獅面空行母』的 本尊,『獅面空行母』的本尊也是蓮華生大士,那麼蓮華生大士的本尊又是『獅面空行母』,互有關 係。
Kenapa juga merupakan Yidam ? Kita mengetahui tentang manifestasi. Yidam sejati dari Padmasambhava adalah Amitabha Buddha dari Sukhavatiloka.
Mereka memiliki satu bijaksara yang sama, yaitu HRIH. Jadi dari Amitabha Buddha bermanifestasi menjadi Padmasambhava, kemudian Simhamuka Dakini sendiri adalah manifestasi dari Padmasambhava, jadi bisa dikatakan juga merupakan Yidam.
Padmasambhava adalah Yidam dari Simhamuka Dakini.
Yidam Padmasambhava juga adalah Simhamuka Dakini.
Saling berkaitan.
『獅面空行母』本身也是護法,我們曉得空行母都是護法。
Simhamuka Dakini pada dasarnya juga adalah Dharmapala.
Semua Dakini adalah Dharmapala.
護法當中,最溫和 的就是山神跟守方神
Diantara para Dharmapala, yang paling lembut adalah Dewa Gunung dan Dewa Pelindung Penjuru / Tempat
也有天星的護法,像二十八星宿,二十八星宿來講起來,這些護法祂們比較粗暴,我們『真佛宗』的 縵天華蓋裡面 有二十八星宿的名號在裡面。
Ada juga Dharmapala Dewa Bintang, seperti 28 konstelasi, mereka lebih keras.
Di dalam Mantianhuagai (Payung Konstelasi) dari Zhenfozong terdapat nama nama 28 Konstelasi di dalamnya.
另外金剛明王護法,具有最大的權威的力量,是屬於明王護法。
Selain itu adalah Vidyaraja Dharmapala, memiliki kekuatan wibawa dan kekuasaan paling besar, termasuk golongan Vidyaraja Dharmapala.
另外還有一種,就是 屬於魔界來的,魔界來轉而護持佛教行者,這個魔界來的護法是無所不為,其中空行母當然都是護法 ,空行母的特 性是什麼呢?空行母的 特性是很兇狠。
Selain itu masih ada lagi satu jenis yaitu yang berasal dari alam mara, dari alam mara berubah menjadi pelindung siswa Buddha. Tidak ada yang tidak dilakukan oleh Dharmapala yang berasal dari alam mara.
Apakah sifat khas dari Dakini ? sifat khas Dakini adalah garang.
空行母是兇惡、兇狠的護法,獅面空行母也是 兇惡、兇狠的護法。
Dakini sangat garang, merupakan Dharmapala yang garang, Simhamuka Dakini juga sangat garang.
這裡面大家也是覺得很奇怪,大部份來講,女性都是屬於比較溫和的,但是,事實上,經過多年的觀 察,在天上界 女 性的空行母護法,男性的不出名,像空行勇父,沒有什麼出名的,大部份出名的都是空行母。
Sampai disini, mungkin Anda sekalian merasa heran, kebanyakan wanita bersifat lebih lembut, namun pada kenyataannya setelah menelitinya bertahun tahun, Para Devi di alam surga yang merupakan Dakini Dharmapala, yang pria seperti Daka tidak terkenal, namun kebanyakan yang terkenal adalah Dakini.
密教對空行母的護法非常的尊崇,因為祂們本身很兇狠
Tantrayana sangat menghormati Dharmapala yang termasuk Dakini, karena mereka pada dasarnya sangat garang.
為什麼這些空行母會那麼兇狠呢? 母系的空行母為什麼會兇狠?我曾經這樣子想過,我們在人間也差不多可以看出一點的徵兆。
大 家想一想,我們常常講一句俗話,癩蛤蟆想吃天鵝肉,但是根據動物學家的研究,癩蛤蟆是很溫和 的一種動物, 它不會傷害人的,而天 鵝是很兇狠的,往往癩蛤蟆還沒有吃到天鵝,轉頭它已經被天鵝啄,癩蛤蟆就死了,當然癩蛤蟆想吃 天鵝肉是夢想 啦,經過研究所知,那 些動物學家去研究動物,所謂天鵝是最兇狠的,表面上看起來,它很溫和、慈祥,慈母一樣的,事實 上,它兇起來 的時候,是不顧一切的 。
Kenapa beberapa Dakini bisa demikian garang ? Kenapa Dakini yang berasal dari garis Ibu sangat garang ?
Di dunia ini kita bisa melihat contohnya.
Coba kita pikir, kita sering mengucapkan pepatah : Katak ingin makan daging angsa.
Namun menurut penelitian katak adalah hewan yang lembut, mereka tidak akan melukai manusia, sedangkan angsa lebih garang. Sebelum katak berhasil memangsa angsa, begitu menoleh dia sudah dipatuk angsa, maka matilah katak itu. Tentu saja maksud pepatah Katak ingin makan daging angsa adalah mimpi belaka.
Menurut penelitian para ahli, sebenarnya angsa sangat garang, secara penampilan mereka kelihatannya lembut, belas kasih, bagaikan ibu yang penuh kasih, namun kenyataannya begitu dia dibuat marah , dia tidak akan pandang bulu.
所以天鵝的本性是兇狠的,癩蛤蟆的本性是溫和。所以癩蛤蟆想吃天鵝肉,我看都是夢想。可以講, 獅面空行母的 本性,所以稱為第一護 法不是沒有原因的,祂第一護法有祂本身的道理存在。
Maka pembawaan dari angsa adalah sangat galak, sedangkan katak adalah lembut. Maka katak ingin makan daging angsa , menurut saya merupakan mimpi belaka. Boleh dikatakan, pembawaan Simhamuka Dakini demikian, maka disebut sebagai Dharmapala nomor satu bukan tidak ada sebabnya, kenapa Beliau adalah Dharmapala nomor satu ada alasannya sendiri.
我們修法開始的時候,第一節大部份都是入獅面空行母密壇,你一定要供獅面空行母,要供養祂的曼 陀羅。
Saat kita mulai bersadhana, pertama kali biasanya adalam memasuki Mandala Simhamuka Dakini, Anda harus mempersemayamkan Simhamuka Dakini, harus puja pada mandala Nya.
蓮華生大士有講過一句話,祂 是虹光化身,祂說以後的密教弟子只要做出祂的曼陀羅,就是壇城,你供養我的曼陀羅,我就顯身在 曼陀羅裡,這 是蓮華生大士本身的誓 句三昧耶,就是蓮華生大士發的誓願;『你供我的曼陀羅,我必顯身在曼陀羅之上』。
Padmasambhava pernah mengatakan, Beliau adalah manifestasi sinar pelangi, kelak asalkan siswa tantra membuat mandala Nya, yaitu altar, kau puja pada mandala Ku, maka Aku akan tampil dalam mandala, ini adalah ikrar samaya Padmasambhava Bodhisattva, tekad Padmasambhava :
Kau mempersemayamkan mandala Ku, Aku pasti muncul di atas mandala!
我 要跟大家講,蓮華生大士在西藏建立的一間寺廟,叫做松耶寺,松耶寺,上面那一層是屬於梵的, 就是印度天竺 的造形 ,中間大殿。第二層是屬於漢,中國的造形,第三層才是西藏的造形。所以當初的人,松耶寺又稱為 三樣寺,三樣 就是表示印度、中國跟 西藏,這三樣合起來的寺院。
Saya ingin memberitahukan kepada Anda sekalian mengenai vihara yang dibangun oleh Padmasambhava, Samye Monastery (桑耶寺; Tibetan: བསམ་ཡས་). Tingkat atas adalah termasuk sansekerta, merupakan bentuk India, sala utama. Tingkat kedua termasuk tipe Tiongkok, tingkat tiga barulah Tibet. Maka orang -orang dulu pada awalnya menyebut Samye Monastery sebagai Vihara Tiga Rupa, Tiga Rupa yaitu India, Tiongkok dan Tibet.
蓮華生大士造松耶寺,按造什麼去造的?按造宇宙的意識去造的,須彌四周並日月,化諸珍寶供養佛 。蓮華生大士 中間的大殿就是須彌山 ,四周圍有四個殿,就是四大州,再含八小州,還有日殿、月殿。須彌四周並日月,就是中央大殿是 須彌,四大州 分成四大殿,又八小殿 八小州,再來還有日殿、月殿,這是松耶寺。
Apakah pedoman Padmasambhava dalam membangun Samye Monastery ? Yaitu berpedoman pada kesadaran alam semesta, Empat benua gunung Sumeru Matahari dan Rembulan, semua jenis permata dipersembahkan pada Buddha. Sala utama di tengah adalah Sumeru, di empat penjurunya ada catursala, merupakan empat maha benua. Mengandung delapan benua kecil, ada juga suryasala dan candrasala. Inilah Samye Monastery.
松耶寺的建立,當初可以這樣子講,是蓮華生大士使藏王在西藏建立的第一座寺院
Saat itu, berdirinya Samye Monastery adalah Vihara pertama yang didirikan oleh karena Padmasambhava mengusulkannya pada Raja Tibet.
當 初祂灑米、灑花去開光,按造傳說講,只要祂灑花一開光,那些佛像都會從廟裡面跑出來,跑出來 再跑進去,廟 的門很 小,祂出來的時候,神像很大,神像會縮小,咻!然後出了門以後,咻!又變大,然後再回去的時候 ,又會縮小, 休!縮進去又會再擺回 原來的樣子,哇!這個是很厲害!傳說是這個樣子啦。
Saat itu Beliau menebarkan beras dan bunga untuk memberi abhiseka pratima, berdasarkan kisah Nya, begitu Beliau menebarkan bunga untuk mengabhiseka pratima, maka rupang itu bisa keluar dari vihara dan kemudian masuk lagi. Pintu Vihara sangat kecil, namun saat rupang itu di luar menjadi sangat besar, kemudian saat kembali lagi ke dalam vihara berubah kecil.
我是從蓮華生大士開光松耶寺所有的佛像想出來的,祂那時候,一灑花佛像都會動的,而且會跳金剛 舞,佛像出來 到外面,跟所有的人民 跳金剛舞,哇!這個是很精采的,而且所有的佛像會動、會開口,會騰空,又會回去,又會顯現。
Saat itu, asalkan Beliau menebarkan bunga, maka rupang Buddha akan bisa bergerak, bahkan bisa menarikan tari Vajra, Rupang Buddha bisa keluar kemudian menarikan tari Vajra bersama para rakyat. Bahkan semua rupang bisa bergerak, berbicara, terbang, kemudian kembali, bisa juga menampakkan diri.
師尊有一次也是很精采,但是彌勒佛並沒有動啊!我是開光的時候,剛好一照彌勒佛,虛空中第一條 太陽光線照在 彌勒佛的身上,這個本 來是很平常,因為光照在彌勒佛的身上,這是小事,樹林裡面所有的鳥全部下降叫(眾鼓掌),這個 才是大事。
Mahaguru juga pernah satu kali , namu rupang Maitreya itu tidak bergerak ! Saat Saya mengabhiseka pratima, sinar matahari membentuk satu garis menyinari Maitreya, ini masih biasa, ini hal kecil. Namun kemudian semua burung di hutan turun dan berkicau , ini barulah luar biasa!
(Peristiwa ini terjadi di Rainbow Villa saat peresmian rupang Maitreya di hutan, dan disaksikan umat banyak)
你想想看,在彩虹山莊的山頂那一尊小彌勒菩薩,放在那裡,當時也有人在場,他們可以證明的,要 開光的時候, 很靜的,什麼聲音都沒 有,一開光的時候,一講:開光,所有的鳥全部飛下來,在彌勒菩薩的周圍的樹邊全部一起叫(眾鼓 掌)。
Coba Anda bayangkan, rupang Maitreya Bodhisattva di puncak gunung Rainbow Villa, saat itu juga ada umat disana, mereka bisa menjadi saksi, saat hendak dilaksanakan persemian suasananya sangat tenang, tidak ada suara apapun, begitu diucapkan : Kaiguang ! saat abhiseka pratima, semua burung mendadak turun ke pohon sekeliling Maitreya Bodhisattva dan semuanya berkicau. (tepuk tangan hadirin)
我希望我們『真佛宗』的上師、法師,所有的同門,學會 開光法(眾鼓掌)。你們學會開光法出去跟人家開光的時候,哇!所有的金剛女性的空行母全部跳金 剛舞,神像、 佛像全部出來跳金剛舞, 哇!那個時候就不得了,希望你們能夠有這樣子的成就。
Saya harap para Acarya, biksu dan para umat di Zhen Fozong belajar bagaimana mengabhiseka pratima (tepuk tangan hadirin)
Saat Anda sekalian telah belajar tata cara abhiseka pratima kemudian mengabhiseka pratima orang lain, wah ! Semua rupang Dakini bisa menari Vajra, rupang dewa dan Buddha semua keluar menari Vajra ! Saat itu sungguh luar biasa ! Saya harap kalian memperoleh realisasi yang demikian!
蓮華生大士所講的曼陀羅,意思講的就是壇城,今天我們供壇城很重要的地方就是在這裡,我們每一 次修法都要進 入壇城。獅面空行母本 身有獅面空行母的壇城。你要修法要進入獅面空行母的壇城,根據四昧四句三昧耶都是需要有壇城的 。
Apa yang dimaksud sebagai mandala oleh Padmasambhava adalah altar, ini adalah makna penting pada hari ini kita membangun altar , tiap kita bersadhana harus memasuki altar. Simhamuka mempunyai altar Simhamuka, bila Anda hendak bersadhana maka masukilah altar Simhamuka, berdasarkan catursamaya empat kata altar adalah sangat perlu.
再來呢,唸清淨 咒,我們曉得清淨在我們佛經裡面都是有清淨咒的,清淨咒是清淨自己。最早的時候 ,我得到的清 淨法,我每一次拿筆起 來,要開光清淨的時候:『嗡修利修利,嘛哈修利,修修利,梭哈』,在唸清淨咒,自動手跟筆會比 出一種形式, 比久了,我就知道了, 原來這就是清淨的印。
Kemudian, menjapa mantra pembersihan, kita semua tahu di dalam setiap kitab Buddha ada mantra pembersihan, maknanya adalah menyucikan diri sendiri.
Sadhana Penyucian yang saya peroleh dulu, saat mengabhiseka pratima melakukan penyucian sambil memegang pena, “Om. Xiuli Xiuli Mahaxiuli Xiuxiuli Soha.” saat menjapa mantra pembersihan dengan sendirinya tangan dan pena akan membentuk suatu gambar, setelah membentuknya lama, saya tahu ternyata itu adalah mudra vimala.
筆這樣子(師尊示範),好像在畫一條線,這樣子來,一個魚,這樣子,這是一種清淨,我教你們絕 對沒有錯哦, 你們記得哦,清淨一定是 這樣子,佛菩薩很直接這樣子告訴我,你只要做這一種手印就是清淨,所以你在清淨壇城,清淨自己 都是這樣子清 淨。
Demikian pena bergerak (Mahaguru memperagakan), bagaikan menggambar satu garis, demikian, seekor ikan (bagai), Ini adalah semacam penyucian, apa yang saya ajarkan ini pasti benar, mohon Anda ingat, saat menyucikan harus demikian, Buddha Bodhisattva secara langsung memberitahu saya, asalkan Anda membentuk satu mudra ini maka bermakna suci, maka saat Anda hendak menyucikan altar ataupun diri sendiri, demikianlah menyucikannya.
那 麼什麼是賜福啊?給人家賜福,將來上師、法師出去給人家賜福,怎麼樣子做?我告訴你,賜福也 有一種手印, 他也是一種畫線,畫一 個圈圈,點兩點,賜福!這兩點經過我想了很久,這兩點代表什麼?一個圈圈代表圓滿,兩點代表福 跟慧,這是佛 菩薩直接告訴我的,你 要給人家賜福,一個圈圈,點兩點,就是賜福。
Kemudian, apakah itu pemberkahan ? yaitu memberikan berkah pada orang lain, kelak Acarya , Biksu lama yang membabarkan Dharma hendak memberikan pemberkahan, bagaimana ? Saya beritahu kalian, pemberkahan juga merupakan satu macam mudra, juga merupakan bentuk gambar garis, menggambar satu lingkaran (menggambar di udara menghadap obyek) dan menitiknya dua kali di tengah, paustika !
Satu lingkaran bermakna sempurna.
Dua titik bermakna berkah dan prajna.
Ini adalah ajaran langsung dari Buddha dan Bodhisattva pada saya, bila Anda hendak memberkati orang lain, maka satu lingkaran dengan dua titik.
ket :
Cara diatas adalah membentuk garis yang meliuk liuk dari atas ke bawah setiap tiba di titik kanan menjapa OM, kemudian dibawahnya adalah AH, dan dibawahnya lagi adalah HUM (sinar putih)
Kemudian lingkaran dan dua titik (ada juga satu titik) dengan mantra XIE
(Tata cara ini masih dibagi menjadi beberapa lagi. Harap diketahui bahwa di artikel ini hanya sebagai gambaran saja, untuk prakteknya harus dibimbing oleh Acarya pembimbing Anda)
還有,你在修法當中,你要送神,我發覺 到,佛菩薩直接告訴我的,四縱五橫印就是可以送神:臨兵 鬥者皆陣列在 前,那個菩薩就咻!送 走了,這是遣送印,也是一種結界,甚至是一種防魔,像一個網子一樣推出去,把它推遠了,今天教 大家這三個, 你在遣送、防魔或者做 結界,你可以做遣送印。這是我所知道的,現在教給大家 ( 眾鼓掌)。
Pic : coming soon
Mudra penghantar (Mudra 9 aksara mantra)
Ada lagi, saat bersadhana Anda harus menghantarkan para dewa, Buddha Bodhisattva memberitahu saya secara langsung, 4 mudra vertikal dan 5 horizontal bisa menghantarkan dewa :
(KET : Lihat gambar dan sesuaikan karakter kanji nya dengan gambar mudra)
LIN (lin 臨 ); BING (ping 兵 ); DOU (tou 鬥 ); ZHE (cek 者 ) ; JIE (cie 皆 ); ZHEN (cen 陣 ) ; LIE (lie 列 ); ZAI (cai 在 ) ; QIAN (jien 前 )
maka Bodhisattva langsung akan dihantar pergi !
Inilah mudra menghantar , juga termasuk simabandhana, bahkan sebuah penangkal mara, bagaikan sebuah jala yang dilempar keluar. Mendorongnya jauh jauh.
Hari ini mengajari Anda sekalian tiga hal ini, Anda menghantarnya pergi, simabandhana dan menangkal mara, Anda bisa membentuk mudra penghantar.
Inilah apa yang aku ketahui, sekarang mengajarkan semuanya kepada kalian (tepuk tangan hadirin)
KET : Mudra dan mantra diatas perlu abhiseka dan lagi ini ada visualisasinya. Abhiseka dan Praktek harus melalui bimbingan Acarya Sejati.
再來,我們是做召請咒,召請咒也有印,我們曉得召請咒,以前教過大家用勾子,觀虛空中有雲,雲 上面有本尊, 你這樣子一勾,跟著持 咒:嗡啊吽、梭哈。一勾,把祂的雲勾住,祂的雲就飛不走,而且被你一勾,祂就掉下來,進到壇城 ,這個是召請 印跟召請咒。
Kemudian, kita menjapa mantra pengundang, mantra pengundang juga ada mudranya, dulu pernah mengajari Anda sekalian untuk membentuk mudra pengait, visualisasi diangkasa ada awan dan diatas awan ada yidam, kaitlah awan tersebut dan sambil japa mantra OM AH HUM SOHA . Maka Beliau akan turun ke altar Anda.
嗡啊吽梭哈是一種很大的召請咒,一般還有小的召請咒,嗡啊吽梭哈是我們共用、最大的一個召 請咒 ,還有指示印 ,這個指示印(師尊示 範),指示什麼事情(師尊示範),這是指示印。還有一種是斗印,伸一指的,就是斗,斗印是做什 麼?也是召請 ,斗是指天,我現在往上召 請,今天是什麼時辰,子、丑...(師尊唸十二時辰名),拇指按在那一個時辰,現在是什麼時辰 ,有時辰的, 你按在那一個時辰,一按 ,一指斗,這個神會下降的,這也是一種召請印,比較特殊的,召請值日功曹神的。
OM AH HUM SOHA adalah sebuah mantra pengundang yang sangat agung, biasanya masih ada lagi mantra pengundang yang lebih kecil. Kita bersama menggunakan Om Ah Hum Soha, merupakan mantra pengundang paling agung. Masih ada mudra petunjuknya, demikian (Mahaguru memperagakan) . menujukkan apa ? (Mahaguru memperagakan).
Ada lagi mudra bintang, yaitu meluruskan satu jari, ini adalah mudra bintang. Untuk apa ? juga adalah mengundang, bintang menunjuk pada langit.
Sekarang saya akan mengundang dengan menghadap atas, hari ini waktu apa ? (shichen – 時辰)…zi (子), chou (丑) , …(Mahaguru melafal nama 12 waktu) ibu jari menekan ke lokasi waktu tertentu sesuai waktu sekarang, satu mengacung satu menekan waktu, maka dewa itu akan datang, ini adalah juga termasuk mudra pengundang yang lebih spesial, mengundang dewa waktu hari itu.
另外還有一個忿怒印,平時,忿怒就是這樣子的(師尊示範),這是屬於忿怒印的,做忿怒印的時候 ,你唸本尊忿 怒的咒語,祂本身會顯現 祂本尊的威力出來。
Selain itu, masih ada lagi mudra krodha, biasanya demikian (Mahaguru memperagakan), ini termasuk mudra krodha, saat membentuknya, Anda menjapa mantra Adinata Krodha (angkara murka / Dharmapala), Beliau akan muncul dan wibawa Nya akan timbul.
我記得我以前好像講過,在召請佛菩薩的時候,你沒有結印,你也可以用一種東西來召請,觀想你自 己的眼睫毛變 成很長,伸入虛空之中 ,眼睛勾幾下,把祂勾下來,用眼睫毛變成金剛勾,然後把佛菩薩勾下來
Saya ingat, sepertinya dulu pernah mengajari, saat mengundang Buddha Bodhisattva, Anda tidak membentuk mudra, bisa menggunakan suatu benda untuk mengundang, visualisasikan bulu mata Anda berubah menjadi panjang, memasuki angkasa, mata mengait beberapa kali, kaitlah supaya Beliau turun, gunakan bulu mata menjadi kaitan Vajra, kemudian mengait Buddha Bodhisattva turun.
所以這一招啊,也是勾引佛菩薩的方法。在密教裡面是有用眼睫毛當拘勾印,把祂勾下來,一般來講 ,我們召請咒 的召請印一起用,你就 很有功效。
Maka pengaitan ini juga merupakan cara untuk menghadirkan Buddha Bodhisattva. Dalam Tantrayana memang ada cara menggunakan bulu mata untuk mudra pengundang. Jika Anda memadukan mudra dan mantra pengundangan maka akan sangat bermanfaat.
再來我們知道修法要做大禮拜的,我講大禮拜不要以為很輕鬆,你只要大禮拜一直做,你就會流汗, 你就會全身震 動氣跟脈,尤其在做飛 空的大禮拜,全身撲地的大禮拜
Kemudian, kita tahu bahwa dalam sadhana harus melakukan Mahanamaskara, jangan dikira Mahanamaskara sangat mudah, asalkan Anda melakukan Mahanamaskara terus menerus maka pasti akan berkeringat, nadi dan prana di sekujur tubuh akan bergetar, terlebih adalah mahanamaskara seluruh tubuh.
我們密教的大禮拜是在訓練你身體的氣跟脈,你一時臥下的時候,氣是要滿的
Mahanamskara dalam Tantrayana adalah melatih nadi dan prana sekujur tubuh Anda, saat Anda hendak rebah , prana harus penuh
起來的時候,是吸氣的
Saat bangun (berdiri) adalah menghirup nafas.
下去的時候,是閉氣的
Saat turun adalah tahan nafas
KET : Masukkan prana ke Dantian kemudian tahan dan lakukan namaskara ke bawah.
你的身體去碰地的時候,你身體的氣脈是震動的,你不會受傷的
Saat tubuh Anda membentur lantai, prana dan nadi akan bergetar, namun Anda tidak akan terluka.
大禮拜假如也是一直很激烈的運動哦,密教修行震動全身的氣脈,全身的氣脈通通要動,到微細的脈 通通要打開。
Mahanamaskara adalah olahraga yang keras, pembinaan dalam Tantra adalah menggetarkan prana dan nadi sekujur tubuh, semua nadi sampai sekecil kecilnya harus bisa tembus.
你知道大禮拜是金剛拳的基礎嗎?你知道金剛拳是做什麼嗎?金剛拳就是把脈鬆散,你身體的血跟氣 能夠非常的流 暢,你的氣、拙火跟明 點能夠通行無阻,這是金剛拳的作用。
Tahukah Anda bahwa Mahanamaskara adalah dasar dari Tinju Vajra ? Tahukah Anda manfaat Tinju Vajra ? yaitu untuk merilekskan nadi, darah dan prana dalam tubuh Anda mengalir dengan lancar. Prana, kundalini dan bindu dapat tembus tanpa halangan. Inilah kegunaan Tinju Vajra.
Selasa, 01 November 2011
Sutra Raja Agung Avalokitesvara / 高王觀世音真經 (Cerama Mahaguru)
17 Januari 2010 Api Homa Sahasrabhuja Avalokitesvara Bodhisattva
師尊於一月十七日千手千眼觀世音菩薩護摩開示
Kita akan membicarakan bagian kesembilan dari Tata Ritual Sadhana Yidam, ini merupakan penjelasan Tata Ritual Sadhana Hevajra. Sebenarnya tahap awal di bagian depan, di tata ritual kita adalah sama, kebanyakan sama. Sekarang kita bahas tahap ke delapan, yaitu melafalkan Sutra Raja Agung【高王觀世音真經 - Gaowangguanshiyinzhenjing】. Di dalam tata ritual kita , hampir semua melafal Sutra Raja Agung, tiap melakukan satu kali sadhana selalu melafal Sutra Raja Agung. Karena di kontak batin Saya yang pertama, dibawa oleh Yaochijinmu menuju surga, kemudian dibawa sampai ke neraka, dari waktu tidur jam Sembilan malam sampai besok paginya jam Sembilan, di beberapa jam itu, bertamasya ke dunia atas langit dan dunia bawah, semuanya Saya pernah mengunjunginya.
Kemudian setelah bertamasya ? Saya merasa sungguh menakjubkan, merasakan bahwa lokasi kontak batinnya adalah di kuil Yuhuanggong〈玉皇宮〉di Taichung ! kebanyakan mdikatakan bahwa Yuhuanggong termasuk aliran Tao, karena merupakan kuil dari Yuhuangdadi. Namun pimpinannya adalah seorang bhiksu, namanya Shi Huiling (釋慧靈), kemudian saat berada di dalam Yuhuanggong, Saya pernah bertanya kepadanya : “Anda adalah seorang bhiksu, kenapa Anda mau menetap di sebuah kuil Tao biasa?” Saat itu demikian beliau menjawab : “Meskipun saya adalah seorang bhiksu, harus menghormati Tariratna, namun di kuil Yuhuangdadi ini selain Yuhuangdadi adalah adinatanya, juga masih ada Triratna.” Dia juga sangat menghormati Yuhuangdadi, maka dia merasa boleh saja menetap di kuil Yuhuang.
Kemudian , didalam kuil Yuhuangdadi juga mempersemayamkan Yaochijinmu, itulah Yaochijinmu dari Yuhuanggong di Taichung yang membantu membukakan Mata Ketiga Saya, kemudian melihat surga dan dunia bawah, ini adalah kejadian di masa – masa awal. Saya tidak mengingat dengan sangat jelas mengenai hal-hal di masa lalu, kira-kira saat itu masih dua lima atau dua enam tahun, tapi tidak masalah ! yang penting sungguh ada kejadian ini. Kemudian, diantara semua sutra yang ada di Yuhuanggong, Bhiksu Shi Huiling memberikan sebuah sutra kepada saya, sutra ini adalah Sutra Raja Agung Avalokitesvara【高王觀世音真經 - Gaowangguanshiyinzhenjing】. Saya sangat menaruh perhatian pada pertama kali, saya tidak melupakan akar, pertama kali saya sangat memperhatikan ! Yang dia serahkan kepada saya adalah Sutra Raja Agung Avalokitesvara, merupakan sutra yang diberikan oleh Bhiksu Shi Huiling kepada saya.
Sutra yang saya lihat di Yuhuanggong adalah Sutra Raja Agung Avalokitesvara, setelah saya mengambilnya, saya langsung melafalnya, saya sangat menyukai sutra ini ! Di kalangan agama Buddha, ada orang yang mengkritik sutra ini, mengatakan bahwa sutra ini bukan didesana kan oleh Sakyamuni Buddha, jadi tidak boleh ditambahi kata “Yang disabdakan oleh Buddha Sakyamuni”. Tidak boleh ! Tiap sutra kebanyakan ditambahkan “yang disabdakan oleh Buddha Sakyamuni” pada judulnya, misalnya Foshuo Amituojing, Foshuo Boruoboluomiduoxinjing, Foshuo Jingangjing, Foshuo Daboruojing, semua boleh menambahkan kata “Yang disabdakan oleh Buddha Sakyamuni.” Sedangkan sutra ini merupakan sutra yang diperoleh dari dalam mimpi, maka disebut sebagai Sutra yang diwariskan lewat mimpi.
Banyak orang yang mengkritik sutra ini, ada sebagian bhiksu yang bahkan lebih . . ., pokoknya hanya sutra yang disabdakan Buddha Sakyamuni baru boleh dilafalkan, Sutra Raja Agung Avalokitesvara bukan disabdakan oleh Sakyamuni Buddha, maka mereka menolak untuk melafalkannya, bahkan juga mengkritiknya. Namun asal-usul sutra ini juga sudah lama sekali, kurang lebih pada masa Negeri Wei sudah banyak tersebar, sampai pada Dinasti Tang menjadi sangat terkenal, kenapa demikian ? karena sutra ini sangat manjur.
Setelah saya melihat sutra ini, saya menemukan ada beberapa point : pertama, dia mengajarkan Anda bersarana pada Buddha, Dharma dan Sangha . Yang dilafal pada kalimat pertama adalah Namo Avalokitesvara Bodhisattvaya, kemudian Namo Buddhaya, Namo Dharmaya, Namo Sanghaya, yaitu Trisarana, sebab dalam Buddhisme diajarkan untuk Trisarana.
Poin berikutnya adalah : Berjodoh dengan Buddha, beryukta dengan Dharma, maksud dari berjodoh dengan Buddha adalah mengajarkan Anda untuk bersarana pada Buddha, Dharma dan Sangha, maka kita bersarana dengan Buddha Dharma. Nitya – Sukha – Buddhatta dan Visuddhi, berjodoh dengan Buddha Dharma ; Empat kata : Nitya – Sukha – Buddhata dan Visuddhi adalah inti dari ajaran Buddha, sampai disini ini semua tidak salah. Mahaprajnaparamita adalah anuttara mantra, asamasamati mantra, mahamantra, mahavidyamantra, pada hakekatnya Prajnaparamita adalah asamasamati mantra, ini juga tidak salah!
Setelah saya melihat inti dari paragraph pertama ini, Sutra Raja Agung Avalokitesvara sama sekali tidak salah. Kemudian adalah Buddha Rahasaya Cahaya Kesucian, mulai pelafalan nama-nama Buddha, sampai pada Bhaisajyaguruvaiduryaprabharajabuddha, Buddha Raja Cahaya Universal Gunung Pahala, Buddha Raja Mestika Yang Menetap Pada Pahala Kebajikan, ini semua adalah nama Buddha, semua sepenuhnya adalah pelafalan nama Buddha, sedikit kesalahanpun tidak ada. Kemudian adalah Tujuh Buddha Masa Lampau, Seribu Buddha kalpa yang akaan datang, Seribu Limaratus Buddha, Lima Belas Ribu Buddha, Lima Ratus Buddha Puspavijaya, Satu Milyar Vajragarbha Buddha, Buddha Cahaya Samadhi, semua ini adalah Buddha awal ! Dimana letak kesalahan Tujuh Buddha masa lampau dan Ribuan Buddha kalpa yang akan datang ? semua sepenuhnya melafal nama Buddha.
Kemudian masih juga dilanjutkan dengan pelafalan nama Buddha, Nama Enam Buddha di Enam Arah, terus melafal menyebutkannya satu – persatu, kemudian Buddha adi duniawai, Para Buddha Yang Tak Terhingga, Para Buddha Yang Tak Terhingga yang adi duniawi, kemudian Prabhutaratna Tathagata, Sakyamuni Buddha, Buddha Maitreya Buddha Yang Akan Datang, Buddha sebelah Timur Aksobhya, kemudian Amitabha Buddha, semua nama Buddha, semua tidak ada kesalahan. Para Buddha Enam Arah , semuanya sangat luar biasa agungnya, Nama Enam Buddha, semua adalah nama Buddha. Kemudian dia mengajarkan Anda sebuah inti, melafalkan sutra ini, dapat melenyapkan dukkha kelahiran dan kematian, dapat menyingkirkan racun , dua kalimat ini sangat penting. Semua dukkha dari kelahiran dan kematian dapat diakhiri, semua racun dapat dimusnahkan.
Kemudian dilanjutkan dengan nama nama Bodhisattva.. .. .. Avalokitesvara Yang Bersinar Yang Maha Tinggi, Avalokitesvara Yang Membukakan Sinar, keempat Avalokitesvara ini, dilanjutkan dengan Bhaisajyarajabodhisattva, Bhaisajyasamudgatabodhisattva, Manjusri, Samanthabadra, Akasagarbha, Ksitigarbha, dilanjutkan dengan dua yang spesial, yaitu Gunung Kesejukan (清涼山 – Qingliangshan) , dia menyebutkan Gunung Kesejukan, yaitu Milyaran Bodhisattva Gunung Mestika Nan Sejuk, tahukah Anda bahwa Qingliangshan ini adalah gunung dalam sutra yang benar ada ,disebut juga Gunung Lima Puncak (五台山 – Wutaishan) , Gunung Lima Puncak di Tiongkok ini ada tertulis dalam Sutra. Sedangkan yang lainnya, seperti Gunung Putuo di Zhejiang, Gunung Lima Bunga dari Ksitigarbha Bodhisattva, Gunung Emei, tidak ada didalam sutra. Diantara Empat Gunung terkenal di Tiongkok , hanya Gunung Lima Puncak yang tertulis dalam Sutra. Yang disebut sebagai Qinglianshan adalah Gunung Lima Puncak !
Kemudian masih ada lagi Bodhisattva Penjelmaan Vijaya dari Tathagata Cahaya Universal, Tathagata Cahaya Universal ini juga merupakan Buddha yang sangat menakjubkan, kemunculannya dalam Sutra Raja Agung juga sangat menakjubkan, kemudian ! Dia juga ada Mantra Tujuh Buddha Pemusnah Pelanggaran “Lipolipodi qiuheqiuhedi Tuoluonidi Nihuoladi Bilinidi Mohejiadi Zhenlingjiandi Suoha.”.
Sutra Raja Agung yang mula-mula, didalamnya juga terdapat pengundangan pada Astamahabodhisattva, Avalokirtesvara, Manjusri, Samanthabadra, Ksitigarbha, Maitreya, Akasagarbha, Vajrapani, Sarvanivaranaviskambhin, kedelapan Mahabodhisattva ini semua diundang.
Maka Sutra Raja Agung ini, saya tidak merasa bahwa dia hanya sekedar sutra mimpi belaka, yang tidak dapat diandalkan, saya tidak merasa demikian. Karena di dalamnya semua adalah nama suci Buddha dan Bodhisattva, di dalamanya ada sepatah kata Para Buddha Yang Tak Terhingga, yaitu berarti telah melafalkan semua nama Buddha, sedangkan Astamahabodhisattva berarti juga mewakili Buddha Sepuluh Penjuru dan Tiga Masa. Para Bodhisattva Mahasattva, semua ada di dalamnya.
Bodhisattva Manifestasi Unggul dari Buddha Cahaya Universal ini, adinata ini meskipun namanya berada di urutan paling belakang, namun nama Nya telah mencakup semua Bodhisattva ! Menurut pengetahuan saya, meskipun dia terletak di paling belakang, istana ada dipaling belakang, berarti sama dengan Sarvabodhisattva, Bodhisattva Manifestasi Unggul adalah semua Bodhisattva muncul. Maka setelah saya membaca sutra ini, saya juga memohon petunjuk, Beliau memberikan petunjuk bahwa kontak batin yang ditimbulkan dari pelafalan sutra ini tidak biasa, maka kita Zhenfozong harus melafal satu sutra, yaitu sutra yang saya pertama kali peroleh. (Tepuk tangan hadirin)
Melafal nama Buddha Bodhisattva, dan menjapa mantra Tujuh Buddha Melenyapkan Pelanggaran, Tujuh Buddha Masa Lampau ada di dalamnya, melenyapkan pelanggaran, semua pelanggaran berat dapat dilenyapkan, apalagi di dalam syair pelimpahan jasa dalam Sutra Raja Agung ada disbebutkan, Melafal genap seribu kali, pelanggaran berat akan sirna. Di Zhenfozong sendiri ada banyak umat yang telah malafal Sutra Raja Agung sampai memperoleh kontak batin, banyak yang memperoleh kontak batin, maka sutra ini tidak bisa diremehkan dan tidak bisa difitnah.
Dulu saya melihat banyak orang yang memfitnahnya ! ada yang memfitnahnya sebagai bukan sabda Buddha , tentu saja benar bukan sabda Buddha Sakyamuni ! Sakyamuni Buddha tidak menyabdakan sutra ini, namun, pada kenyataannya kontak batin yang ditimbulkan sutra ini muncul terus menerus. Mampu melepaskan dari dukkha kelahiran dan kematian berarti lepas dari tumimbal lahir. Mampu melenyapkan semua racunmaka tiap saya teringat akan dua kata tersebut, saya pun mati-matian melafalkannya , saya sendiri apakah memperoleh kontak batinnya ? Ada ! Saya ada suatu malapetaka besar, saya tidak tahu sudah melafalkannya berapa banyak, tidak hanya seribu kali, pendek kata saya melafalkannya sampai memenuhi, dan wah ! sungguh luar biasa, malapetaka tersebut ! Pada dasarnya ada sebuah malapetaka besar, yang tidak mungkin terhindarkan lagi, tidak mungkin, tidak mungkin bisa, dan wah ! ternyata sirna ! (tepuk tangan hadirin)
Biasanya, ini dikatakan sebagai mampu menyingkirkan malapetaka. Ini sungguh luar biasa, malapetaka ini bukan petaka kecil, malapetaka ini sudah ada kepastian ! sungguh aneh ! Bagiamna mungkin malapetaka Mahaguru ini sudah pasti ? Dengan kata lain sudah dibuat supaya pasti terjadi . Saat ada petaka ini, saya langsung melafal, saya yakin akan mengetasi dukkha kelahiran dan kematian, menyingkirkan racun, saya mati-matian melafalnya, trus memohon, saat itu masih dalam taraf ada permohonan (Mahaguru tertawa) , Bukannya “Tanpa keinginan.” Terus memohon , mati-matian melafal, wah ! luar biasa ! malapetaka yang sudah dipastikan, langsung sirna, bagaimana menurut Anda ? luar biasa tidak ? Sungguh sangat luar biasa ! Oleh karena luar biasa, maka semua harus melafalnya ! (Mahaguru tertawa, hadirin bertepuk tangan)
banyak orang, sperti ada beberapa umat yang tahu jelas dan ingat, dia mengatakan : “Jelas-jelas Mahaguru ada malapetaka itu, bagaimana mungkin ? tiba-tiba saja semua sirna, semua teratasi !” . Disinilah letak kehebatan Sutra Raja Agung Avalokitesvara ! Ini sungguh menakjubkan ! Tidak mampu diungkapkan, tidak mampu ! Karena terlampau menakjubkan ! Maka kalian harus melafalkannya, melafal genap seribu kali, semua karma berat akan tersingkirkan ! (tepuk tangan hadirin)
Mahaguru sendiri, seumur hidup ini harus menghadapi malapetaka yang tidak sedikit, tapi, saya sama sekali tidak pernah melanggar hukum. Sekarang saya termasuk kategori penduduk yang baik, saya dari Taiwan sampai Ke Amerika, harus mengajukan permohonan Green Card, saat itu harus ada satu bukti, yaitu bukti kelakuan baik, surat bukti kelakuan baik adalah bukti bahwa Anda tidak pernah melanggar hukum. Saya datang ke Amerika di usia tiga puluh delapan tahun, saya datang dengan membawa surat bukti kelakuan baik. Tentu kalian tahu, untuk mendapatkan surat bukti kelakuan baik, berarti selama ini tidak pernah melanggar hukum, kemudian menggunakan surat bukti kelakuan baik ini untuk mengajukan Green Card.
Kemudian saat mengajukan green card ada banyak keajaiban, yaitu karena melafal Sutra Raja Agung Avalokitesvara ! Melafal, lafal, lafal, lafal, lafal, mengajukan green card, melafal tanpa henti. Semuanya tahu dalam mengajukangreen card, bahkan pengacara bagian perpindahan kewarganegaraan Henry Lawyer yang mengurusi green card, dia mengirimkannya, mengirimkannay sampai ke pusat pengajuan green card, hanya dalam sebelas hari green card sudah siap,sebelas hari ! (tepuk tangan hadirin) Sebelumnya tidak pernah ada orang bisa mendapatkannya dalam waktu sebelas hari ! Melihat kenyataan sebelas hari ini, Henry Lawyer mengatakan : Crazy!Crazy! Sebelas hari sudah keluar ! nomor green card dan segala sesuatunya usdah lengkap semua.
Karena dia menggunakan post surat yang biasa, yang baru sampai setelah satu minggu, begitu sampai ! orang yang mengajukan green card tidak tahu lagi ada berapa banyaknya, saat itu banyak sekali yang mengajukan green card ! Tiap orang mengajukan green card sampai bertahun-tahun, dulu perlu waktu yang sangat lama, semua harus dalam hitungan berbulan bulan, dan bertahun tahun, namun begitu form permohonan green card saya sampai di hadapan staff permohonan green card, yang pada awalnya hendak ditempatkan di bagian paling bawah, hasilnya dia dengan asal-asalan mengambilnya sebagai yang pertama, ditempatkan teratas, kemudian dia tidur, besoknya setelah bangun, dia langsung membantu saya untuk member tanda tangan. Kemudian ? pada dasarnya bila dia menggunakan surat biasa bisa sampai dalam waktu satu minggu, namun dia membalas saya menggunakan post kilat, dengan asal mengambil sebuah surat kilat, kemduian member nomor green card dan memasukkannya dalam amplop dan mengirimkannya, dia bahkan mengirimkannya sendiri dengan naik sepeda. (mahaguru tertawa , hadirin bertepuk tangan)
Menurut Anda, dulu surat biasa bisa sampai dalam waktu tujuh hari, delapan, Sembilan hari, setelah dia mengerjakannya , dalam waktu satu malam sudah sampai di tangan saya ! sungguh tepat ! bahkan ada nomor green card nya . Hanya dalam waktu sebelas hari ! Dulu tidak ada , kelak juga tidak ada yang demikian. (tepuk tangan hadirin) Coba Anda tanya Acarya Lianhuo(蓮火) dan Acarya Lianshi (蓮世上師), bukankah sebelas hari ? (Kedua Acarya menjawab: Benar !) Lihat ! mereka membuktikan bahawa hanya dalam waktu sebelas hari ! Saya memohon green card hanya dalam waktu sebelas hari ! Melafal Sutra Raja Agung Aavalokitesvara ! Sungguh sangat penting ! Ini adalah kali pertama saya mengajukan green card ! Pertama kali adalah sangat penting !
Seumur hidup ini, sering saya katakan bahwa saya tidak pernah melanggar hukum, bahkan menyetir mobil pun saya sangat taat, kecepatannya juga sangat taat, kecepatannya ini terlampau taat ! jadi seringkali yang dibelakang saya membunyikan klakson. (Mahaguru tertawa) !Bahkan di jalan tol pun sangat taat, orang –orang sampai membunyikan klakson “Ba ba ba ba!” kemudian mendahului. Maka sampai sekarang bahkan satu surat tilang pun saya tidak pernah mendapatkannya ! (tepuk tangan hadirin)
Sudah menyetir selama tiga puluh tahun di amerika ini, bahkan satu surat tilang pun tidak pernah , satupun tidak ! (tepuk tangan hadirin)
Saya tidak pernah melanggar hukum dan tidak pernah memasuki pengadilan, hanya masuk pada saat pengambilan janji kependudukan, setelah itu, sama sekali tidak pernah . Tentu saja tidak pernah masuk pengadilan sudah pasti tidak pernah masuk penjara ! Bahkan pergi ke penajara pun tidak pernah. Maka saya sering mengatakan punya tiga ketidak mampuan : “Tidak bisa melanggar hukum, tidak memasuki pengadilan, tidak memasuki penjara.” Inilah ketiga macam ketidak sanggupan saya sendiri.
Disini ada satu lelucon seputar penjara, ada seorang isteri mengunjungi suaminya di penjara, si istri menanyainya : “Sayangku ! bagaimana hari-harimu di penjara?” Suaminya menjawab : “Sama saja dengan di rumah, tidak bisa kemana-mana, makanannya juga kacau.” Si suami ini juga tidak beda jauh dengan saya (mahaguru tertawa dan para hadirin teratwa) Bila atasan ada disini, saya tidak akan berani mengatakannya. Tidak bisa kemana-mana, makananpun juga kacau. Aih !
Sebaiknya kita tiap sadhaka jangan sampai berurusan di pengadilan, paling baik jangan masuk, juga jangan samapai ada perkara, juga jangan masuk penjara. Semoga Sahasrabhujasahasranetra Avalokitesvara Bodhisattva melindungi, Avalokitesvara Raja Agung melindungi, supaya para siswa Zhenfozong tidak ada yang masuk penjara.
Melafal Sutra Raja Agung Avalokitesvara sungguh besar reaksinya, sangat manjur, maka Anda sekalin harus melafalnya. Saya sendiri sudah melafalnya banyak kali, sangat manjur, sangat manjur, peristiwa yang sangat manjur itu telah terjadi pada saya sendiri, saya yakin Anda sekalian juga banyak mengalami kemanjurannya. Sutra Raja Agung ini sangat berjodoh dengan kita Zhenfozong, karena ini adalah sutra yang pertama kali saya peroleh (tepuk tangan hadirin) Juga menjadi sebuah sutra yang harus dilafal kan oleh setiap orang, sutra yang harus dilafalkan oleh setiap siswa Zhenfozong. (tepuk tangan hadirin)
Ini semua saling berhubungan, yaitu pertalian antara Mahaguru dengan Yaochijinmu, pertalian antara Mahaguru dengan Sutra Raja Agung, semua ada pertaliannya. Mahaguru bisa baik-baik saja sampai sekarang, duduk disini Berdharmadesana, semua adalah berkat pertalian dengan Sutra Raja Agung dan Yaochijinmu, semua ada hubungannya.
Membicarakan mengenai pertalian, disini ada sebuah lelucon, ibu membawa Xiaoming untuk menghadiri sebuah konser, Xiaoming sangat tertarik dengan dirigen yang membawa tongkat komando, dia mendengar music sambil melihat para wanita menyanyikan suara nada tinggi, juga sambil melihat beberapa pemain musik, Xiaoming ingin sekali menemukan pertalian di antaranya. Kemudian dia bertanya pada ibunya : “Paman yang berdiri di tengah itu, kenapa terus membawa tongkat untuk menakuti bibi-bibi itu ?” (haidirn tertawa) , Ibunya menjawab : “Tidak , kenapa kamu mengatakan paman itu sedang menakuti bibi – bibi itu?” “Karena saat tongkatnya mau memukul mereka, bibi – bibi itu langsung menjerit.” (Mahaguru tertawa, hadirin tertawa) Ah ! ini adalah sebuah pertalian.
Ini adalah suatu pertalian dimana dirigen membawa tongkat komando, sekali angkat berarti member aba-baa untuk mulai menyanyi, berhenti – mulai, berhenti –mulai, meneriakkan satu – dua –tiga, saya juga tidak tahu persis bagaimana member aba-abanya, namun mereka ada pertalian, tongkat dan suara nada tinggi ada pertaliannya.
Sutra Raja Agung ini dengan kita juga demikian , dengan Yaochijinmu, Sutra Raja Agung Avalokitesvara, Buddha Hidup Liansheng, ini adalah sebuah pertalian. Yaochijinmu membawa saya naik ke surga turun ke neraka, Sutra Raja Agung membuat saya mengalami kontak batin, Sutra Raja Agung ini bagaikan sebuah tongkat komando, begitu dia dikerahkan, maka semua masalah bisa diselesaikan.
Maka saya mengharap supaya tiap siswa Zhenfozong banyak melafal Sutra Raja Agung, Anda sekalin harus melafalkannya tiap hari, karena Sutra Raja Agung membuat supaya kontak batin Anda segera timbul. Anda ada masalah apa, maka memohonlah pada Avalokitesvara Raja Agung, maka Beliau akan memberikan kontak batin. Sebenarnya Avalokitesvara dari Sutra Raja Agung merupakan toko serba ada, Sahasrabhujasahasranetra Avalokitesvara, Pandaravasini Avalokitesvara, Cundi Avalokitesvara, Hayagriva Avalokitesvara, Parnashavari Avalokitesvara, seperti membuka toko serba ada, meskipun semua tidak sama, namun kekuatan kontak batin dari Avalokitesvara, ekkuatan Beliau, Dharmabala Nya, semuanya sama. Maka kita menjapa Sutra Raja Agung berarti kekuatan Avalokitesvara
Bodhisattva ada pada diri kita, sangat manjur. Hari ini sampai disini.
Om Mani Padme Hum.
師尊於一月十七日千手千眼觀世音菩薩護摩開示
Kita akan membicarakan bagian kesembilan dari Tata Ritual Sadhana Yidam, ini merupakan penjelasan Tata Ritual Sadhana Hevajra. Sebenarnya tahap awal di bagian depan, di tata ritual kita adalah sama, kebanyakan sama. Sekarang kita bahas tahap ke delapan, yaitu melafalkan Sutra Raja Agung【高王觀世音真經 - Gaowangguanshiyinzhenjing】. Di dalam tata ritual kita , hampir semua melafal Sutra Raja Agung, tiap melakukan satu kali sadhana selalu melafal Sutra Raja Agung. Karena di kontak batin Saya yang pertama, dibawa oleh Yaochijinmu menuju surga, kemudian dibawa sampai ke neraka, dari waktu tidur jam Sembilan malam sampai besok paginya jam Sembilan, di beberapa jam itu, bertamasya ke dunia atas langit dan dunia bawah, semuanya Saya pernah mengunjunginya.
Kemudian setelah bertamasya ? Saya merasa sungguh menakjubkan, merasakan bahwa lokasi kontak batinnya adalah di kuil Yuhuanggong〈玉皇宮〉di Taichung ! kebanyakan mdikatakan bahwa Yuhuanggong termasuk aliran Tao, karena merupakan kuil dari Yuhuangdadi. Namun pimpinannya adalah seorang bhiksu, namanya Shi Huiling (釋慧靈), kemudian saat berada di dalam Yuhuanggong, Saya pernah bertanya kepadanya : “Anda adalah seorang bhiksu, kenapa Anda mau menetap di sebuah kuil Tao biasa?” Saat itu demikian beliau menjawab : “Meskipun saya adalah seorang bhiksu, harus menghormati Tariratna, namun di kuil Yuhuangdadi ini selain Yuhuangdadi adalah adinatanya, juga masih ada Triratna.” Dia juga sangat menghormati Yuhuangdadi, maka dia merasa boleh saja menetap di kuil Yuhuang.
Kemudian , didalam kuil Yuhuangdadi juga mempersemayamkan Yaochijinmu, itulah Yaochijinmu dari Yuhuanggong di Taichung yang membantu membukakan Mata Ketiga Saya, kemudian melihat surga dan dunia bawah, ini adalah kejadian di masa – masa awal. Saya tidak mengingat dengan sangat jelas mengenai hal-hal di masa lalu, kira-kira saat itu masih dua lima atau dua enam tahun, tapi tidak masalah ! yang penting sungguh ada kejadian ini. Kemudian, diantara semua sutra yang ada di Yuhuanggong, Bhiksu Shi Huiling memberikan sebuah sutra kepada saya, sutra ini adalah Sutra Raja Agung Avalokitesvara【高王觀世音真經 - Gaowangguanshiyinzhenjing】. Saya sangat menaruh perhatian pada pertama kali, saya tidak melupakan akar, pertama kali saya sangat memperhatikan ! Yang dia serahkan kepada saya adalah Sutra Raja Agung Avalokitesvara, merupakan sutra yang diberikan oleh Bhiksu Shi Huiling kepada saya.
Sutra yang saya lihat di Yuhuanggong adalah Sutra Raja Agung Avalokitesvara, setelah saya mengambilnya, saya langsung melafalnya, saya sangat menyukai sutra ini ! Di kalangan agama Buddha, ada orang yang mengkritik sutra ini, mengatakan bahwa sutra ini bukan didesana kan oleh Sakyamuni Buddha, jadi tidak boleh ditambahi kata “Yang disabdakan oleh Buddha Sakyamuni”. Tidak boleh ! Tiap sutra kebanyakan ditambahkan “yang disabdakan oleh Buddha Sakyamuni” pada judulnya, misalnya Foshuo Amituojing, Foshuo Boruoboluomiduoxinjing, Foshuo Jingangjing, Foshuo Daboruojing, semua boleh menambahkan kata “Yang disabdakan oleh Buddha Sakyamuni.” Sedangkan sutra ini merupakan sutra yang diperoleh dari dalam mimpi, maka disebut sebagai Sutra yang diwariskan lewat mimpi.
Banyak orang yang mengkritik sutra ini, ada sebagian bhiksu yang bahkan lebih . . ., pokoknya hanya sutra yang disabdakan Buddha Sakyamuni baru boleh dilafalkan, Sutra Raja Agung Avalokitesvara bukan disabdakan oleh Sakyamuni Buddha, maka mereka menolak untuk melafalkannya, bahkan juga mengkritiknya. Namun asal-usul sutra ini juga sudah lama sekali, kurang lebih pada masa Negeri Wei sudah banyak tersebar, sampai pada Dinasti Tang menjadi sangat terkenal, kenapa demikian ? karena sutra ini sangat manjur.
Setelah saya melihat sutra ini, saya menemukan ada beberapa point : pertama, dia mengajarkan Anda bersarana pada Buddha, Dharma dan Sangha . Yang dilafal pada kalimat pertama adalah Namo Avalokitesvara Bodhisattvaya, kemudian Namo Buddhaya, Namo Dharmaya, Namo Sanghaya, yaitu Trisarana, sebab dalam Buddhisme diajarkan untuk Trisarana.
Poin berikutnya adalah : Berjodoh dengan Buddha, beryukta dengan Dharma, maksud dari berjodoh dengan Buddha adalah mengajarkan Anda untuk bersarana pada Buddha, Dharma dan Sangha, maka kita bersarana dengan Buddha Dharma. Nitya – Sukha – Buddhatta dan Visuddhi, berjodoh dengan Buddha Dharma ; Empat kata : Nitya – Sukha – Buddhata dan Visuddhi adalah inti dari ajaran Buddha, sampai disini ini semua tidak salah. Mahaprajnaparamita adalah anuttara mantra, asamasamati mantra, mahamantra, mahavidyamantra, pada hakekatnya Prajnaparamita adalah asamasamati mantra, ini juga tidak salah!
Setelah saya melihat inti dari paragraph pertama ini, Sutra Raja Agung Avalokitesvara sama sekali tidak salah. Kemudian adalah Buddha Rahasaya Cahaya Kesucian, mulai pelafalan nama-nama Buddha, sampai pada Bhaisajyaguruvaiduryaprabharajabuddha, Buddha Raja Cahaya Universal Gunung Pahala, Buddha Raja Mestika Yang Menetap Pada Pahala Kebajikan, ini semua adalah nama Buddha, semua sepenuhnya adalah pelafalan nama Buddha, sedikit kesalahanpun tidak ada. Kemudian adalah Tujuh Buddha Masa Lampau, Seribu Buddha kalpa yang akaan datang, Seribu Limaratus Buddha, Lima Belas Ribu Buddha, Lima Ratus Buddha Puspavijaya, Satu Milyar Vajragarbha Buddha, Buddha Cahaya Samadhi, semua ini adalah Buddha awal ! Dimana letak kesalahan Tujuh Buddha masa lampau dan Ribuan Buddha kalpa yang akan datang ? semua sepenuhnya melafal nama Buddha.
Kemudian masih juga dilanjutkan dengan pelafalan nama Buddha, Nama Enam Buddha di Enam Arah, terus melafal menyebutkannya satu – persatu, kemudian Buddha adi duniawai, Para Buddha Yang Tak Terhingga, Para Buddha Yang Tak Terhingga yang adi duniawi, kemudian Prabhutaratna Tathagata, Sakyamuni Buddha, Buddha Maitreya Buddha Yang Akan Datang, Buddha sebelah Timur Aksobhya, kemudian Amitabha Buddha, semua nama Buddha, semua tidak ada kesalahan. Para Buddha Enam Arah , semuanya sangat luar biasa agungnya, Nama Enam Buddha, semua adalah nama Buddha. Kemudian dia mengajarkan Anda sebuah inti, melafalkan sutra ini, dapat melenyapkan dukkha kelahiran dan kematian, dapat menyingkirkan racun , dua kalimat ini sangat penting. Semua dukkha dari kelahiran dan kematian dapat diakhiri, semua racun dapat dimusnahkan.
Kemudian dilanjutkan dengan nama nama Bodhisattva.. .. .. Avalokitesvara Yang Bersinar Yang Maha Tinggi, Avalokitesvara Yang Membukakan Sinar, keempat Avalokitesvara ini, dilanjutkan dengan Bhaisajyarajabodhisattva, Bhaisajyasamudgatabodhisattva, Manjusri, Samanthabadra, Akasagarbha, Ksitigarbha, dilanjutkan dengan dua yang spesial, yaitu Gunung Kesejukan (清涼山 – Qingliangshan) , dia menyebutkan Gunung Kesejukan, yaitu Milyaran Bodhisattva Gunung Mestika Nan Sejuk, tahukah Anda bahwa Qingliangshan ini adalah gunung dalam sutra yang benar ada ,disebut juga Gunung Lima Puncak (五台山 – Wutaishan) , Gunung Lima Puncak di Tiongkok ini ada tertulis dalam Sutra. Sedangkan yang lainnya, seperti Gunung Putuo di Zhejiang, Gunung Lima Bunga dari Ksitigarbha Bodhisattva, Gunung Emei, tidak ada didalam sutra. Diantara Empat Gunung terkenal di Tiongkok , hanya Gunung Lima Puncak yang tertulis dalam Sutra. Yang disebut sebagai Qinglianshan adalah Gunung Lima Puncak !
Kemudian masih ada lagi Bodhisattva Penjelmaan Vijaya dari Tathagata Cahaya Universal, Tathagata Cahaya Universal ini juga merupakan Buddha yang sangat menakjubkan, kemunculannya dalam Sutra Raja Agung juga sangat menakjubkan, kemudian ! Dia juga ada Mantra Tujuh Buddha Pemusnah Pelanggaran “Lipolipodi qiuheqiuhedi Tuoluonidi Nihuoladi Bilinidi Mohejiadi Zhenlingjiandi Suoha.”.
Sutra Raja Agung yang mula-mula, didalamnya juga terdapat pengundangan pada Astamahabodhisattva, Avalokirtesvara, Manjusri, Samanthabadra, Ksitigarbha, Maitreya, Akasagarbha, Vajrapani, Sarvanivaranaviskambhin, kedelapan Mahabodhisattva ini semua diundang.
Maka Sutra Raja Agung ini, saya tidak merasa bahwa dia hanya sekedar sutra mimpi belaka, yang tidak dapat diandalkan, saya tidak merasa demikian. Karena di dalamnya semua adalah nama suci Buddha dan Bodhisattva, di dalamanya ada sepatah kata Para Buddha Yang Tak Terhingga, yaitu berarti telah melafalkan semua nama Buddha, sedangkan Astamahabodhisattva berarti juga mewakili Buddha Sepuluh Penjuru dan Tiga Masa. Para Bodhisattva Mahasattva, semua ada di dalamnya.
Bodhisattva Manifestasi Unggul dari Buddha Cahaya Universal ini, adinata ini meskipun namanya berada di urutan paling belakang, namun nama Nya telah mencakup semua Bodhisattva ! Menurut pengetahuan saya, meskipun dia terletak di paling belakang, istana ada dipaling belakang, berarti sama dengan Sarvabodhisattva, Bodhisattva Manifestasi Unggul adalah semua Bodhisattva muncul. Maka setelah saya membaca sutra ini, saya juga memohon petunjuk, Beliau memberikan petunjuk bahwa kontak batin yang ditimbulkan dari pelafalan sutra ini tidak biasa, maka kita Zhenfozong harus melafal satu sutra, yaitu sutra yang saya pertama kali peroleh. (Tepuk tangan hadirin)
Melafal nama Buddha Bodhisattva, dan menjapa mantra Tujuh Buddha Melenyapkan Pelanggaran, Tujuh Buddha Masa Lampau ada di dalamnya, melenyapkan pelanggaran, semua pelanggaran berat dapat dilenyapkan, apalagi di dalam syair pelimpahan jasa dalam Sutra Raja Agung ada disbebutkan, Melafal genap seribu kali, pelanggaran berat akan sirna. Di Zhenfozong sendiri ada banyak umat yang telah malafal Sutra Raja Agung sampai memperoleh kontak batin, banyak yang memperoleh kontak batin, maka sutra ini tidak bisa diremehkan dan tidak bisa difitnah.
Dulu saya melihat banyak orang yang memfitnahnya ! ada yang memfitnahnya sebagai bukan sabda Buddha , tentu saja benar bukan sabda Buddha Sakyamuni ! Sakyamuni Buddha tidak menyabdakan sutra ini, namun, pada kenyataannya kontak batin yang ditimbulkan sutra ini muncul terus menerus. Mampu melepaskan dari dukkha kelahiran dan kematian berarti lepas dari tumimbal lahir. Mampu melenyapkan semua racunmaka tiap saya teringat akan dua kata tersebut, saya pun mati-matian melafalkannya , saya sendiri apakah memperoleh kontak batinnya ? Ada ! Saya ada suatu malapetaka besar, saya tidak tahu sudah melafalkannya berapa banyak, tidak hanya seribu kali, pendek kata saya melafalkannya sampai memenuhi, dan wah ! sungguh luar biasa, malapetaka tersebut ! Pada dasarnya ada sebuah malapetaka besar, yang tidak mungkin terhindarkan lagi, tidak mungkin, tidak mungkin bisa, dan wah ! ternyata sirna ! (tepuk tangan hadirin)
Biasanya, ini dikatakan sebagai mampu menyingkirkan malapetaka. Ini sungguh luar biasa, malapetaka ini bukan petaka kecil, malapetaka ini sudah ada kepastian ! sungguh aneh ! Bagiamna mungkin malapetaka Mahaguru ini sudah pasti ? Dengan kata lain sudah dibuat supaya pasti terjadi . Saat ada petaka ini, saya langsung melafal, saya yakin akan mengetasi dukkha kelahiran dan kematian, menyingkirkan racun, saya mati-matian melafalnya, trus memohon, saat itu masih dalam taraf ada permohonan (Mahaguru tertawa) , Bukannya “Tanpa keinginan.” Terus memohon , mati-matian melafal, wah ! luar biasa ! malapetaka yang sudah dipastikan, langsung sirna, bagaimana menurut Anda ? luar biasa tidak ? Sungguh sangat luar biasa ! Oleh karena luar biasa, maka semua harus melafalnya ! (Mahaguru tertawa, hadirin bertepuk tangan)
banyak orang, sperti ada beberapa umat yang tahu jelas dan ingat, dia mengatakan : “Jelas-jelas Mahaguru ada malapetaka itu, bagaimana mungkin ? tiba-tiba saja semua sirna, semua teratasi !” . Disinilah letak kehebatan Sutra Raja Agung Avalokitesvara ! Ini sungguh menakjubkan ! Tidak mampu diungkapkan, tidak mampu ! Karena terlampau menakjubkan ! Maka kalian harus melafalkannya, melafal genap seribu kali, semua karma berat akan tersingkirkan ! (tepuk tangan hadirin)
Mahaguru sendiri, seumur hidup ini harus menghadapi malapetaka yang tidak sedikit, tapi, saya sama sekali tidak pernah melanggar hukum. Sekarang saya termasuk kategori penduduk yang baik, saya dari Taiwan sampai Ke Amerika, harus mengajukan permohonan Green Card, saat itu harus ada satu bukti, yaitu bukti kelakuan baik, surat bukti kelakuan baik adalah bukti bahwa Anda tidak pernah melanggar hukum. Saya datang ke Amerika di usia tiga puluh delapan tahun, saya datang dengan membawa surat bukti kelakuan baik. Tentu kalian tahu, untuk mendapatkan surat bukti kelakuan baik, berarti selama ini tidak pernah melanggar hukum, kemudian menggunakan surat bukti kelakuan baik ini untuk mengajukan Green Card.
Kemudian saat mengajukan green card ada banyak keajaiban, yaitu karena melafal Sutra Raja Agung Avalokitesvara ! Melafal, lafal, lafal, lafal, lafal, mengajukan green card, melafal tanpa henti. Semuanya tahu dalam mengajukangreen card, bahkan pengacara bagian perpindahan kewarganegaraan Henry Lawyer yang mengurusi green card, dia mengirimkannya, mengirimkannay sampai ke pusat pengajuan green card, hanya dalam sebelas hari green card sudah siap,sebelas hari ! (tepuk tangan hadirin) Sebelumnya tidak pernah ada orang bisa mendapatkannya dalam waktu sebelas hari ! Melihat kenyataan sebelas hari ini, Henry Lawyer mengatakan : Crazy!Crazy! Sebelas hari sudah keluar ! nomor green card dan segala sesuatunya usdah lengkap semua.
Karena dia menggunakan post surat yang biasa, yang baru sampai setelah satu minggu, begitu sampai ! orang yang mengajukan green card tidak tahu lagi ada berapa banyaknya, saat itu banyak sekali yang mengajukan green card ! Tiap orang mengajukan green card sampai bertahun-tahun, dulu perlu waktu yang sangat lama, semua harus dalam hitungan berbulan bulan, dan bertahun tahun, namun begitu form permohonan green card saya sampai di hadapan staff permohonan green card, yang pada awalnya hendak ditempatkan di bagian paling bawah, hasilnya dia dengan asal-asalan mengambilnya sebagai yang pertama, ditempatkan teratas, kemudian dia tidur, besoknya setelah bangun, dia langsung membantu saya untuk member tanda tangan. Kemudian ? pada dasarnya bila dia menggunakan surat biasa bisa sampai dalam waktu satu minggu, namun dia membalas saya menggunakan post kilat, dengan asal mengambil sebuah surat kilat, kemduian member nomor green card dan memasukkannya dalam amplop dan mengirimkannya, dia bahkan mengirimkannya sendiri dengan naik sepeda. (mahaguru tertawa , hadirin bertepuk tangan)
Menurut Anda, dulu surat biasa bisa sampai dalam waktu tujuh hari, delapan, Sembilan hari, setelah dia mengerjakannya , dalam waktu satu malam sudah sampai di tangan saya ! sungguh tepat ! bahkan ada nomor green card nya . Hanya dalam waktu sebelas hari ! Dulu tidak ada , kelak juga tidak ada yang demikian. (tepuk tangan hadirin) Coba Anda tanya Acarya Lianhuo(蓮火) dan Acarya Lianshi (蓮世上師), bukankah sebelas hari ? (Kedua Acarya menjawab: Benar !) Lihat ! mereka membuktikan bahawa hanya dalam waktu sebelas hari ! Saya memohon green card hanya dalam waktu sebelas hari ! Melafal Sutra Raja Agung Aavalokitesvara ! Sungguh sangat penting ! Ini adalah kali pertama saya mengajukan green card ! Pertama kali adalah sangat penting !
Seumur hidup ini, sering saya katakan bahwa saya tidak pernah melanggar hukum, bahkan menyetir mobil pun saya sangat taat, kecepatannya juga sangat taat, kecepatannya ini terlampau taat ! jadi seringkali yang dibelakang saya membunyikan klakson. (Mahaguru tertawa) !Bahkan di jalan tol pun sangat taat, orang –orang sampai membunyikan klakson “Ba ba ba ba!” kemudian mendahului. Maka sampai sekarang bahkan satu surat tilang pun saya tidak pernah mendapatkannya ! (tepuk tangan hadirin)
Sudah menyetir selama tiga puluh tahun di amerika ini, bahkan satu surat tilang pun tidak pernah , satupun tidak ! (tepuk tangan hadirin)
Saya tidak pernah melanggar hukum dan tidak pernah memasuki pengadilan, hanya masuk pada saat pengambilan janji kependudukan, setelah itu, sama sekali tidak pernah . Tentu saja tidak pernah masuk pengadilan sudah pasti tidak pernah masuk penjara ! Bahkan pergi ke penajara pun tidak pernah. Maka saya sering mengatakan punya tiga ketidak mampuan : “Tidak bisa melanggar hukum, tidak memasuki pengadilan, tidak memasuki penjara.” Inilah ketiga macam ketidak sanggupan saya sendiri.
Disini ada satu lelucon seputar penjara, ada seorang isteri mengunjungi suaminya di penjara, si istri menanyainya : “Sayangku ! bagaimana hari-harimu di penjara?” Suaminya menjawab : “Sama saja dengan di rumah, tidak bisa kemana-mana, makanannya juga kacau.” Si suami ini juga tidak beda jauh dengan saya (mahaguru tertawa dan para hadirin teratwa) Bila atasan ada disini, saya tidak akan berani mengatakannya. Tidak bisa kemana-mana, makananpun juga kacau. Aih !
Sebaiknya kita tiap sadhaka jangan sampai berurusan di pengadilan, paling baik jangan masuk, juga jangan samapai ada perkara, juga jangan masuk penjara. Semoga Sahasrabhujasahasranetra Avalokitesvara Bodhisattva melindungi, Avalokitesvara Raja Agung melindungi, supaya para siswa Zhenfozong tidak ada yang masuk penjara.
Melafal Sutra Raja Agung Avalokitesvara sungguh besar reaksinya, sangat manjur, maka Anda sekalin harus melafalnya. Saya sendiri sudah melafalnya banyak kali, sangat manjur, sangat manjur, peristiwa yang sangat manjur itu telah terjadi pada saya sendiri, saya yakin Anda sekalian juga banyak mengalami kemanjurannya. Sutra Raja Agung ini sangat berjodoh dengan kita Zhenfozong, karena ini adalah sutra yang pertama kali saya peroleh (tepuk tangan hadirin) Juga menjadi sebuah sutra yang harus dilafal kan oleh setiap orang, sutra yang harus dilafalkan oleh setiap siswa Zhenfozong. (tepuk tangan hadirin)
Ini semua saling berhubungan, yaitu pertalian antara Mahaguru dengan Yaochijinmu, pertalian antara Mahaguru dengan Sutra Raja Agung, semua ada pertaliannya. Mahaguru bisa baik-baik saja sampai sekarang, duduk disini Berdharmadesana, semua adalah berkat pertalian dengan Sutra Raja Agung dan Yaochijinmu, semua ada hubungannya.
Membicarakan mengenai pertalian, disini ada sebuah lelucon, ibu membawa Xiaoming untuk menghadiri sebuah konser, Xiaoming sangat tertarik dengan dirigen yang membawa tongkat komando, dia mendengar music sambil melihat para wanita menyanyikan suara nada tinggi, juga sambil melihat beberapa pemain musik, Xiaoming ingin sekali menemukan pertalian di antaranya. Kemudian dia bertanya pada ibunya : “Paman yang berdiri di tengah itu, kenapa terus membawa tongkat untuk menakuti bibi-bibi itu ?” (haidirn tertawa) , Ibunya menjawab : “Tidak , kenapa kamu mengatakan paman itu sedang menakuti bibi – bibi itu?” “Karena saat tongkatnya mau memukul mereka, bibi – bibi itu langsung menjerit.” (Mahaguru tertawa, hadirin tertawa) Ah ! ini adalah sebuah pertalian.
Ini adalah suatu pertalian dimana dirigen membawa tongkat komando, sekali angkat berarti member aba-baa untuk mulai menyanyi, berhenti – mulai, berhenti –mulai, meneriakkan satu – dua –tiga, saya juga tidak tahu persis bagaimana member aba-abanya, namun mereka ada pertalian, tongkat dan suara nada tinggi ada pertaliannya.
Sutra Raja Agung ini dengan kita juga demikian , dengan Yaochijinmu, Sutra Raja Agung Avalokitesvara, Buddha Hidup Liansheng, ini adalah sebuah pertalian. Yaochijinmu membawa saya naik ke surga turun ke neraka, Sutra Raja Agung membuat saya mengalami kontak batin, Sutra Raja Agung ini bagaikan sebuah tongkat komando, begitu dia dikerahkan, maka semua masalah bisa diselesaikan.
Maka saya mengharap supaya tiap siswa Zhenfozong banyak melafal Sutra Raja Agung, Anda sekalin harus melafalkannya tiap hari, karena Sutra Raja Agung membuat supaya kontak batin Anda segera timbul. Anda ada masalah apa, maka memohonlah pada Avalokitesvara Raja Agung, maka Beliau akan memberikan kontak batin. Sebenarnya Avalokitesvara dari Sutra Raja Agung merupakan toko serba ada, Sahasrabhujasahasranetra Avalokitesvara, Pandaravasini Avalokitesvara, Cundi Avalokitesvara, Hayagriva Avalokitesvara, Parnashavari Avalokitesvara, seperti membuka toko serba ada, meskipun semua tidak sama, namun kekuatan kontak batin dari Avalokitesvara, ekkuatan Beliau, Dharmabala Nya, semuanya sama. Maka kita menjapa Sutra Raja Agung berarti kekuatan Avalokitesvara
Bodhisattva ada pada diri kita, sangat manjur. Hari ini sampai disini.
Om Mani Padme Hum.
Kekuatan Perlindungan Dari Alat Vajra (Ceramah Mahaguru)
Kekuatan Perlindungan Dari Alat Vajra
(Ceramah Mahaguru)
Ada sebuah cara sederhana dalam menggunakan perisai pelindung diri dan
hari ini saya akan mengajarkan anda ilmu berharga ini. [tepuk tangan
pendengar]. Di jaman modern ini, orang menyukai hal yang sederhana dan
mudah daripada yang sulit dan berbelit-belit.
Sewaktu kita
berbaring di ranjang, apapun postur tubuh kita pada waktu itu, pertama
visualisasikan bahwa kedua jempol kaki kita bergabung dan memanjang
menjadi sangat panjang. Kemudian, visualisasikan daerah ubun ubun kepala
juga mulai memanjang. Bukankah ini sepertinya membuat kita seperti
semacam kuda bertanduk? Yah, biarlah kita tidak usah memperdulikan itu.
Selanjutnya, dengkul kita mulai menjelma menjadi garpu berujung lima,
dan daerah antara dengkul dan leher menjadi bagian tengah dari alat
vajra, sedangkan kepala kita menjelma menjadi sebuah garpu berujung lima
lainnya. Lalu kita telah menjadi apa? Kita telah menjadi sebuah alat
vajra. Kelima ujung garpu menyatu di titik paling ujung, sedangkan tubuh
menjelma menjadi bagian tengah dari alat vajra. Setelah visualisasi
ini, kita membaca mantra tri-aksara "Lang, Yang, Kang". Kita membaca
mantra ini 21 kali atau 49 kali atau 108 kali atau sampai kita tertidur.
Visualisasi yang kita lakukan harus sangat jelas sebelum mulai membaca
mantra sehingga tubuh yang sedang berbaring di ranjang itu akan menjadi
alat vajra. Sewaktu setan setan datang melihat, yang mereka lihat adalah
sebuah alat yang dapat menghancurkan mereka. [tawa pendengar]. Mereka
tidak mengganggu kita setelah kita membaca mantra tri-aksara. Aksara
terakhir "Kang" berarti kuat dan kukuh. Dengan membaca mantra tri-aksara
ini berulang kali, kita menjadi kuat dan kukuh dan menjelma menjadi
sebuah alat vajra yang sedang berbaring di ranjang. Setan setan tidak
akan berani mengganggu kita. Ini adalah cara pelindung diri yang paling
mudah dan sederhana.
Sebuah manfaat tambahan dari latihan ini
adalah umur kita menjadi lebih panjang. Jadi, ini adalah metode yang
sangat baik yang memberi kita kekuatan dan panjang umur.
Kita
harus belajar menggunakan Perisai Pelindung Diri dalam kehidupan kita
sehari hari. Salah satu penggunaan lain adalah membaca 7 kali mantra "Om
Bo Ru Lan Ze Li" sambil memegang pakaian kita sebelum memakainya dan
bervisualisasi pakaian itu menjelma menjadi sebuah perisai. Dengan satu
tangan membentuk mudra Topi dan meletakkannya diatas baju, kita membaca 7
kali mantra "Om Bo Ru Lan Ze Li" dan bervisualisasi pakaian itu menjadi
perisai dan topi itu menjadi helm besi. Ini adalah sebuah cara melatih
perisai pelindung diri.
Langganan:
Postingan (Atom)



















