Kamis, 10 November 2011

Transmisi Perdana Sadhana Cakra Candra dan Surya Kalachakra

CERAMAH TRANSMISI SADHANA OLEH DHARMARAJA LIAN SHENG
18 September 2011 -- Asociacion Budista De Panama


Sembah sujud pada guru silsilah Bhiksu Liaoming, Guru Sakya Dezhung, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye, sembah sujud pada Triratna Mandala, sembah sujud pada adinata upacara Kalachakra Mahavidyaraja.

Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, dan umat se-Dharma di internet, tamu agung kita hari ini adalah pemimpin Katolik Wilayah Republic of Panama, Walikota Kota Panama dari Ibukota Republic of Panama, Ketua Umum Markas Besar Kepolisian Republic of Panama, Ketua Asosiasi China Panama Bpk. Mai Ji-jia, selain itu, TETO Seattle kita Dubes Liao Dong-zhou dan istri. Selamat siang semuanya, apa kabar semuanya.


Hari ini terima kasih sekali, ucapan terima kasih ini terutama ditujukan kepada 3 pihak: ketua vihara dan seluruh staff Asociacion Budista De Panama, seluruh staff Cetiya Baohua Panama, seluruh staff Cetiya Mingzhao Spanyol, serta banyak acarya yang datang dari berbagai penjuru dunia, dan banyak umat mancanegara yang mereka bawa, di sini terima kasih pada mereka. Thank you for coming.

Hari ini menerangkan Sadhana terbaru Kalachakra -- "Sadhana Cakra Surya dan Candra Kalachakra", The sun and moon Dharma. Pernahkah sadhana ini dijelaskan di dalam upacara Kalachakra? Tidak, tidak pernah disebut. Jadi, jodoh Dharma hari ini sangat luar biasa, transmisi Sadhana Cakra Surya dan Candra Kalachakra di Asociacion Budista De Panama.

Kita lebih dulu jelaskan tentang silsilah, asal muasal Dharma, asal mula Dharma, dan silsilah. Dulu, Panchan Lama ke-9 dari Beijing mau kembali ke Trashilhünpo di Belakang Tibet, saat itu, usianya sudah agak lanjut, setelah lelah di perjalanan, ia berjalan ke Yushu, Qinghai. Saat itu, tubuhnya kurang sehat, di Yushu, Qinghai, ia pun menerangkan Sadhana Kalachakra. Saat itu, guru silsilah kita Guru Sakya Dezhung kebetulan berada di Yushu, Qinghai, ia memperoleh abhiseka dan transmisi sadhana dari Panchan ke-9; belakangan, antara tahun 1982 hingga 1985, Guru Sakya Dezhung membangun sebuah Vihara Sakya di Ballard, Seattle. Ballard adalah tempat tinggal saya, saat itu, Guru Sakya Dezhung baru transmisi abhiseka Sadhana Kalachakra kepada saya. Silsilah Sadhana ini adalah Panchan ke-9, Guru Sakya Dezhung, sampai ke Buddha Hidup Lian Sheng Sheng-yen Lu adalah silsilah pendek.

Silsilah panjang adalah Kangjurwa Rinpoche transmisi Sadhana Kalachakra kepada Thubten Nima, Thubten Nima transmisi sadhana kepada Thubten Dali, Thubten Dali transmisi sadhana kepada Thubten Dhargye, Thubten Dhargye transmisi sadhana kepada Thubten Qimo, saya adalah Thubten Qimo. Jadi, Sadhana Kalachakra dalam Zhenfo Zong ada 2 silsilah, satu silsilah pendek, ditransmisikan oleh Guru Sakya Dezhung, satu lagi lebih panjang, berasal dari transmisi Guru Thubten Dhargye, ada 2 macam abhiseka. Mahaguru pernah menerima abhiseka dari kedua Sadhana Kalachakra. Sadhana Cakra Surya dan Candra Kalachakra yang dijelaskan hari ini tidak pernah dijelaskan sebelumnya, saya juga tidak publikasikan, sampai di sini saya baru jelaskan, di kemudian hari, saya tidak akan jelaskan lagi.

Saya jelaskan dulu gambarupang thanka Kalachakra ini, kita lihat ada 3 warna utama yang istimewa, satu adalah biru, seluruh kepala dan tubuh berwarna biru, kaki dan tangan kanan berwarna merah, tangan dan kaki kiri berwarna putih, di sini dicetak agak kuning, di tangka itu putih. Tiga macam warna dari biru, merah, dan putih. Melambangkan apakah ketiga warna ini? Biru melambangkan prana, merah melambangkan Bodhi Merah, putih melambangkan Bodhi Putih. Sebenarnya, Bodhi Merah dan Bodhi Putih masih ada 2 arti lagi di dalamnya, saat alam semesta ini baru terbentuk, seharusnya hanya ada prana, jadi, kita sering sebut "Xian Tian Yi Qi", apakah prana ini? -- sumber terciptanya seluruh alam semesta.

Bagaimana kita lahir? Semua orang tahu, manusia adalah perkawinan cacing panjang dengan cacing bulat, maka terbentuklah sebuah janin, setelah janin ini membesar menjadi manusia, saat itu masih disebut Apriori, sebenarnya adalah fisik, sperma ayah dan ovum ibu, keduanya menyatu. Jadi, bagaimana manusia itu terjadi? Manusia adalah cacing, cacing adalah manusia. Jadi, ada orang pergi ke China Daratan, tidak sengaja dicap, dicap "yinchong", orang ini mengatakan ini tidak bagus, seharusnya diganti, sekalian di depannya ditambah satu kata menjadi "feiyinchong". Ini juga tidak bagus, sepulangnya orang juga akan tahu, pejabat China berkata, sekalian diganti menjadi "yinghuochong" (kunang-kunang), tetap cacing, hanya berubah menjadi kunang-kunang, ini sebuah cerita lucu.


Manusia itu sendiri tercipta dari cacing. Ketika kita lahir, penutup langit masih terbuka, saat bayi baru lahir, di atas tulang tengkorak masih ada sebuah lubang, ia akan berdenyut, benda apakah itu, itulah "Xian Tian Yi Qi" masuk ke dalam tubuh. Pada dasarnya Anda terbentuk dari "Xian Tian Yi Qi", kemudian, perlahan-lahan Anda makan, minum susu, setelah tumbuh beberapa bulan, tulang tengkorak pun tertutup, maka menjadi Akuisisi, ini disebut "Xian Tian Yi Qi" yang berubah menjadi pernafasan tubuh Akuisisi Anda.

Di dalam Yijing Bagua (8 Trigrams), apa yang disebut "Trigrams Apriori"? Semua trigrams dari kehidupan lampau yang tersusun disebut "Trigrams Apriori"; apa itu "Trigrams Akuisisi"? Sejak Anda dilahirkan, penutup langit ini tertutup, Anda pun menjadi akuisisi, ini disebut "Trigrams Akuisisi". Apa yang dimaksud "Xian Tian Yi Qi"? "Xian Tian Yi Qi" adalah Buddhata, melebur dengan semua sel di dalam tubuh kita, kita tidak akan menemukannya. Melatih diri justru mengubah "Akuisisi" menjadi "Apriori", ketika kita mengenal Apriori yang sesungguhnya, kita menyaksikan Xian Tian Yi Qi yang sesungguhnya, itulah memahami hati dan menyaksikan Buddhata, Anda pun dapat mengatasi hidup dan mati, menyaksikan "Xian Tian Yi Qi" sendiri, sehingga dapat kembali ke Mahapadminiloka, Sukhavatiloka, atau Buddhaloka manapun, semua lewat Xian Tian Yi Qi. Anda pun mengembalikan wajah asli sendiri, mengembalikan "Xian Tian Yi Qi" sendiri yang sesungguhnya. (Hadirin tepuk tangan)

Ada satu pepatah bagi sadhaka, "Maha-marga terbalik-balik, ada manusia berputar terbalik, itulah Maha Dewa", kita harus mengerti teori ini, tadinya kita dari Apriori berubah menjadi Akuisisi, sekarang, kita harus putar balik kembali ke Apriori, maka kita pun bisa mencapai kebuddhaan, ilmu Tao mirip sekali dengan Tantra.

Saya menjelaskan ini adalah dasar yang penting, setelah prana masuk ke dalam tubuh, sekujur tubuh berwarna biru, mengapa Kalachakra berwarna merah, merah juga melambangkan banyak hal, api merah melambangkan matahari, putih melambangkan bulan, ini disebut "cakra surya dan candra". Matahari dan bulan, mengapa warna merah? Di dalam Bagua disebut "Li Huo". Mengapa warna putih? Air adalah "Kan Shui", kedua trigrams dari Li dan Kan, satu adalah Li Huo, satu lagi adalah Kan Shui.

Di dalam Tantra, penjelasan tentang prana di dalam Lamrim Chenmo, tentang Kalachakra, dijelaskan sangat terperinci, sekujur tubuh adalah prana: prana atas, prana bawah, prana merata, prana hati dan prana api, lima jenis prana. Sekujur tubuh adalah prana, yang terpenting adalah prana harus bisa penuh. Apa maksudnya prana bisa penuh, prana tidak boleh sembarangan dihabiskan, semua prana Anda habiskan, maka akan mati. Tidak ada prana lagi, habislah, tidak bernapas selama 3 atau 5 menit, Anda pun mati. Saya mendengar sutradara Wu dari Asociacion Budista De Panama mengatakan, orang di sini dapat menyelam 9 menit ke dasar laut untuk menangkap udang galah, tahan napas 9 menit untuk menangkap seekor udang galah, ini hebat sekali. Sembilan menit baru naik ke permukaan tentu saja masih dalam keadaan hidup, 12 menit, mungkin tidak sanggup lagi. Banyak penyelam di dasar laut, baru beberapa menit saja sudah meninggal dunia. Perenang pun tahu, tidak sanggup tahan napas, sebentar saja sudah meninggal dunia, napas adalah sumber kehidupan.

Tantra mengatakan "cakra surya dan candra", "cakra surya" dan "cakra candra", melambangkan perputaran. Planet mana di alam semesta ini tidak berputar, sun matahari, moon bulan, and star, semua bintang, semua berputar, termasuk bumi juga berputar, kita manusia juga sama, benda apapun sedang berputar, ada pagi, ada malam, pagi adalah matahari, malam adalah bulan, di dalam Sadhana Kalachakra dikatakan "Ri Yue He Bi", fondasinya adalah tidak menghamburkan prana Anda. Anda berkhayal berarti menghamburkan prana, saat Anda muda, masa muda cinta membara juga sedang menghamburkan prana Anda, Anda terus menggunakan kekuatan otak bicara tidak henti-hentinya, semuanya adalah penghamburan. Tantrika mengerti menyimpan prana. Setiap hari, saya mengajari Anda semua melakukan "9 langkah pernapasan Buddha", melatih perputaran prana Anda; mengajari Anda "Pernapasan Botol", "Pernapasan Botol" adalah upaya menghimpun prana di dalam tubuh Anda. "Pernapasan Botol" sama dengan "Kalachakra", dari kepala hingga tangan, hingga tubuh, semua adalah "Pernapasan Botol", menjadi sebuah botol pusaka, inilah prana, prana bisa penuh, baru dapat berputar.


Semua prana di dalam tubuh kita sebut "prana kemudahan", setelah masuk ke dalam nadi tengah, baru disebut "prana kebijaksanaan", Pernapasan Botol adalah metode Tantra untuk memasukkan prana ke dalam nadi tengah. Nadi tengah ini terhubung dari lubang ubun-ubun hingga ke cakra dasar Anda, nadi yang berada di tengah dan tidak berwujud ini, di dalam Tantra disebut nadi tengah. Anda mesti memasukkan prana Anda ke dalam nadi tengah dengan cara bernapas dari posisi 4 jari di bawah pusar, dari nadi kiri dan kanan, dari nadi kiri kanan masuk ke nadi tengah Anda, berubah menjadi "prana kebijaksanaan", ketika nadi ini penuh dengan prana kebijaksanaan, maka bisa disebut "nadi tengah terbuka".

"Nadi tengah terbuka" harus membuka penutup langit, yaitu "Sadhana Powa" (phowa). Pusat tulang tengkorak Anda, lubang ubun-ubun yang tadinya tertutup, dibuka semua, begitu tengkorak terbuka, menghasilkan sebuah lubang, lubang ini bisa tembus ke Apriori. Pertama-tama harus melatih "Pernapasan Botol", supaya semua prana masuk ke nadi tengah, sekujur tubuh berubah menjadi warna biru, selanjutnya, setelah nadi tengah lurus, buka pintu langit, pintu langit ini terhubung ke Apriori, di masa yang akan datang, Anda mau keluar masuk, justru lewat lubang ubun-ubun ini, sehingga Akuisisi bisa terhubung ke Apriori, Akuisisi Anda terus menuju Apriori, maka bisa kembali ke Sukhavatiloka Barat, Mahapadminiloka, mencapai kebuddhaan. Ini disebut dari Akuisisi berubah menjadi Apriori, ini merupakan suatu cara melatih diri. Di dalam Tantra disebut sirkulasi, dari nadi kanan berputar ke nadi kiri, masuk ke nadi tengah, terus hingga apriori, ini adalah cara melatih diri dalam Tantra.

Dalam Taoisme ada sebuah pepatah, "Ri Yue He Bi, Xuan Ji Ting Lun", apa yang dimaksud "Ri Yue He Bi", yakni perpaduan matahari dan bulan. Kita melihat matahari dan bulan, matahari terbit, kemudian matahari tenggelam, bulan pun muncul. Bulan berputar mengikut rute matahari, matahari dan bulan berputar seperti ini, tidak pernah bersatu, matahari dan bulan, keduanya memang tidak bersama. Namun, sadhaka menggabungkan matahari dan bulan di dalam tubuhnya, Taoisme melatih seperti demikian, disebut "Xiao Diao Tian Yun Zhuan", perputaran prana, dari tulang belakang, prana dari cakra dasar terus naik ke lubang ubun-ubun, kemudian dari tengah turun ke cakra dasar, sirkulasi semacam ini di dalam Taoisme disebut "Zhuan He Che".

Tantra justru bicara tentang kelancaran aliran prana dalam tubuh, setelah aliran prana lancar, di dalam Tantra menghasilkan "api tummo" (api kundalini), yang merah disebut "api tummo", yang putih disebut "bindu", secara sederhana disebut "bindu", yang lebih dalam disebut "cairan bulan Bodhicitta"; apa yang dimaksud "bindu", hormon di sekujur tubuh disebut "bindu". Posisi terpenting dari "Cairan Bulan Bodhicitta" berada di tengah-tengah antara otak besar dan otak kecil, di tengah otak ada "cairan bulan Bodhicitta". "Cairan Bulan Bodhicitta" melambangkan bulan, "api tummo" adalah matahari, Anda menyalakan "api tummo", "Cairan Bulan Bodhicitta" turun, saat keduanya menyatu, Anda pun bisa dapat memutar cakra rahasia, ini disebut membuka 3 nadi dan 7 cakra, kemudian membuka ratusan pembuluh nadi. Semuanya terbuka. Selain itu, masih ada 365 sendi tulang, semuanya pun terbuka, 84 ribu pori-pori, semuanya terbuka. (Hadirin tepuk tangan)

"Zhuang He Che" dalam Taoisme harus berputar sampai kapan baru berhenti, ia menyuruh Anda memutar putaran kecil, perputaran pertama, perputaran kedua, perputaran ketiga, perputaran keempat, perputaran kelima, perputaran keenam, terus berputar, berputar sampai akhirnya Anda berhenti, disebut "Xuan Ji Ting Lun". Saat Ting Lun (cakra berhenti), dari sana lah muncul setitik terang, setitik terang yang dihasilkan ini disebut sebagai "Xian Tian Yi Qi", di dalam Agama Buddha disebut "Buddhata".


Taoisme bicara tentang Bagua (8 Trigrams), satu putih, satu hitam. Yang putih di dalam Bagua dianggap matahari, yang hitam melambangkan malam, satu Yang, yang dilambangkan dengan warna putih, bulan melambangkan Yin, digabungkan menjadi sebuah Taiji Bagua, ia terus berputar, satu titik di tengah menghasilkan cahaya, inilah "Xian Tian Yi Qi", dengan kata lain, lubang ubun-ubun terbuka, "Xian Tian Yi Qi" keluar, ini disebut keberhasilan dalam Taoisme.

Kita Agama Buddha mengatakan, Anda mesti menyalakan "Api Tummo", "Cairan Bulan Bodhicitta" turun, keduanya bergabung, disebut "Ri Yue He Bi". Setelah "Ri Yue He Bi", maka menghasilkan sebuah titik cahaya, titik cahaya tersebut adalah "Buddhata", "Buddhata" menyelusuri nadi tengah hingga lubang ubun-ubun kemudian terbang keluar, maka kembali ke Apriori, yakni bisa ke alam suci Buddha, mencapai tingkat Raja Buddha. Ketika terang Anda muncul, saat cahaya tiba-tiba muncul, Buddhata Anda pun keluar. Saat ini, Anda bisa benar-benar menyaksikan Buddhata.

Mahaguru sempat menjelaskan tentang memahami hati dan menyaksikan Buddhata, Sekte Zen pada umumnya tidak bicara tentang melatih diri, ia tidak bicara tentang pembinaan diri dalam Taoisme, juga tidak bicara tentang pembinaan "Api Tummo" dan "Bindu" dalam Agama Buddha, semua tidak. Namun, mengapa mereka dapat memahami hati dan menyaksikan Buddhata, karena mereka memahami hati lewat teori, menyaksikan Buddhata tetap butuh ketrampilan; jadi, setelah Anda memahami Buddhata, masih harus melatih diri dengan menggunakan "Dharma Berkondisi", melatih diri hingga "Dharma Tak Berkondisi". Sekte Zen bicara tentang "Dharma Tak Berkondisi", dari "Dharma Berkondisi" melatih diri hingga "Dharma Tak Berkondisi", dari "Dharma Tak Berkondisi" hingga "Tidak Melatih Diri", Sekte Zen tidak melatih diri, namun, ia menjaga satu prana tersebut, setelah lama, nadi tengahnya terbuka dengan sendirinya, setelah nadi tengah terbuka, ia mengerti "Ri Yue He Bi", suhu badan dan semua hormon tubuh, yaitu "Bindu" menyatu, menjadi "Ri Yue He Bi", ketika "Ri Yue He Bi", ia tetap bisa berputar. Jadi, Sekte Zen bukan tidak memiliki ketrampilan, Sekte Zen juga memiliki ketrampilan, ia juga "Ri Yue He Bi", juga prana penuh, nadi tengah terbuka, kemudian "Ri Yue He Bi". Ia tidak menjelaskan sejelas ini, namun, ia masih menggunakan ketrampilan tersebut, masih duduk meditasi. Duduk meditasi kadang-kadang sangat efektif, mengapa efektif? Karena itu diam. Anda menenangkan diri, apapun tidak dipikirkan, tiada pikiran, apapun tidak bergerak, duduk diam, duduk lama, prana akan penuh, karena prana Anda tidak bocor; penekun Zen pun tidak bicara sama sekali dengan orang lain di dalam gunung, prananya tidak akan bocor. Kekurangan manusia adalah bicara terlalu banyak, prana pun bocor; berpikir terlalu banyak, kerisauan terlalu banyak, mulut terlalu banyak bicara, tubuh terlalu banyak bergerak, mata terlalu banyak melihat, telinga terlalu banyak mendengar, apapun dihamburkan sembarangan, prana pun habis. Ban kempis, prana Anda mana bisa penuh, Anda adalah sebuah ban kempis, ban bocor, Anda mana bisa melatih diri, tubuh Anda sudah tidak sanggup lagi; jika Anda seorang yang memiliki prana yang sangat penuh, energi vital yang sangat berkobar-kobar dalam tubuh Anda, kerisauan Anda tidak banyak, tidak banyak berpikir, tidak banyak bicara, tidak banyak melihat, tidak banyak mendengar. Di dalam Agama Buddha dikatakan, bagaimana Arahat melatih diri? Lebih dulu membunuh 6 pencuri - mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, semua terisolasi dari dunia luar, keenamnya ditutup, membina kecukupan prana sendiri, nadi tengah pun terbuka, ia dapat menembus ubun-ubun, dapat kembali ke langit, dari Akuisisi berubah menjadi Apriori, begitulah teorinya.

Mengapa manusia bisa menghamburkan prana sendiri? Ada seorang wartawan bertanya pada seorang bintang berapa umurnya; umur wanita itu rahasia, ia tidak akan mengatakannya. Dulu saya pernah mengatakan, ada seorang pria bertanya pada pacarnya, "Kapan ulang tahunmu?" Ia mengatakan, "Ulang tahun saya adalah 28 September." "Tahun berapa?" Ia menjawab, "Setiap tahun." Ia justru tidak mau menyebut berapa umurnya. Bintang wanita ditanya sampai kesal, lalu berkata, "Saya tidak ingat lagi tahun berapa saya lahir." Wartawan ini sangat kaget, "Memangnya Anda tidak tahu Anda umur berapa?" Bintang wanita menjawab, "Apa anehnya, menurut saya, saya seharusnya ingat berapa uang saya, berapa perhiasan saya, karena uang dan perhiasan bisa dicuri orang, umur tidak bisa dicuri oleh siapapun." Jawaban ini benar juga, namun, kerisauan juga banyak. Anda berpikir terlalu banyak, kerisauan pun banyak, terlalu banyak pertimbangan, prana pun terlalu banyak dihamburkan.


Saya ajukan satu pertanyaan pada Anda semua, apa perbedaaan delusi dan sakit jiwa? Jawaban yang tepat, delusi bisa membayangkan sebuah benteng di tengah angkasa, sakit jiwa akan tinggal di dalam benteng tersebut. Delusi itu tidak ada prana, sakit jiwa prana apapun tidak ada lagi, delusi masih bisa berpikir, membayangkan sesuatu, sakit jiwa justru menetap di dalam fantasi tersebut, keduanya tidak ada prana, jangan katakan melatih diri, prana pun tidak ada sama sekali.

Melatih diri tidak boleh sering berfantasi, berpikir terlalu banyak, kerisauan pun banyak, kerisauan banyak, prana Anda pun berkurang, terlau banyak bicara pun bisa mengurangi prana, melatih diri pertama-tama harus menjaga prana Anda.

Prana apa yang dapat dijaga? Anda jangan setiap malam melihat topless, dulu ada seorang Rinpoche, saya sering menyebutnya topless Rinpoche, namanya topless, bukan benar-benar menonton topless. Sering menonton topless, mata Anda akan merah, sakit mata merah, prana Anda juga tidak terjaga! Prana keluar dari mata.

Ada lagi, Anda tidak boleh cemburu jealous, kecemburuan akan menimbulkan kebencian, kemarahan. menyebabkan Anda banyak pikiran, saat ini, darah Anda mendidih, Anda pun tidak mampu menjaga prana Anda yang diam. Karena prana yang semakin dalam akan semakin padat, saat diam sampai sangat diam, ia dengan sendirinya bisa mulai menghasilkan setitik cahaya. Apa manfaat dari meditasi, yakni diam sampai paling diam, Yin sampai paling Yin, saat bulan diam sampai paling diam, akan menghasilkan setitik cahaya, begitu cahaya muncul, maka Buddha pun muncul. Anda melihat cahaya, jika Anda tidak diam, terus bergerak, tubuh terus bergerak, Anda tidak dapat menenangkan prana Anda, Anda selamanya tidak dapat menghasilkan terang. Anda seharusnya sudah lebih mengerti! Mengapa harus meditasi, karena Anda bergerak tanpa henti, tidak bisa diam, bagaimana prana Anda penuh, prana bisa padat, prana bisa mantap, mampu dari dalam Yin menghasilkan sedikit Yang, ketika cakra candra Anda mencapai kondisi paling diam, menghasilkan sedikit terang, inilah matahari, "Ri Yue He Bi".

Mengapa Lama itu selalu pria? Jarang terlihat Lama wanita, semua bhiksu Thailand, yang kita lihat adalah pria, jarang terlihat wanita. Di antara para sadhaka, pria lebih banyak dari wanita, namun, sekarang dikatakan pria dan wanita sederajat, pria dan wanita itu setara. Wanita lebih suka bicara, pria kadang-kadang lebih pendiam. Di sini ada sebuah bukti, seorang pria yang tubuhnya agak lemah melamar menjadi satpam, bos mempertimbangkan sejenak lalu berkata, "Kami butuh seorang pria yang berpikiran sempit, ia harus memiliki kecurigaan yang kuat, bermata jeli, tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi, indera pendengaran yang lebih jeli daripada orang lain, serta memiliki seporsi tubuh yang gagah, berdarah dingin, gampang marah, sangat galak, siapa yang mengganggunya, ia langsung berubah menjadi tokoh monster jahat." Si pria pun berkata, "Kalau begitu, coba rekrut istri saya saja!" Pokoknya, kecurigaan, bermata jeli, waspada, lebih jeli daripada orang lain, berdarah dingin, gampang marah, galak, pria juga ada lah! Wanita juga ada. Ketahuilah, prana ini tidak dapat dijaga.

Benar-benar mau menjaga prana, tentu harus seorang sadhaka, ia setiap hari hari melatih prana. Bagaimana melatih prana, yakni Kalachakra, Anda harus melatih "9 Langkah Pernapasan", melatih "Pernapasan Botol", kuasai "Pernapasan Botol", prana Anda harus masuk ke nadi tengah, gunakan prana Anda untuk menghasilkan "api tummo", gunakan prana Anda untuk menyalakan "api tummo", "bindu" diturunkan, semua ini mengandalkan prana, tanpa prana, Anda bukan melatih diri, hanya pranalah dapat menyatukan api tummo Anda, surya dan candra Anda, ketika surya dan candra menyatu, saat itu baru akan memancarkan cahaya, ini disebut "Ri Yue He Bi". Di dalam Bagua, satu matahari, satu bulan. Satu Yang satu Yin, satu titik di tengah adalah Buddhata, itulah cahaya, itulah Apriori. Jadi, Sadhana Kalachakra sudah jelas, prana, matahari, dan bulan bersatu, baru dapat membuka cakra, memancarkan cahaya, inilah pelatihan diri dalam Tantra.


Penekunan Zen, diam sampai titik ekstrim, berubah menjadi bulan, tenggelam, prana penuh, Anda pun tidak melihat maupun mendengar, Anda terus mengamati prana anda, memperhatikan prana Anda, memperhatikan napas Anda, prana Anda yang telah penuh, diolah, ia dengan sendirinya menjadi berat, suatu hari akan memancarkan cahaya, Anda pun menyaksikan Buddhata. Penekunan Taoisme disebut "Zhuan He Che", prana Anda ini naik dari cakra dasar, mengikuti tulang belakang ke nadi depan, kemudian berputar ke cakra dasar, berputar seperti ini, setiap hari sedang "Zhuan He Che", Anda terus menggunakan prana memutar Heche, supaya prana memenuhi tubuh Anda, suatu hari tiba-tiba "Ri Yue He Bi, Xuan Ji Ting Lun", yakni tidak berputar lagi, saat ini, setitik cahaya pun muncul, "Buddhata" pun muncul, "Xian Tian Yi Qi" pun muncul, demikianlah Taoisme.

Oleh karena itu, Taoisme mengatakan, "大道顛倒顛,有人顛得轉就是大羅仙" (Maha-marga terbalik-balik, ada manusia berputar terbalik, itulah Maha Dewa), apa artinya berputar terbalik, yakni "Zhuan He Che", Anda terus memperhatikan perputaran prana Anda, terus-menerus "Zhuan He Che", Anda tidak mempedulikan segalanya, penekun prana! Putar dan putar, putar sampai suatu hari berhenti dan tidak berputar lagi, seberkas cahaya memancar, cahaya ini adalah Buddhata Anda sendiri. Tahukah Anda Kun-Gua, yakni 3 garis putus, Kun melambangkan bulan, Qian tiga garis sambung melambangkan ayah, yakni melambangkan matahari, Kun enam garis putus melambangkan bulan, melambangkan Yin, melambangkan ibu, suatu hari Anda mencapai Kun 6 garis putus, selanjutnya, bawah sambung ke atas, "Yi Yang Chu Sheng", tiba-tiba muncul sebuah hawa Yang, hawa Yang ini dihasilkan dari Xian Tian Yi Qi, dihubungkan, inilah Buddhata yang sejati, disebut juga Yi Yang Chu Sheng. Anda melatih "Zhuan He Che" sampai akhirnya, saat "Xuan Ji Ting Lun", sampai paling bawah, paling dalam, hawa Yang pun mulai muncul, hawa Yang yang paling awal muncul disebut "Xian Tian Yi Qi".

Orang yang belajar Buddha tidak boleh terlalu banyak hasrat, hasrat semakin sedikit semakin bagus, karena hasrat semakin sedikit maka prana semakin dalam, semakin banyak hasrat, prana tidak akan dalam, inilah yang dikatakan oleh Sang Buddha "Mengendalikan Hati pada Satu Tempat", segala sesuatu pun tercapai. Mengapa Sang Buddha bisa bersabda demikian? Maksudnya supaya kita tenang, kita harus menjaga hati kita, menjaga satu hati jangan berpikiran yang bukan-bukan, jangan berkhayal, apapun bisa terlaksana.

Ada seorang rekan pria memuji rekan wanita "Anda memiliki rupa yang mendukung kemakmuran suami". Rekan wanita sangat senang mendengarnya, rekan wanita pun bertanya, "Benarkah, Anda lihat dari mana?" Rekan pria berkata, "Karena rupa Anda membuat suami Anda tidak berhasrat, sehingga, suami Anda hanya bisa fokus menjalankan usahanya, inilah rupa yang mendukung kemakmuran suami." Ini cerita lucu.

Semakin banyak hasrat Anda, semakin rendah pelatihan diri, semakin tinggi hasrat, pelatihan diri pasti makin rendah. Anda terlalu banyak masalah, Anda makin jarang melatih diri; Anda banyak melatih diri, masalah makin sedikit. Mahaguru tidak menghiraukan masalah, lain kali masalah diserahkan pada Acarya Lianning. Mahaguru hanya mengutamakan 3 hal, satu bersadhana, satu menulis artikel, satu melukis. Di Seattle, saya hanya mengerjakan 3 hal, satu bersadhana, satu menulis artikel, satu melukis, kelak, juga melakukan 3 hal ini, menulis artikel, melukis, bersadhana, selebihnya tidak dipikirkan. Karena Anda tidak memikirkan apa-apa, bersadhana pun bisa berhasil, apapun Anda pikirkan, apapun dihiraukan, apapun dikejar, Anda tidak akan berhasil dalam melatih diri, inilah prinsipnya. Mahaguru memang tidak menghiraukan apapun, sekarang maupun di masa yang akan datang, saya hanya menghiraukan melatih diri, menulis, dan menulis, ada waktu lebih, saya olahraga sebentar. Menurut Anda, apa yang saya hiraukan, saya tidak pernah hiraukan, hasrat juga tidak tinggi, dengan demikian, melatih diri baru bisa berhasil. Anda belajar Buddha kelak harus terlahir di Buddhaloka, terlahir di Mahapadminiloka, kita harus belajar, tentu harus begitu, usahakan kurangi menghiraukan hal-hal sepele, kurangi talk, kurangi bergosip, tidak bergosip.

Kita cukup melatih diri saja, kemudian, kehidupan dasar harus diperhatikan, ada waktu lebih, datang ke Asociacion Budista De Panama, menjadi relawan juga menghimpun bekal, melatih diri juga menghimpun bekal, meditasi dan memasuki samadhi juga menghimpun bekal, bekal langit, bekal bumi, bekal dunia, kita cukup memperhatikan ketiga hal ini saja. Menjalankan usaha, mencari nafkah untuk menghidupi diri sendiri, hasrat jangan terlalu tinggi, jangan menjadi orang terkaya di dunia, menjadi orang terkaya di dunia sangat merepotkan, uang terlalu banyak ia tidak dapat urus, tetap harus diurus orang lain.


Seorang gadis masuk ke sebuah kantor, ia berkata, "Apakah kalian ingin merekrut sekretaris wanita?" Manajer berkata, "Kami bersedia merekrut Anda, namun, saat ini badai finansial, krisis ekonomi, semua orang tidak ada pekerjaan." Gadis berkata, "Saya tidak mempermasalahkan tidak ada pekerjaan, yang penting ada gaji." Sadhaka juga sama, mampu menghidupi diri sendiri, menghidupi keluarga, ada waktu lebih, digunakan untuk melatih diri, digunakan untuk menjadi relawan, digunakan untuk berdana, digunakan untuk melatih prana sendiri, berbuat kebajikan, menghimpun bekal surgawi, membangkitkan Bodhicitta membantu orang lain, semua ini adalah melatih diri. Selain itu, Anda sendiri dengan tenang melatih prana, jangan menghiraukan hal-hal sepele, semua susah payah serahkan pada orang lain saja. Jadi, Mahaguru selalu mengatakan, Zhenfo Zong bukan dirintis oleh Mahaguru, saya bukan perintis Zhenfo Zong, saya tidak pernah merintis Zhenfo Zong, mengapa Mahaguru tidak merintis Zhenfo Zong, di dalam kebenaran pertama dikatakan tidak merintis Zhenfo Zong. Dalam pengertian lain dikatakan, saya sudah menyerahkan Zhenfo Zong kepada semua acarya, saya tidak perlu melakukan apa-apa lagi.

Suatu hari, saya juga akan "Xuan Ji Ting Lun", apa itu "Xuan Ji Ting Lun", tidak menulis lagi, tidak melukis lagi, juga tidak melatih prana lagi, tidak melatih diri lagi. Mengapa? Karena, saya telah menyaksikan Buddhata sendiri, buat apa melakukan semua ini, Laozi mengatakan, "Wu you da huan, ji wu you wu shen." Tubuh ini adalah semua bencana saya, jika saya tidak ada tubuh ini, dari mana datangnya bencana, itu kata-kata Laozi. Buddha juga bersabda tentang tiada aku, tiada pamrih, apa itu tiada pamrih, bukan tidak melakukan apapun, saya melakukan bukan demi apa-apa, saya justru terang-terangan hidup di dunia ini, saya hanya melakukan tanpa pamrih, menjadi seorang yang baik dan jujur, berdana dan berbuat kebajikan, keserakahan-kemarahan-kebodohan saya tidak timbul, saya juga tidak perlu mengobati. Tidak perlu melawan keserakahan-kemarahan-kebodohan saya, setelah Anda berhasil dalam Dharma tak berkondisi, dengan sendirinya prana Anda memenuhi seluruh alam semesta, Ri Yue He Bi, Xuan Ji Ting Lun, Anda pun tiada pamrih lagi, melakukan tanpa mengharapkan pamrih, membangkitkan Bodhicitta hanya demi membantu insan, kalau tidak, apa daya, apa daya kita hidup di dunia ini.

Saat umur setahun "terlahir cantik", saat umur 10 tahun "prestasi sekolah meningkat ", saat umur 20 tahun "masa remaja bergejolak", saat umur 40 tahun "agak gemuk", saat umur 50 tahun "tua perkasa", umur 60 tahun "tekanan darah meningkat", saat umur 70 tahun "agak pikun", saat umur 80 tahun "terhuyung-huyung", saat umur 90 tahun "kehilangan arah", Anda keluar rumah tidak bisa pulang lagi, apapun lupa, namun, prana Anda sudah habis digunakan, saat umur 100 tahun "digantung di tembok" supaya anak cucu Anda mengenang Anda, Anda sudah digantung di tembok, anak cucu mengenang Anda, semua orang menempuh jalan yang sama, tidak ada seorang pun terkecuali, hanya ada semacam orang dapat keluar dari jalan ini, orang demikian adalah sadhaka.

Ketrampilan melatih diri bisa terlihat di dalam Kalachakra, semua prana memenuhi sekujur tubuh, "api tummo" menyala, "bindu" turun, melebur bersama, menyaksikan "Buddhata", disebut "Ri Yue He Bi, Xuan Ji Ting Lun", cakra ini dihentikan, dibuka, terang memancar, keluar dari lubang ubun-ubun, berubah menjadi Buddhata apriori, prana penuh bisa awet muda, Anda tidak melatih seperti ini, prana Anda buyar maka gampang sakit, gampang mati muda.

Apakah Anda mau seperti insan, dari muda sampai tua, kemudian mati, lalu lenyap? Atau Anda mau benar-benar terlahir di alam suci Buddhaloka, Anda sendiri dapat berhasil mencapai kebuddhaan, dapat memahami hati dan menyaksikan Buddhata? Ada dua jalan untuk kita pilih, ada orang satu kaki menginjak dua perahu, saya juga mau mati-matian mencari nafkah, saya juga mau melatih diri, memang sangat sulit, sejujurnya sangat sulit, harus pilih, mana lebih penting, melatih diri atau mencari nafkah? Saya merasa umat Asociacion Budista De Panama lebih mementingkan melatih diri, karena saya perhatikan, semuanya hanya donatur kecil, tidak bisa menjadi donatur besar. Apakah ada donatur besar di Asociacion Budista De Panama? Ada, suruh dia cepat berdana! Cukup jadi donatur kecil saja, jangan jadi donatur besar, donatur besar sangat susah, donatur kecil cukup jaga sedikit saja, kemudian menghidupi diri sendiri, melatih diri sungguh-sungguh. Saya melihat lebih banyak donatur kecil, cukup jaga sedikit saja, ada waktu melatih diri sungguh-sungguh, mencapai keberhasilan sebaik-baiknya.

Hari ini ada sebuah kunci yang sangat penting, kita harus mengubah Akuisisi menjadi Apriori, yang satu ini sangat penting, bagaimana mengubah Akuisisi menjadi Apriori? Nadi tengah Anda telah terbuka, sering berputar di sana, Taoisme sebut sebagai "Zhuan He Che", terus berputar di sana, melatih "Zhuan He Che", Anda putar hingga Akuisisi menjadi Apriori, prana tenggelam sampai paling dasar, cahaya pun akan memancar, berubah menjadi Apriori. Om Mani Padme Hum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar